Dark
Light
Dark
Light

Gila Hormat, Trump Ingin Mengganti Nama Samudera Atlantik atau Pasifik Jadi Samudera Trump

Gila Hormat, Trump Ingin Mengganti Nama Samudera Atlantik atau Pasifik Jadi Samudera Trump

Arina.id - Presiden Trump tidak hanya ingin membuat gejolak; tapi dia rupanya juga ingin menguasai ombak. Dalam sebuah pidato terbarunya, Trump berseloroh tentang kemungkinan mengganti nama Samudra Atlantik dan Pasifik dengan namanya sendiri Sabtu, 10 Oktober 2026.

"Kita punya teluk, kita punya danau yang indah, dan sekarang seseorang berkata 'kamu butuh sungai,' jadi, saya tidak ingin mengganti nama Sungai Hudson," kata Trump dalam sebuah aksi di Clarksville, Tenn. "Henry Hudson, dia sudah melakukan pekerjaan yang baik berlayar di sana sejak lama."

"Jadi, kita butuh sungai; kita butuh lautan," lanjutnya. "Jadi, saya berpikir tentang Atlantik atau Pasifik. Kami menyebutnya Trump Ocean atau Ocean of the Americans, semacam itu."

"Tidak, sebelum aku keluar, aku pikir kita harus punya lautan, dan kita butuh sungai yang besar. Sekarang, saya tidak akan mengubah nama Mississippi. Saya mencintai Mississippi. Kami memenangkan negara bagian itu dengan selisih besar," kata Trump, seperti dikutip dari The New York Post.

Sebelumnya, Trump yang dikenal gila hormat itu telah mengganti nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika". Ia juga mengganti nama Danau Ontario menjadi "Danau Amerika," sebagai balasan atas ketegangan perdagangan dengan Kanada.

Beberapa di antaranya awalnya memang tampak sebagai lelucon. Namun kemudian Trump serius menandatangani perintah eksekutif untuk menerapkan perubahan nama tersebut.

Trump juga pernah mengusulkan gagasan agar mengganti nama negara bagian New Mexico menjadi "Amerika Baru" dan Selat Hormuz menjadi "Selat Trump." Akan tetapi sejauh ini usulannya belum pernah direalisasikan, dan tidak pernah ada negara manapun yang menyambut usulan tersebut.

Selain itu, mantan mogul properti yang terkenal karena sering menempelkan namanya pada properti miliknya itu telah berjuang untuk mengganti nama bangunan pemerintah ikonik dengan namanya sendiri.

Tahun lalu, pemerintahannya mengganti nama markas Institute of Peace menjadi "Donald J. Trump Institute of Peace." Itu terjadi di tengah kampanye tekanan publik Trump yang ngotot ingin dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian.

Paling membetot dunia ketika Trump ikut campur dalam berbagai konflik di luar negeri dengan tujuan mengakhirinya, sambil tampak berusaha agar dihormati oleh masyarakat dunia dengan penghargaan tinggi seperti yang dia inginkan.

Misalnya setelah ia memerintahkan penangkapan penguasa kuat Venezuela, Nicolas Maduro. Saat itu tokoh oposisi terkemuka negara itu, MarĂ­a Corina Machado, memberikan Trump Hadiah Nobel Perdamaian.

Meskipun secara teknis Trump memiliki Hadiah Nobel Perdamaian dari Machado, namun ia agaknya terus menyatakan frustrasi terhadap Komite Nobel Norwegia atas keputusan mereka tidak memberinya penghargaan perdamaian.

"Ini adalah wanita yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian atas Amerika Serikat Raya, yang Perwakilannya, ME, menyelesaikan delapan Perang, dan banyak hal lainnya," tulis Trump di Truth Social dengan nada jijik pada hari Jumat bersama foto pemenang penghargaan terbaru, Navi Pillay.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo