Jakarta, Arina.id — Enam kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur berhasil menunjukkan hasil gemilang.
Berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count baik dari lembaga survei maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) mereka berhasil menunjukkan kemenangan sementara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 yang digelar pada Rabu (27/11/2024).
Mereka adalah Khofifah Indar Parawansa, Ahmad Luthfi, Suhardi Duka, Abdullah Sani, Jihan Nurlaela, dan Sarbin Sahe, yang semuanya berhasil unggul dari pasangan calon lainnya di Pilgub masing-masing provinsi.
1. Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa, yang kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur, berhasil mempertahankan kursi gubernur untuk periode kedua dengan mengalahkan rivalnya. Khofifah yang berpasangan dengan Emil Dardak unggul di 36 kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Hal ini berdasarkan data Form C dari semua TPS yang diunggah KPU kabupaten dan kota, mulai terpetakan raihan suara ketiga paslon Pilgub Jatim. Diketahui, dari hasil data melalui laman KPU per Jumat pukul 12.00 WIB.
Pasangan ini memeroleh dukungan suara terbanyak, mengalahkan pasangan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta dan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim.
Khofifah adalah tokoh yang lahir dan dibesarkan dari PMII. Ia merupakan perempuan pertama yang menjadi ketua PMII Cabang Surabaya pada tahun 1986 dan Ketua Mabinda PKC PMII Jawa Timur.
Pada tahun 2000, ia terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, memimpin roda organisasi sayap perempuan NU selama empat periode.
Khofifah memulai karier politiknya saat usianya 20-an, ia berhasil menduduki kursi anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 1992 - 1998. Ia pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI pada tahun 1999 dan menjadi Ketua Komisi VII DPR RI pada tahun 2004.
Perempuan kelahiran Surabaya, 19 Mei 1965 itu pernah dipercaya menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Kemudian pada 2014-2018 sebagai Menteri Sosial Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Setelah itu, periode karier politiknya terus berlanjut ia dipercaya untuk memimpin Jawa Timur dengan menjadi Gubernur periode 2019-2024 bersama dengan pasangan wakil Gubernur Emil Elistyanto Dardak yang berhasil memenangkan Pilkada Jatim pada 27 Juni 2018.
2. Ahmad Luthfi
Sementara itu, Ahmad Luthfi juga sukses meraih kemenangan dalam Pilgub Jawa Tengah, berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen. Mengutip dari data real count KPU pada Jumat (29/11/2024) pukul 18.16 Wib, Ahmad Luthfi-Taj Yasin mendulang perolehan suara sebesar 59,14 persen dari total keseluruhan atau setara dengan 11.350.609 suara. Adapun, paslon yang diusung oleh parpol PDIP yaitu Andika Perkasa-Hendrar Prihadi harus berpuas diri dengan perolehan suara sebesar 40,86 persen atau setara dengan 7.841.476 suara.
Ahmad Luthfi pernah aktif menjadi Ketua PMII ketika menempuh pendidikan di UIN Ampel Surabaya dan pernah menamatkan pendidikan di pondok pesantren Al Islah Kediri Jawa Timur.
Pria kelahiran Surabaya, 22 November 1966 silam merupakan lulusan dari Sepa Milsuk Polri tahun 1989 yang berpengalaman dalam bidang Intelijen Keamanan. Ia juga mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah.
Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, sebelum akhirnya pensiun dini karena mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur dalam Pemilihan Umum Gubernur Jawa Tengah 2024.
3. Suhardi Duka
Suhardi Duka berhasil mengungguli rivalnya dalam Pilgub Sulawesi Barat. Suhardi Duka yang berpasangan dengan Salim S. Mengga berhasil unggul dalam hitung cepat atau quick count Indikator dengan meraih 44,28 persen suara dengan data terkumpul 82 persen.
Suhardi Duka pernah aktif di PMII Sulawesi Barat dan kini mendapat kepercayaan sebagai Majelis Pertimbangan Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII. Pria kelahiran Mamuju 10 Mei 1962 silam pernah menjabat Bupati Mamuju selama 2 periode yakni 2005–2010 dan 2010–2015 dan juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Mamuju periode 2000–2005.
