Jakarta, Arina.id — Sejak fase pemberangkatan hingga puncak prosesi ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), keluhan jemaah terus bermunculan.
Salah satu sorotan terbesar datang dari kebijakan sistem multi syarikah yang memecah rombongan keluarga jemaah. Media sosial pun hingga kini ramai keluhan dari jemaah haji.
Menanggapi itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan pihaknya belum memiliki data yang komprehensif untuk melakukan assessment itu, karena data yang saat ini didapatkan masih sebagian dan harus dikumpulkan.
"Yang laporan susah-susah ada, yang laporan senang juga banyak. Yang bilang makanan enak dan sebagainya juga banyak. Untuk bisa memberikan assessment kita tentu membutuhkan data yang komprehensif," tutur Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Gus Yahya menegaskan, organisasi sebesar PBNU tidak akan ikut serta mencela tanpa dasar yang kuat. Sikap yang akan dibangun yakni yang bertanggung jawab dan solutif.
"NU ini kan organisasi besar yang strategis, jadi enggak boleh kalau cuma ikut-ikutan ngeluh, mencela, dan lain sebagainya. Kita harus konstruktif," katanya.
PBNU, kata Gus Yahya, akan menunggu hingga seluruh data dan laporan dari pelaksanaan haji tahun ini terkumpul agar dapat memberikan pemandangan yang menyeluruh dan mendalam.
"Mudah-mudahan segera kita bisa mendapatkan data utuh itu setelah menyelesaikan seluruh proses ini," Gus Yahya menegaskan.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya mendoakan agar jamaah haji yang masih ada di Tanah Suci selamat hingga kembali ke Tanah Air.
"Selamat sudah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, mudah-mudahan seluruhnya mendapatkan haji yang mabrur dan mudah-mudahan sesudah ini semua yang dijalani sampai kembali ke Tanah Air bisa lebih lancar, aman, nyaman, selamat dan semuanya bisa kembali ke tanah air dengan selamat dan sehat wal afiat dalam keadaan sehat sentosa," tandasnya.
Editor: Kendi Setiawan


