Parepare, Arina.id–Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare resmi mencatatkan sejarah baru dengan meraih predikat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT),. Pencapaian prestisius ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 3072/SK/BAN-PT/Ak/PT/XII/2025 yang diterima pada Jumat, 12 Desember 2025.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan civitas academica semata, tetapi juga mengukuhkan posisi IAIN Parepare dalam peta pendidikan nasional.
Capaian ini sekaligus menempatkan IAIN Parepare sebagai institusi yang menambah deretan prestasi beberapa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Unggul sebelumnya di bawah naungan Kementerian Agama RI, mensejajarkan diri dengan kampus-kampus Islam terkemuka lainnya di Indonesia, khususnya di kawasan timur.
Kepemimpinan dan komitmen mutu
Rektor IAIN Parepare, Prof Hannani menyambut kabar ini dengan rasa syukur mendalam. Ia menegaskan bahwa predikat Unggul ini adalah jawaban atas kerja keras, dedikasi tinggi, dan komitmen seluruh elemen kampus untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah buah dari komitmen kita bersama untuk terus meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkap Prof Hannani.
Ia menambahkan bahwa status ini bukan sekadar label administratif, melainkan pengakuan menyeluruh atas tata kelola, mutu sumber daya manusia (SDM), serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
Sinergi seluruh elemen kampus
Keberhasilan meraih akreditasi tertinggi ini dinilai sebagai hasil dari sinergi yang solid. Wakil Rektor I sekaligus Ketua Tim Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), Saepudin, menyebut prestasi ini sebagai hasil dari perencanaan strategis dan implementasi nyata dalam tata kelola akademik maupun non-akademik.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor II, Firman, yang menekankan bahwa predikat Unggul akan membuka peluang kolaborasi baru serta memperkuat daya saing lulusan di dunia profesional.
Sementara itu, Wakil Rektor III, Dr. Muhammad Ali Rusdi Bedong, meyakini capaian ini akan meningkatkan reputasi kampus di kancah nasional maupun internasional.
Kepala Biro AUAK, H Muhdin juga menilai capaian ini membuktikan bahwa layanan administrasi dan akademik di IAIN Parepare semakin profesional, tertib, dan akuntabel.
Kekuatan akademik dan apresiasi asesor
Secara data, kualitas IAIN Parepare didukung oleh statistik akademik yang mumpuni. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Muhammad Qadaruddin, mengungkapkan bahwa dari 33 program studi yang ada, 15 di antaranya telah meraih predikat Unggul.
Kekuatan akademik ini semakin kokoh dengan kehadiran 14 guru besar (profesor) dari berbagai bidang keilmuan.
Sebelum penetapan hasil, IAIN Parepare telah menjalani Asesmen Lapangan (AL) pada 8 November 2025. Tim asesor yang diketuai oleh Prof Sudirman dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberikan apresiasi tinggi, menilai kampus ini telah tumbuh pesat terutama dalam aspek peningkatan jumlah guru besar dan prodi unggulan,.
Dukungan Pemerintah Kota dan langkah menuju UIN
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Daerah. Wali Kota Parepare, H Tasming Hamid yang turut hadir saat pembukaan asesmen lapangan, menyampaikan ucapan selamat dan optimismenya.
“Selamat dan sukses untuk IAIN Parepare. Semoga kampus ini terus tumbuh dan memberi dampak positif bagi Kota Parepare,” ujar Tasming Hamid.
Bagi Wali Kota, keberhasilan ini adalah investasi jangka panjang bagi daerah. Ia dan Prof. Hannani sepakat bahwa capaian Akreditasi Unggul ini menjadi modal krusial dalam transformasi IAIN Parepare menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
Perubahan status menjadi UIN diharapkan dapat memperluas mandat keilmuan dan meningkatkan daya tarik mahasiswa, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda ekonomi dan sosial di Kota Parepare.
Dengan status barunya, IAIN Parepare kini siap melangkah lebih jauh sebagai pusat pendidikan Islam yang kompetitif sesuai Rencana Induk Pengembangan (RIP) menuju National Excellence, tidak hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga di kancah nasional dan internasional.
Kontributor: Muhammad Haramain
Editor: Kendi Setiawan


