Arina.id. Kecelakaan pesawat asal Korea, Jeju Air, terjadi pada Minggu, 29 Desember 2024. Jumlah korban mencakup mayoritas penumpang yang berada di pesawat nahas tersebut.
Laporan terbaru AP News menyebutkan setidaknya 177 orang menjadi korban tewas dalam insiden kecelakaan pesawat Jeju Air.
Berdasarkan keterangan Badan Pemadam Kebakaran Korea Selatan, para korban terdiri dari 84 perempuan dan 82 laki-laki. Sedangkan 11 korban lain belum dapat diidentifikasi terkait jenis kelaminnya.
Pesawat Jeju Air dilaporkan jatuh pada pukul 9.03 pagi waktu setempat. Awalnya, pesawat mencoba untuk mendarat di kota Muan yang berjarak sekitar 290 kilometer (180 mil) sebelah selatan Seoul.
Berdasarkan keterangan Kementerian Transportasi, pesawat Jeju Air yang jatuh itu termasuk pesawat jet Boeing 737-800. Usianya 15 tahun dan baru saja kembali dari Bangkok.
Penyebab awal jatuhnya pesawat Jeju Air adalah terdapat serangan burung kepada pesawat sesaat sebelum mendarat.
Pilot dikatakan sempat mengirimkan sinyal bahaya sebelum pesawat melewati landasan pacu hingga tergelincir melintasi zona penyangga dan akhirnya menabrak dinding.
Sementara Yonhap News Agency memberitakan pesawat jet ini membawa 181 orang yang mencakup 175 penumpang dan 6 kru.
Pesawat sempat melakukan pendaratan secara darurat dan keluar dari landasan pacu di Bandara Internasional Muan, Muan, Provinsi Jeolla Selatan.
Kejadian berikutnya adalah pesawat meledak di Muan, bandara yang berada di wilayah barat daya Korea Selatan. Sejumlah 177 orang tewas dan dua lainnya hilang. Di lain sisi, dua awak pesawat Jeju Air dilaporkan selamat.
"Setelah pesawat menabrak dinding, para penumpang terlempar keluar dari pesawat. Kemungkinan untuk selamat sangat kecil," beber seorang petugas Pemadam Kebakaran.
Operasi pencarian korban akan dilanjutkan hingga malam hari guna menemukan dua orang yang masih belum ditemukan.
Editor: Abdul Fatah


