Dark
Light
Dark
Light

Sosok Randy Fine, Kongres AS Seorang Yahudi Minta Gaza Dibom Atom Seperti Jepang

Sosok Randy Fine, Kongres AS Seorang Yahudi Minta Gaza Dibom Atom Seperti Jepang

Arina.id - Randy Fine, anggota Kongres Florida Amerika Serikat benar-benar membuat muslim di seluruh dunia geram. Bagaimana tidak, politisi dari Partai Republik yang juga seorang Yahudi itu menyarankan agar jalur Gaza Palestina dibom atom (nuklir) seperti Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

Pernyataan bernada hasutan dari Fine ini dilontarkan mengomentari kasus pembunuhan dua staf kedutaan Israel di dekat Museum Yahudi, Washington DC pada Rabu malam, 21 Mei 2025. Polisi menyebut tersangka sebagai seorang muslim dan dikaitkan dengan gerakan simpatisan pro-perjuangan rakyat Palestina.

Seperti dilaporkan media lokal Florida, SunSentinal, Fine meminta gerakan rakyat Palestina harus dihukum dengan cara apapun, sambil mengutip sejarah penaklukan terhadap Jepang dengan cara menjatuhkan bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki menjelang akhir Perang Dunia II pada 1945 silam.

Pernyataan Fine ini dikutip dari diskusi kasus pembunuhan di stasiun televisi Fox News. Ia mengatakan, "penyebabnya karena Palestina adalah salah satu iblis jahat. Untuk mengakhiri konflik ini adalah dengan penyerahan diri secara lengkap oleh mereka yang mendukung teroris muslim," katanya dalam wawancara Kamis pagi (22/05/2025).

"Dalam Perang Dunia kedua, kami tidak bernegosiasi menyerah dengan Nazi. Kami tidak bernegosiasi menyerah dengan Jepang. Kami menghancurkan Jepang dua kali (menjatuhkan bom atom) dalam rangka agar mereka menyerah tanpa syarat. Di sini (peyelesaian konflik) harus sama dengan cara itu," katanya berapi-api.

Sebelumnya, kepolisian wilayah Washington DC mengklaim tersangka penembakan, Elias Rodriguez, berteriak, "Bebaskan Palestina" ketika ia akan ditahan. Hal itu yang menyebabkan Fine meradang dan menyalahkan gerakan pembebasan Palestina atas kematian dua warga Israel

"Sudah saatnya bagi kita untuk mengakui tidak ada yang damai tentang gerakan ini dan bahwa setan ini harus dihukum dengan cara apapun," demikian cuitan Fine di akun Platform X miliknya selang beberapa jam setelah pembunuhan.

Fine selama ini memang dikenal keras terhadap Islam. Baru-baru ini ia sempat dikejar-kejar oleh Council on American-Islamic Relations (CAIR), atas komentar-komentar pedasnya terhadap muslim. Awal bulan ini, CAIR mendesak Kongres untuk mengutuk Fine secara publik akibat komentar rasial "Kekerasan anti-Muslim, anti-Amerika, dan retorika anti-Palestina."

Dalam Platform X, ia sempat mengunggah poster sambil menulis bahwa para wanita kongres Muslim Rashida Tlaib, D-Mich., dan Ilhan Omar, "mempertimbangkan untuk pergi sebelum saya sampai di sana. # BombsAway," Fine kemudian memanggil mereka sebagai "Teroris Muslim". Dia bahkan sempat menulis status, "Gaza harus dihancurkan."

Fine memang dikenal sebagai seorang Yahudi. Ia terpilih sebagai anggota Kongres bulan lalu setelah delapan tahun di Gedung Florida dan bertugas singkat di Senat negara bagian. Di Facebook, dia juga menjawab, "Ya," saat ditanya apakah tidak apa-apa kalau ada wartawan Amerika berada di dalam gedung yang dibom oleh Israel? 

Hamas geram dengan hasutan Randy Fine

Merespons komentar panas Randy Fine yang serang Yahudi itu, Hamas pun melontarkan kecaman keras. Kelompok perlawanan Palestina tersebut menyebut pernyataan itu "hasutan" untuk melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.

"Seruan ekstremis ini adalah kejahatan besar dan memperlihatkan mentalitas fasis rasis yang menguasai pikiran politisi Amerika," kata Hamas dalam pernyataannya pada Jumat, 23 Mei 2025.

Seruan oleh politikus AS dari partai Republik itu dinilai Hamas melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa. Kelompok itu menekankan bahwa seruan Fine tersebut menghasut publik untuk menggunakan senjata pemusnah massal terhadap lebih dari 2 juta warga sipil Palestina di Jalur Gaza.

Hamas juga menyatakan bahwa seruan "mengerikan" itu tidak akan melemahkan perjuangan Palestina, tetapi "lagi-lagi mengungkap wajah asli" Israel dan "para pendukungnya."


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo