Dark
Light
Dark
Light

Rumah Hamka di Malaysia Jadi Pusat Intelektual dan Perlindungan WNI

Rumah Hamka di Malaysia Jadi Pusat Intelektual dan Perlindungan WNI

Jakarta, Arina.id—Pengurus Pusat Muhammadiyah bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia meresmikan Rumah Hamka Malaysia, di Batu Caves, Selangor, Malaysia. 

Rumah ini dinamai dari tokoh besar Indonesia, Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka, yang dikenal sebagai ulama, politisi, jurnalis, penulis, filsuf, serta pernah menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 1975-1981. 

Peresmian dihadiri Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia, Danang Waskito. Dia berharap Rumah Hamka dapat memberi manfaat luas, tidak hanya dalam dakwah Islam, tetapi juga sebagai tempat aman bagi WNI di Malaysia.

Ketua Muhammadiyah Malaysia, Fauzi Fatkhur berharap Rumah Hamka menjadi wadah melahirkan generasi intelektual berakhlak mulia serta simbol kolaborasi lintas kalangan dalam semangat ukhuwah Islamiyah.

"Rumah Hamka simbol persatuan dari berbagai lapisan masyarakat dalam ukhuwah Islamiyah, demi kemashlahatan umat. Keberadaan rumah ini bukti nyata kekuatan kolaborasi semua pihak," ujarnya dilansir laman Muhammadiyah, Senin (15/9/2025).

Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Danang Waskito berharap Rumah Hamka dapat membawa kebaikan bagi semua, serta menjadi salah satu tempat untuk memperjuangkan semangat dan khitah Buya Hamka.

"Paling tidak ini merupakan upaya kita bersama untuk selalu meningkatkan ilmu pengetahuan, karena Buya Hamka tidak hanya dikenal sebagai ulama besar namun juga sebagai sastrawan. Kami pernah berbincang dengan Kerajaan Selangor, mereka terkesan dengan Buya Hamka sebagai penggerak literasi dengan novel-novelnya," ujar Danang.

Sementara Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman menyampaikan Rumah Hamka adalah rumah dakwah bagi semua. Semua pihak untuk membangun persatuan, karena tidak ada kekuatan tanpa persatuan.

"Saya juga ingin menyebut nasihat dari Buya Hamka, jangan membiasakan melihat perbedaan, tapi selalulah membangun persamaan'. Karena dengan persamaan kita bisa membangun persaudaraan," kata Agus.

Dia juga mengingatkan pesan Hamka lainnya untuk melakukan segala sesuatu dengan basis keikhlasan.

"Keikhlasan tidak bisa dilihat, namun berasal dari hati dan menyentuh hati. Lakukan semua dengan bahasa ikhlas," ujar Agus.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo