Dark
Light
Dark
Light

Pakar Soroti Etika Berbahasa Jadi Tantangan dalam Dunia Pendidikan

Pakar Soroti Etika Berbahasa Jadi Tantangan dalam Dunia Pendidikan

Jakarta, Arina.id—Fenomena penggunaan bahasa gaul di kalangan anak muda kembali menjadi perhatian para akademisi. 

Kekhawatiran muncul karena tren penggunaan kata-kata yang dianggap kasar justru semakin populer dan dianggap wajar di ruang percakapan sehari-hari.

Akademisi Universitas Nasional (UNAS), Siti Tuti Alawiyah menilai fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. 

"Itu fenomena bahasa gaul yang ada di setiap generasi," ujarnya saat ditemui usai diskusi Festival Bulan Bahasa di UNAS, Jumat 31 Oktober 2025.

Menurutnya, setiap generasi memiliki bentuk ekspresi bahasa sendiri yang tak jarang memunculkan istilah baru termasuk yang dianggap kasar oleh generasi sebelumnya. 

"Di generasi kami dulu belum ada. Itu muncul di generasi 10–15 tahun terakhir. Kami juga banyak melakukan riset tentang bahasa toksik dan bahasa gaul,” katanya.

Tuti menegaskan pentingnya kemampuan beradaptasi dalam berbahasa misalnya dalam forum formal seperti seminar, sidang internasional, atau lokakarya, penggunaan bahasa yang sopan dan elegan tetap harus dijaga. 

"Kita harus mampu melepas bahasa gaul itu ketika berada di forum resmi. Meskipun pesertanya anak muda, bahasa tetap harus formil,” ujarnya.

Ia menilai peran dosen dan lembaga pendidikan sangat penting untuk menumbuhkan kepekaan berbahasa di kalangan mahasiswa. 

Salah satu caranya dengan melibatkan mahasiswa dalam forum-forum nasional dan internasional, bukan hanya sekadar kegiatan akademik di kelas. 

"Kalau hanya kuliah-pulang, mereka tidak akan belajar bagaimana gaya berbicara, gestur, dan etika berbahasa di forum besar,” katanya.

Tuti menekankan, selama bahasa gaul digunakan dalam konteks yang tepat misalnya antar teman sebaya fenomena itu tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. 

"Yang jadi masalah adalah ketika seseorang tidak bisa menyesuaikan tutur katanya sesuai konteks. Kalau dengan dosen, guru, atau orang tua tetap pakai bahasa yang sama, itu tandanya ada masalah dalam adaptasi dan akhlak berbahasa,” tegasnya.

Tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini bukan hanya mengajarkan tata bahasa, tetapi juga menanamkan kesadaran etika dalam berbahasa. 

"Bahasa itu cermin akhlak. Kalau tidak bisa menempatkan diri dalam konteks yang tepat, di situlah persoalan mulai muncul," pungkasnya.

 


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo