Dark
Light
Dark
Light

Prancis Klaim 15 Negara Dukung Jaminan Keamanan untuk Ukraina

Prancis Klaim 15 Negara Dukung Jaminan Keamanan untuk Ukraina

Arina.id -- Pemerintah Prancis melalui Menteri Pertahanan Sebastien Lecornu mengklaim bahwa terdapat hingga 15 negara yang siap mendukung dan berpartisipasi memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina.

Hal tersebut disampaikan Lecornu melalui konferensi pers bersama koleganya dari Jerman, Polandia, Italia, dan Inggris, pada Rabu (12/3/2025) lalu.

"Kami telah merangkum hasil dari pertemuan pertama sejumlah kepala staf umum dari negara-negara relawan, yang membahas apa saja jaminan keamanan yang dapat diberikan untuk Ukraina … Saat ini, sekitar 15 negara telah menunjukkan niat untuk melanjutkan proses ini," kata Lecornu, dikutip dari Euronews.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang mendesak para pemimpin militer Eropa dan negara lain untuk memikirkan rencana jaminan keamanan bagi Ukraina.

Seruan tersebut disampaikan Macron ketika menghadiri pertemuan para pemimpin militer di Paris, hari Selasa (11/3/2025). 

Tentu saja jika 15 negara tersebut dapat mencapai kesepakatan untuk memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina, hal itu dapat memberi nilai lebih bagi Kiev jelang perundingan terkait solusi penyelesaian Perang Rusia-Ukraina.

Saat ini upaya untuk mengakhiri Peran Rusia-Ukraina memang sudah mulai menunjukkan titik terang. Hal tersebut diawali dengan tercapainya kesepakatan AS-Ukraina soal pengajuan proposal gencatan senjata 30 hari.

Proposal rencana gencatan senjata tersebut kini bakal dibawa oleh pihak Amerika Serikat (AS), untuk mendapat persetujuan Moskow.

Pihak Rusia menyatakan bahwa sikap Kremlin terkait Perang Rusia-Ukraina bakal ditentukan selepas pembicaraan bilateral dengan delegasi AS. Hal ini disampaikan oleh Dmitry Peskov selaku Juru Bicara Kepresidenan Rusia, pada Kamis (13/3/2025) kemarin.

"Kami sudah melakukan kontak sebelumnya. (Penasihat Keamanan Nasional AS) Mike Waltz dan (Penasihat Kepresidenan Rusia) Yury Ushakov melakukan percakapan telepon kemarin, di mana sejumlah informasi telah disampaikan kepada pihak Rusia," ujar Peskov. 

Sementara itu utusan khusus pemerintah AS, Steve Witkoff, juga sudah mendarat di Moskow. Ia dikabarkan bakal segera bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, guna menyampaikan usulan terkait penyelesaian Perang Rusia-Ukraina.

Ketika Dmitry Peskov ditanya terkait sikap Rusia soal pertemuan dengan utusan AS, ia enggan berspekulasi tentang hal tersebut. Namun yang pasti, pihak Rusia tidak akan berkompromi soal isu teritorial.

"Krimea, Sevastopol, Kherson, Zaporizhia, Donetsk, dan Luhansk adalah bagian dari Federasi Rusia. Wilayah-wilayah ini telah diabadikan dalam Konstitusi Federasi Rusia. Ini adalah fakta yang tidak bisa diubah," kata Peskov, dikutip dari Anadolu.

 


Editor: A. Sentosa
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo