Arina.id -- Menteri Luar Negeri China Wang Yi sempat menghubungi pihak India dan Pakistan, sebelum 2 negara seteru di Asia Selatan itu melakukan gencatan senjata, hari Sabtu (10/5/2025).
Hal tersebut diungkapkan oleh Lin Jian selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dalam konferensi pers di Beijing, China, hari Senin (12/5/2025).
"Pada 10 Mei, Menteri Luar Negeri Wang Yi berbicara dengan Wakil Perdana Menteri Pakistan dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar serta Penasihat Keamanan Nasional India, Shri Ajit Doval, masing-masing untuk menyarankan deeskalasi dan realisasi gencatan senjata jangka panjang," kata Lin Jian, dikutip dari XinHua.
Vikram Misri seorang pejabat Kepala Kementerian Luar Negeri India juga mengungkapkan bahwa kepala operasi militer Pakistan menelepon pihak India hari Sabtu pukul 15.35 waktu setempat. Kedua pihak lantas sepakat untuk menghentikan saling serang mulai pukul 17.00.
"Baik Pakistan maupun India menanggapi dengan positif. China berharap bahwa India dan Pakistan akan memperkuat dan melanjutkan momentum gencatan senjata, menghindari konflik lebih lanjut, menangani perbedaan dengan benar melalui dialog dan negosiasi, serta kembali ke jalur penyelesaian politik," imbuh Lin Jian.
Lin Jian turut menambahkan bahwa China siap berperan aktif untuk mewujudkan gencatan senjata penuh antara India-Pakistan dalam jangka waktu panjang, serta menjaga kawasan tersebut tetap stabil dan kondusif.
"India dan Pakistan adalah dan akan selalu menjadi tetangga. Keduanya juga merupakan tetangga China dan sejak ketegangan mulai meningkat, China telah berkomunikasi erat dengan pihak-pihak terkait dan mendesak kedua negara untuk bersikap tenang dan menahan diri, serta menghindari eskalasi," terang Lin.
Hari Senin (12/5/2025), Letjen Rajiv Ghai selaku Direktur Jenderal Operasi Militer India, bersama mitranya Mayjen Kashif Chaudhry dari pihak Pakistan telah melakukan pembicaraan terkait konflik kedua pihak baru-baru ini.
Ghai dan Chaudhry sudah membahas banyak hal. Di antaranya termasuk pengamanan perbatasan dan garis kontrol (Line of Control) antara India dan Pakistan.
Pemimpin militer kedua negara juga turut membahas soal penggunaan drone dalam misi keamanan. Akan tetapi hasil lengkap kesepakatan kedua pihak sampai saat ini belum dirilis.
Konflik India-Pakistan baru-baru ini meningkat drastis, usai insiden serangan teroris yang menewaskan puluhan wisatawan di wilayah perbatasan India, pada 22 April 2025. Pihak New Delhi lantas menuding Pakistan ada di belakang serangan tersebut.
Hasilnya, pada 7 Mei 2025 dini hari militer India melancarkan serangan udara serta misil ke sejumlah wilayah Pakistan yang dicurigai sebagai markas teroris. Selepas itu saling serang antara militer India dan Pakistan menjadi tak terhindarkan.
Editor: A. Sentosa


