Dark
Light
Dark
Light

Usai Pemilu, PBNU Bakal Keluarkan Pernyataan Sikap dan Aktifkan Kembali Pengurus yang Masuk Timses

Usai Pemilu, PBNU Bakal Keluarkan Pernyataan Sikap dan Aktifkan Kembali Pengurus yang Masuk Timses

Arina.id ~ Usai pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) pada Rabu (14/02/2024) lalu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengeluarkan pernyataan sikap.

Pernyataan sikap akan disampaikan oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, bersama jajarannya dan diagendakan dilakukan di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat.

Terkait dengan pelaksanaan pemiilu, PBNU meminta masyarakat menjaga agar pesta demokrasi berjalan damai. PBNU menyebut semua paslon harus siap menang atau kalah.

"Siapa pun yang menang, masyarakat diminta untuk mendukung dan menghargainnya," ujar Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Kembali aktifkan pengurus
Dengan selesainya pemilu, PBNU mengaktifkan pengurus PBNU yang sempat terlibat dalam Pemilu 2024. Pengaktifan kembali dimulai Jumat (16/02/2024).

"Setelah ini selesai pemungutan suara dan kita lihat rupanya tidak ada lagi masalah berarti, maka kami mencabut dari teman-teman yang kemarin nonaktif. Mulai hari ini semua personel PBNU maupun pengurus badan otonom telah aktif lagi, laksanakan tugas sebagaimana biasanya," kata Gus Yahya di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat.

Menurut Gus Yahya terdapat 63 personel PBNU yang sempat terlibat dalam pemilu dan dinonaktifkan sementara. Jumlah tersebut terbagi dalam tiap-tiap tim sukses pasangan calon.

"Ada lebih 60 orang, ada 63 orang personel PBNU yang terlibat kontestasi sebagai timses, sebagai juru kampanye dan lain-lain maupun caleg," terang Gus Yahya.

Dia meyakini keputusan ini sudah sesuai. Dia menilai pemilu sudah berjalan baik sehingga tidak ada masalah lagi untuk kembali mengaktifkan status para pengurus di tubuh PBNU.

"Karena sampai sekarang kita tidak melihat potensi masalah yang berarti. Dari laporan-laporan, kami mendengarkan berbagai info, kami tak melihat ada potensi masalah yang berarti," ungkap Yahya.

PBNU kata Gus Yahya, merasa yakin juga untuk mencabut penonaktifan teman-teman karena kami butuh mereka kembali. "Karena ini urusan banyak sekali. Butuh mereka segera bekerja lagi seperti biasa," pungkasnya.

Seperti diketahui, menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, PBNU menonaktifkan 63 fungsionaris pengurus. Mereka dinonaktifkan karena mencalonkan diri sebagai anggota legislatif (caleg) dan menjadi tim sukses capres-cawapres 2024.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi H Amin Said Husni di Jakarta, pada Ahad (21/01/2024). Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 285/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024, sedikitnya terdapat 63 nama fungsionaris yang dinonaktifkan dari jajaran Pengurus Harian dan Pleno PBNU.

"Mereka tersebar di beberapa partai dan semua calon presiden. Ada yang menjabat sebagai Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah, A'wan Syuriyah, hingga pengurus badan otonom dan lembaga," ujar kata Said dikutip dalam laman NU Online.

Penonaktifan fungsionaris PBNU itu terhitung sejak tanggal penetapan oleh lembaga yang berwenang, sampai dengan selesainya proses pemilu 2024.

Semua fungsionaris tersebut adalah nama-nama yang secara resmi tercatat sebagai calon legislatif dan tim sukses calon presiden dan wakil presiden.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo