Dark
Light
Dark
Light

Banyumas Kekurangan 1.778 Guru, Disdik Gandeng Tiga Kampus

Banyumas Kekurangan 1.778 Guru, Disdik Gandeng Tiga Kampus

Banyumas, Arina.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banyumas mencatat kekurangan 1.778 tenaga pengajar untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Disdik memetakan beban mengajar guru dan menggandeng tiga perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

Kepala Disdik Banyumas Widodo Sugiri mengatakan, pemetaan dilakukan untuk mengetahui beban jam mengajar guru kelas maupun guru mata pelajaran di tingkat SD dan SMP.

“Kami lakukan pemetaan terhadap beban jam mengajar, baik tingkat SD maupun SMP,” kata Sugiri kepada wartawan, Jumat (18/9/2026) dikutip dari laman indiebanyumas.com.

Menurutnya, hasil pemetaan digunakan untuk memaksimalkan pemenuhan jam mengajar guru yang tersedia. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kekosongan jam pelajaran di sejumlah sekolah.

Selain pemetaan, Disdik Banyumas bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Islam Negeri (UIN) Purwokerto, dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui program KKN tematik. Mahasiswa dari tiga perguruan tinggi itu akan ditempatkan di sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pengajar untuk membantu memenuhi kebutuhan jam pelajaran.

“Paling tidak ada mengisi kekosongan jam-jam pelajaran,” ujar Sugiri.

Program KKN tematik tersebut direncanakan berlangsung selama sekitar enam bulan. Penempatan mahasiswa dilakukan secara proporsional berdasarkan kebutuhan masing-masing sekolah.

Sugiri mengatakan program tersebut belum dapat menjadi solusi permanen atas kekurangan guru. Namun, KKN tematik diharapkan dapat membantu menjaga proses pembelajaran tetap berjalan sembari menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait pengangkatan guru honorer.

“Karena kekurangan guru ini tidak hanya di Banyumas, tetapi juga di seluruh Indonesia,” katanya.

Berdasarkan pemetaan Disdik Banyumas, kekurangan guru mata pelajaran di jenjang SMP mencapai sekitar 400 orang. Sementara itu, kekurangan guru kelas di jenjang SD mencapai lebih dari 1.300 orang.

Usulan 22 Formasi CPNS
Di sisi lain, Disdik Banyumas telah mengusulkan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tenaga guru. Namun, usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

Jumlah formasi yang diusulkan juga masih terbatas, yakni sekitar 22 formasi.

“Ada usulan CPNS, tetapi belum dijalankan, karena anggaran yang sekarang kan kita tahu semua. Itu pun masih sangat sedikit, sekitar 22 saja,” kata Sugiri.

Dengan kondisi tersebut, Disdik Banyumas masih mengandalkan sejumlah langkah jangka pendek, termasuk pemetaan beban mengajar dan pemanfaatan mahasiswa KKN tematik, untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di sekolah.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo