Jakarta, Arina.id—Kementerian Agama RI mengukuhkan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada Indonesia. Peresmian ini menjadi wujud komitmen dalam memperkuat harmoni sosial, toleransi, serta persaudaraan lintas iman di Indonesia.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar mengatakan Wisma Sangha Theravada memiliki nilai historis dan simbolik karena keberadaannya mendapat pengakuan dari berbagai unsur bangsa, baik sipil maupun militer.
"Hal ini menunjukkan bahwa Rumah Moderasi Beragama merupakan milik bersama seluruh elemen masyarakat," kata Menag Nasar, Selasa (27/01) di Jakarta.
Nasar menegaskan bahwa rumah moderasi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi umat Buddha, tetapi terbuka bagi seluruh masyarakat sebagai ruang dialog dan perjumpaan lintas agama.
"Rumah moderasi ini bukan hanya milik umat Buddha, tetapi rumah besar bagi kemanusiaan. Tempat untuk membangun perjumpaan, memperkuat dialog, dan menumbuhkan semangat persaudaraan," ujar Nasar.
Ia menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan sikap untuk tetap teguh pada keyakinan masing-masing, sekaligus terbuka untuk hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain.
"Esensi moderasi adalah tetap teguh dalam keyakinan, namun terbuka untuk hidup berdampingan secara damai. Kita tidak mencari persamaan, tetapi titik temu kemanusiaan," katanya.
Nasar menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama. Menurutnya, harmoni harus terjalin tidak hanya antara manusia dengan Tuhan dan sesama, tetapi juga dengan alam.
"Merawat bumi adalah bagian dari pengamalan ajaran agama. Tidak mungkin kita mencapai kedamaian batin jika lingkungan tempat kita hidup mengalami kerusakan,”ujarnya.
Editor: Suci