4. Abdullah Sani
Di Jambi, Abdullah Sani yang maju sebagai calon wakil gubernur bersama petahana Al Haris, berhasil meraih kemenangan dengan perolehan 60,70 persen suara, mengalahkan pasangan Romi Hariyanto dan Sudirman. Hasil ini diperoleh dari quick count yang dilakukan di 275 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Provinsi Jambi. Dengan tingkat akurasi yang tinggi dan data yang sudah mencapai 93 persen, selisih 21,40 persen.
Abdullah Sani merupakan Ketua Umum Pengurus Wilayah IKA PMII Provinsi Jambi. Bersama petahana gubernur Jambi, Al Haris, ia kembali maju mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Jambi dengan jargon Jambi Mantap Jilid II. Dalam hitung cepat Pilkada serentak keduanya mendapat perolehan suara terbanyak dari paslon lain.
Sani merupakan politisi sekaligus akademisi yang lahir pada 8 September 1956 di Jambi. Ia merupakan politisi yang mendapat gelar Paduko Agungmulyo Agamo, sebuah gelar adat melayu Jambi. Abdullah Sani adalah lulusan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Thaha Saifuddin. Ia juga orang yang aktif dalam organisasi keagamaan di Jambi.
Ia juga merupakan anggota Nahdlatul Ulama (NU) dengan jabatan sebagai Wakil Ketua NU Provinsi Jambi. Selain itu, dia juga merupakan wakil ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jambi.
Ia pernah menjabat sebagai staf ahli wali kota Jambi bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia pada 2001 hingga 2009. Terakhir, dia dipercaya menjadi asisten II bidang ekonomi dan pembangunan sekretariat daerah (setda) Kota Jambi pada 2010 hingga 2011.
Karier eksekutifnya dimulai dengan terpilih sebagai wakil wali kota Jambi periode 2013-2018. Kemudian, Abdullah Sani terpilih sebagai wakil gubernur Provinsi Jambi mendampingi Al Haris sejak 2021.
5. Jihan Nurlaela
Jihan Nurlaela, kandidat Wakil Gubernur termuda di Pilkada Lampung 2024 juga menunjukkan performa yang sangat baik. Maju berpasangan dengan Rahmat Mirzani Djausal, pasangan ini memperoleh elektabilitas sebesar 68,9 persen berdasarkan survei LSI jauh mengungguli pasangan Arinal-Sutono yang hanya mendapatkan 22,3 persen.
Jihan memiliki latar belakang pendidikan kedokteran dan pernah menjadi anggota DPD RI. Perempuan kelahiran Lampung, 22 April 1994 ini juga aktif di PMII Lampung dan menjadi penasehat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) Lampung Timur.
6. Sarbin Sahe
Di Maluku Utara, Sarbin Sahe yang maju sebagai calon Wakil Gubernur bersama Sherly Tjoanda, berhasil meraih kemenangan telak dengan memperoleh 50,73 persen suara dalam hitung cepat yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Hasil tersebut berdasarkan data suara masuk 100 persen dengan tingkat partisipan 81,07 persen. Adapun margin of error dalam quick count ini sebesar 2,73 persen.
Pria kelahiran Halmahera Selatan, pada 5 Juli 1970 itu pernah aktif sebagai pengurus PMII Ternate, Maluku Utara dan menamatkan pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, serta meraih titel Magister di IAIN Ternate tahun 2010 lalu.
Sebelum mengawal karier politiknya, Sarbin mulanya mengawali karier sebagai ASN yang bertugas sebagai Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Oba, di Kota Tidore Kepulauan pada tahun 1999.
Selanjutnya diangkat menjadi Kasi Urais Departeman Agama di Halmahera Tengah tahun 2001, Kasi PHU Kanwil Kemenag Maluku Utara tahun 2005, Kasi Madrasah Kanwil Kemenag Maluku Utara tahun 2009, dan Kasubag Perencanaan dan Keuangan Kanwil Kemenag Maluku Utara tahun 2012.
Setahun kemudian, jabatannya naik menjadi Kabid Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Maluku Utara, lalu Kabag TU pada tahun 2014. Sarbin diangkat menjadi Kepala Kantor Kemenag Kota Tidore Kepulauan tahun 2017 dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara pada 27 Juli 2018 hingga tahun 2022.
Sarbin kemudian dilantik oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara, di gedung HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama, Jakarta, pada Selasa 4 Oktober 2022 lalu. Sarbin Sehe juga pernah menjabat sebagai Ketua NU Maluku Utara sejak tahun 2017-2022.
Editor: Kendi Setiawan


