Arina.id - Setelah gempa berkekuatan 8,7 di pantai timur Semenanjung Kamchatka Rusia, Rabu pagi 30 Juli 2025 pukul 08.25 waktu setempat, kini muncul peringatan tsunami bakal menghantam sepanjang pantai pasifik Jepang, yang membentang dari Hokaido hingga Wakayama.
Peringatan gelombang tsunami setinggi tiga meter itu diperingatkan oleh otoritas Pemerintahan Jepang pukul 10.10 pagi waktu setempat. Kantor berita Jepang, NHK, mengutip kantor Badan Geologi Amerika Serikat (AS), melaporkan pusat gempa ada di kedalaman 18,2 kilometer di bawah permukaan laut.
Akibat gempa tersebut, pemerintah Jepang dan seorang ahli geologi negeri Nipon mengatakan Jepang akan menghadapi tsunami dengan ketinggian tiga meter, kemudian diikuti gelombang lebih tinggi lagi. Situasi itu bakal mirip dengan tsunami akibat gempa yang terjadi pada 1952 di lepas Pantai Semenanjung Kamchatka.
Profesor Imamura Fumihiko dari International Research Institute of Disaster Science mengatakan, "ketinggian gelombang tsunami kira-kira tiga meter menghantam Jepang setelah gempa tersebut."
Dia melanjutkan, tsunami yang dipicu gempa di sekitar daerah Kamchatka cenderung tiba sesuai dengan prediksi waktu. Namun kemudian akan diikuti oleh tsunami yang lebih besar. Profesor mengatakan tsunami terbesar bisa lebih lama waktunya mencapai pantai Jepang.
Saat ini pemerintah negeri matahari terbit itu telah mendirikan pusat informasi pada pukul 08.37 pagi waktu setempat di Kantor Perdana Menteri. Para pejabat dari kementerian dan lembaga terkait telah menghubungi pemerintah lokal untuk mengumpulkan informasi ancaman tsunami tersebut.

Editor: Muhammad Taufiq


