Jakarta, Arina.id - Sebuah tragedi menjelang perayaan Natal di Madeburg Jerman menghentak dunia. Orang-orang pengunjung pasar yang semula kalem saja mendadak histeris berhamburan. Suasana tenang pun berubah mencekam.
Malam nahas itu disebabkan sebuah mobil BMW hitam melaju kencang, kemudian tiba-tiba saja menabrak kerumunan pengunjung pasar dadakan hingga menyebabkan 200 korban, Jumat 20 Desember 2024. Lima di antara para korban tersebut meninggal dunia.
Jerman menyebut peristiwa itu sebagai "tragedi madeburg", dan kini menjadi salah satu yang membetot publik di penghujung 2024, genap lima hari menjelang perayaan Natal tahun ini.
Pihak berwenang Kota Madeburg belum secara resmi mengungkap nama tersangka. Kepolisian setempat hanya menjelaskan kalau pelaku seorang dokter psikiatris pembenci Islam asal Arab Saudi yang sudah beberapa tahun ini tinggal di Jerman.
Namun media lokal menyebut tersangka bernama Taleb berusia 50 tahun. Ia seorang dokter psikiatri dan psikoterapi. Taleb ditangkap di lokasi dalam keadaan babak belur dipukuli masa. Dalam akun Media Soail X, Taleb mengaku telah murtad--keluar dari Islam.
Dalam cuitannya Taleb juga acap kali mengunggah konten-konten anti-Islam dan kritik terhadap agama, sambil membagi ucapan selamat kepada murtadin atau orang-orang Islam yang telah meninggalkan agama.
Dia bahkan mengkritik otoritas pemerintah Jerman telah gagal membentengi negaranya, gagal berbuat cukup untuk memerangi "Islamisme Eropa." Dia juga menyuarakan dukungan untuk partai sayap kanan dan anti-imigran Alternatif for Jerman (AfD).
Reporter New York Time Christopher F Scuetze, mengutip pernyataan otoritas setempat menyebut kalau Taleb pertama kali datang ke Jerman pada 2006 dan bekerja sebagai dokter di sebuah kota kecil yang berlokasi sekitar 25 mil di sebelah selatan Kota Magdeburg. Dalam tragedi tersebut, korbannya juga bukan hanya orang dewasa, namun anak-anak pula.
Setelah tragedi itu, Arab Saudi pun mengutuk serangan serangan yang dilakukan Taleb. Dalam sebuah pernyataan oleh Kementerian Luar Negeri. "Kerajaan Arab Saudi mengekspresikan solidaritasnya dengan rakyat Jerman dan keluarga korban."
Juru Bicara Pemerintahan Lokal Madeburg, Michael Reif, mengatakan lebih dari 65 orang terluka, 14 diantaranya parah. Pihak berwenang hakul yakin serangan tersebut disengaja. Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serangan, termasuk keterlibatan pelaku-pelaku lain.
Gubernur negara bagian Saxony-Anhalt Reiner Haseloff, menyampaikan keprihatinannya. "Setiap nyawa manusia yang hilang dalam serangan ini adalah tragedi yang mengerikan dan satu nyawa manusia terlalu banyak," katanya.
Bundesliga Mengheningkan Cipta
Deutsche Football League (DFL) selaku operator Bundesliga atau Liga Jerman menetapkan aturan untuk mengheningkan cipta selama satu menit menjelang kick-off pertandingan untuk memperingati serangan di Magdeburg. DFL juga mengimbau kepada seluruh tim peserta menggunakan pita hitam di pertandingan.
Kebijakan ini mulai berlaku pada pekan pertandingan ke-15 dan ke-17 Liga Jerman. "Hal itu untuk mengenang para korban serangan Jumat di pasar Natal di Magdeburg," tulis keterangan resmi Bundesliga, Minggu, 22 Desember 2024.
"Sepak bola Jerman dikejutkan oleh serangan ini, dan pikirannya bersama para korban dan keluarga mereka pada saat yang sulit ini. Kami juga berharap yang terluka cepat sembuh," tulis Bundesliga.
Sebelumnya, Liga Bola Tangan Jerman telah menunda pertandingan kandang Bundesliga yang mempertemukan Magdeburg dan Eisenach, yang awalnya dijadwalkan pada Minggu sore waktu setempat.
Pada Jumat waktu setempat, terdapat insiden sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menerobos kerumunan pengunjung pasar Natal di kota Magdeburg, Saxony-Anhalt. Insiden ini setidaknya membuat lebih dari 200 orang mengalami luka-luka dan hingga berita ini tersiar terdapat lima korban yang dinyatakan meninggal.
Editor: Muhammad Taufiq


