Dark
Light
Dark
Light

Alissa Wahid: Keadilan dan Kesejahteraan Ekonomi Rakyat Lebih Mendesak Daripada Hanya Hentikan Kekerasan

Alissa Wahid: Keadilan dan Kesejahteraan Ekonomi Rakyat Lebih Mendesak Daripada Hanya Hentikan Kekerasan

Jakarta, Arina.id—Tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB), Alissa Wahid menilai tewasnya pengemudi ojek online (ojol),  Affan Kurniawan, akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi demonstrasi 28 Agustus 2025 bukanlah peristiwa tunggal. 

Menurutnya, praktik kekerasan oleh aparat kepolisian sudah berulang kali terjadi, namun suara rakyat kerap diabaikan.

"Sudah berkali-kali terjadi dan teriakan rakyat selama ini tidak pernah diindahkan sehingga kemudian kemarahannya menjadi seperti ini," kata Alissa dalam konferensi pers GNB di Griya Gus Dur, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2025).

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak cukup hanya mengeluarkan perintah tegas kepada pihak-pihak yang menunggangi aksi massa. Hal yang lebih mendesak, kata Alissa, adalah memastikan keadilan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

"Itu harus segera diwujudkan kalau tidak semakin lama oksigennya semakin habis dan kita tidak tahu lagi dalam kondisi masih diperbolehkan dalam kondisi eksesif rakyat bisa kembali marah lebih berat lagi. Itu lebih  berbahaya," ujarnya.

Alissa juga menyoroti respons Presiden Prabowo Subianto yang lebih menekankan pada penanganan kondisi penjarahan dan anarkis. Padahal, menurutnya, demonstrasi kali ini berbeda dengan sebelumnya karena kemarahan rakyat begitu kuat dan meluas sudah dimulai dari Pati.

"Kalau tidak ada kemarahan tersebut, siapapun penunggangnya tidak akan bisa menggerakkan massa sebesar ini. Rakyat punya logika rasa, kalau selama ini rakyat tidak bergerak bukan berarti tidak merasakan dan mengindahkan apa yang terjadi," kata Alissa.

Ia menggambarkan kondisi ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah, DPR, politisi, hingga aparat kepolisian sudah mencapai titik kritis.

"Kepercayaan itu seperti oksigen. Saat ada, kita tidak merasa, tapi ketika tidak ada kita sesak napas. Itu yang terjadi sekarang karena ketidakpercayaan sudah sedemikian kuat,”tegasnya.

Tokoh GNB lainnya, Romo Magnis Suseno mengingatkan adanya potensi penunggang gelap dalam aksi-aksi demonstrasi. Menurutnya, niat rakyat dan mahasiswa yang turun ke jalan adalah menyampaikan aspirasi, bukan melakukan perusakan.

"Mahasiswa sudah jelas mengatakan, mereka tidak akan merusak dengan menjarah dan sebagainya. Kelompok lain pun menyampaikan hal yang sama. Karena itu, harus benar-benar diperhatikan agar situasi ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berniat jahat,” kata Romo Magnis.

Konpres  juga dihadiri Tokoh GNB lainnya di antaranya Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, Gomar Gultom, Erry Riyana Hardjapamekas, Fransicia Saveria Sika Seda, Laode Muhammad Syarif, A. Setyo Wibowo SJ, Lukman Hakim Saifuddin.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo