Dark
Light
Dark
Light

Gara-gara Bela Israel lawan Iran, Amerika Harus Rogoh Kocek hingga 848 Triliun

Gara-gara Bela Israel lawan Iran, Amerika Harus Rogoh Kocek hingga 848 Triliun

Arina.id — Amerika Serikat telah menghabiskan sedikitnya US$47,1 miliar atau sekitar Rp848 triliun guna memberikan dukungan Israel dalam perang melawan Iran. Besarnya biaya perang ini menjadi sorotan menjelang pemilihan paruh waktu AS, di tengah perdebatan mengenai penggunaan uang pembayar pajak untuk membiayai operasi militer.

Angka tersebut diungkapkan Pentagon kepada anggota Kongres AS dan dilaporkan sejumlah media, termasuk The New York Times. Perkiraan itu mencakup biaya operasional perang serta proyeksi penggantian persenjataan yang telah digunakan dalam konflik sejak 28 Februari 2026.

Nilai tersebut belum mencakup seluruh beban keuangan yang mungkin harus ditanggung pemerintah AS. Biaya perbaikan pangkalan militer di Timur Tengah yang rusak akibat serangan Iran dan pengeluaran bahan bakar untuk mengoperasikan kapal serta pesawat militer belum masuk dalam perhitungan tersebut.

Besarnya pengeluaran perang menjadi persoalan politik bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu pada Selasa, 3 November 2026. Pemilihan ini akan menentukan apakah Partai Republik mampu mempertahankan kendali atas Kongres untuk dua tahun berikutnya.

Anggaran Militer Terkuras

Rincian pengeluaran Pentagon menunjukkan besarnya sumber daya yang dikerahkan untuk mendukung perang melawan Iran.

Angkatan Udara AS menghabiskan sekitar US$7,6 miliar untuk operasi pesawat tempur dan pembom. Sementara itu, Angkatan Laut mengeluarkan US$1,5 miliar untuk mendukung sekitar dua lusin kapal perang dan kapal induk.

Angkatan Darat AS tercatat menghabiskan US$2,1 miliar untuk mendukung pasukan yang ditempatkan di Timur Tengah.

Selain biaya operasional tersebut, Pentagon memperkirakan kebutuhan sekitar US$29 miliar untuk mengganti amunisi, bom, peluru, dan perangkat keras militer lain yang telah digunakan selama perang.

Pemerintah AS juga mengeluarkan US$6,1 miliar untuk mengganti pesawat dan persenjataan yang rusak. Biaya lainnya meliputi US$645 juta untuk transportasi dan dukungan pasukan khusus, serta US$24,5 juta untuk dukungan medis bagi personel militer.

Komando Transportasi AS turut menghabiskan US$92,2 juta untuk memindahkan peralatan militer. Adapun Komando Siber AS mengeluarkan US$14 juta untuk mendukung operasi siber.

Pengeluaran tersebut mencerminkan luasnya kebutuhan logistik dan operasional militer AS. Menurut Komando Pusat militer AS, lebih dari 50.000 personel militer Amerika ditempatkan di Timur Tengah, baik di pangkalan permanen maupun lokasi penugasan lainnya.

Biaya Perang Belum Sepenuhnya Terhitung

Perkiraan US$47,1 miliar itu belum menggambarkan keseluruhan biaya perang dalam jangka panjang. Pemerintah AS masih harus memperhitungkan pemulihan fasilitas militer yang rusak serta biaya operasional lain yang belum masuk dalam laporan.

Penggantian persenjataan juga berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran pertahanan. Dana yang digunakan untuk mengisi kembali persediaan amunisi harus bersaing dengan kebutuhan militer lain, termasuk pemeliharaan peralatan dan kesiapan operasional pasukan.

Di sisi lain, perang juga menimbulkan korban di kalangan personel militer AS. Pentagon secara terbuka mengakui 18 anggota militernya tewas dalam konflik tersebut. Namun, The Washington Post, mengutip enam pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan jumlah korban tewas sedikitnya 22 orang.

Data resmi Sistem Analisis Korban Pertahanan Pentagon mencatat 865 personel militer AS terluka dalam perang melawan Iran.

Angka korban tersebut menambah dimensi lain dalam perdebatan mengenai biaya perang. Pengeluaran pemerintah tidak hanya berkaitan dengan persenjataan dan pengerahan pasukan, tetapi juga dengan penanganan korban serta pemulihan personel yang terluka.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo