Dark
Light
Dark
Light

Rupiah Diproyeksikan Melemah, Tertekan Harga Minyak dan Sentimen Global

Rupiah Diproyeksikan Melemah, Tertekan Harga Minyak dan Sentimen Global

Jakarta, Arina.id—Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (25/9/2026).

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan kondisi ekonomi domestik.

Dilansir dari Investasi, rupiah di pasar spot pada Kamis (24/9/2026) melemah 0,55 persen ke level Rp17.916 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) turun 0,53 persen menjadi Rp17.898 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari kenaikan harga minyak mentah acuan Brent dan West Texas Intermediate (WTI) yang menembus US$100 per barel setelah serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi.

Selain itu, fenomena El Nino turut menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu pasokan pangan.

"Cadangan devisa kemungkinan menyusut akibat intervensi di pasar NDF, sedangkan indeks keyakinan konsumen kemungkinan turun dari Agustus," ujar Ibrahim, Jumat, 25 September 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu defisit neraca perdagangan Indonesia pada Agustus serta menahan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur September di zona kontraksi.

Di sisi lain, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan. Langkah tersebut dinilai sebagai jeda sementara di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan kenaikan imbal hasil global.

Untuk perdagangan Jumat (25/9/2026), rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.910 hingga Rp18.000 per dolar AS.


Editor: Suci
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo