Dark
Light
Dark
Light

Yenny Wahid: Ketum PBNU Terpilih dalam Muktamar Harus Mampu Menyatukan Semua Faksi

Yenny Wahid: Ketum PBNU Terpilih dalam Muktamar Harus Mampu Menyatukan Semua Faksi

Jombang, Arina.id—Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis (BPIS) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) berharap Ketua Umum PBNU yang terpilih dalam Muktamar ke-35 NU mampu menyatukan seluruh pihak setelah dinamika yang berkembang selama proses Muktamar.

Menurut Yenny, sosok ketua umum mendatang tidak cukup hanya memiliki kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga harus mampu merangkul berbagai kelompok yang sempat berada dalam posisi berseberangan akibat dinamika Muktamar.

"Siapapun yang terpilih sebagai ketua umum nanti adalah sosok yang bisa menyatukan semua faksi yang saat ini dengan adanya dinamika Muktamar berada dalam posisi yang berseberangan," kata Yenny ditemui di arena Sidang Pleno III di Gedung Serbaguna Pesantren Tambakberas Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Ia berharap perbedaan yang muncul selama Muktamar tidak berlanjut setelah forum tertinggi NU tersebut selesai. Sebaliknya, seluruh pihak diharapkan kembali saling merangkul dan menyatukan energi untuk membangun NU ke depan.

"Setelah Muktamar kita harapkan saling merangkul. Kita sama-sama menyatukan energi untuk membangun NU lebih jauh lagi ke depannya, meningkatkan muruah NU," ujarnya.

Yenny menilai pergantian kepemimpinan merupakan hal yang biasa terjadi dalam setiap Muktamar. Karena itu, mekanisme pemilihan, baik terbuka maupun tertutup, menurutnya hanyalah sarana untuk mencapai tujuan utama Muktamar.

"Jadi mekanisme itu hanyalah wasilah, hanyalah alat. Tujuan dari Muktamar ini adalah memilih ketua umum yang bisa membawa NU lebih baik ke depannya," jelasnya.

Ia menegaskan, siapapun yang nantinya terpilih menjadi ketua umum, tujuan dan nilai-nilai utama organisasi harus tetap dijaga. Menurutnya, sedikitnya ada tiga tujuan NU yang harus terus menjadi pijakan kepemimpinan organisasi.

Pertama, mempertahankan akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Kedua, berkhidmat dan berjuang untuk kepentingan umat serta masyarakat. Ketiga, mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.

"Selama tujuan ini dipegang, bagi saya siapapun yang menjadi ketua umum itu menjadi hal yang kedua. Yang terpenting tujuannya tercapai," tegasnya.

Lebih lanjut, Yenny mengatakan tantangan ketua umum PBNU ke depan akan semakin besar. Ketua umum tidak hanya dituntut mampu mengelola organisasi secara internal, tetapi juga menjalankan peran strategis NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, NU perlu tetap berada di posisi tengah dengan menjalankan dua peran sekaligus. Di satu sisi, NU menjadi mitra pemerintah dalam mendukung kebijakan yang positif dan konstruktif. Di sisi lain, NU harus menjadi penyambung aspirasi masyarakat agar dapat didengar oleh pemerintah.

"Ketua umum PBNU yang pertama yakni menjadi mitra pemerintah. Di sisi lain ia harus menjadi penyambung lidah rakyat. Jadi NU selalu berada di tengah, mendukung program pemerintah yang positif dan konstruktif, di sisi lain menyambungkan aspirasi masyarakat supaya didengar pemerintah," paparnya.


Editor: Suci
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo