Dark
Light
Dark
Light

Mobil Gus Dur Dikejar Dua Polisi Pake Moge, Ternyata Minta Sesuatu

Mobil Gus Dur Dikejar Dua Polisi Pake Moge, Ternyata Minta Sesuatu

Arina.id. Presiden Republik Indonesia (RI) ke-4, KH. Abdurrahman Wahid atau dikenal dengan sebutan Gus Dur kerap menampilkan humor hingga membikin gelak tawa.

Cerita kali ini dihadirkan oleh pemilik nama lahir Abdurrahman ad-Dakhil dalam sebuah kesempatan perjalanan dari suatu tempat di daerah Jember, Jawa Timur.

Alkisah, Gus Dur baru saja mengisi ceramah. Putra eks Menteri Agama Wahid Hasyim sekaligus cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hasyim Asy'ari, itu dibuntuti dua polisi yang mengendarai motor gede alias moge. 

Dengan kecepatan tinggi, dua motor polisi menyalip mobil Gus Dur. Aksi yang dilakukan kedua polisi sontak membuat sang sopir kaget.

Sejurus kemudian, polisi itu berhasil menghentikan mobil Gus Dur. Heran dengan kelakuan yang ditunjukkan polisi karena seolah mengejar dirinya, Gus Dus langsung menanyai maksud kedua abdi negara itu.

"Apa apa?" demikian yang disampaikan Gus Dur kepada kedua anggota Bhayangkara. 

Salah satu dari polisi lantas menjawab dengan cukup sopan. "Assalamu’alikum, kiai," ujar polisi.

Merasa heran, Gus Dur kembali bertanya kepada polisi apa maksud menghentikan mobil yang ditumpangi. 

"Waalaikumussalam. Ini ada apa, kan saya sudah pergi. Sana pergi kalian," jawab Gus Dur.

Mendengar gertakan Gus Dur, polisi itu akhirnya menjelaskan maksud dan tujuanya hingga mengejar mobil tersebut.

"Begini kiai, mohon maaf, saya tadi belum sempat salaman sama njenengan, jadi terpaksa saya mengikuti kiai. Tolong kiai, saya ingin salaman," beber sang polisi.

Ternyata, kedua polisi itu hanya bermaksud ingin salaman dengan Gus Dur lantaran belum sempat melakukan di lokasi acara. Mereka pun akhirnya sukses mencium tangan Gus Dur dan merasa puas tujuannya tercapai.

"Matur nuwun kiai. Selamat jalan ya," tuturnya.

Gus Dur lantas berkelakar melihat tindakan yang dilakukan kedua polisi. Pada zaman orde baru (orba), ceramah Gus Dur memang sering dibikin susah. Namun sebaliknya, kedua polisi itu malah ingin salaman dengan dirinya. 

"Begitu lah orang NU. Tadinya mereka (polisi) sudah repot-repot disuruh menjaga supaya ceramah saya tidak sukses, eeh...ujung-ujungnya pengen salaman," tutur Gus Dur. 

Cerita ini diambil dari laman NU Online dengan judul "Kumpulan Humor Gus Dur tentang Polisi dan Tentara" yang ditulis oleh Patoni.
 


Editor: Abdul Fatah
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo