Dark
Light
Dark
Light

Saat Ulama Kharismatik KH Nurul Huda Jazuli Pimpin Khatam Sahih Bukhari di Makam Imam Bukhari di Uzbekistan

Saat Ulama Kharismatik KH Nurul Huda Jazuli Pimpin Khatam Sahih Bukhari di Makam Imam Bukhari di Uzbekistan

Samarkand, Arina.id—Ulama kharismatik asal Indonesia, KH Nurul Huda Jazuli, menorehkan catatan penting dalam sejarah keilmuan Islam dengan memimpin khatam (penyelesaian pembacaan) Kitab Sahih Bukhari di Kompleks Makam Imam Bukhari, Samarkand, Uzbekistan, Sabtu (7/2/2026). Momentum ini menjadi kali pertama dalam 90 tahun perjalanan Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, khatam Sahih Bukhari dilaksanakan langsung di pusat sejarah hadis dunia tersebut.

Dalam rilis yang diterima Arina,id, Selasa (10/2/2026), disebutkan prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh haru itu dipimpin langsung oleh KH Nurul Huda Jazuli, didampingi putranya, Gus Al-Kautsar, bersama 89 santri terpilih.

Khataman tersebut juga menandai khatam ke-41 dalam tradisi keilmuan Pesantren Al Falah Ploso, yang ditutup dengan pembacaan hadis pertama dan terakhir dari kitab monumental karya Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, yang dikenal dengan gelar Amirul Mukminin fil Hadits.

“Ini adalah anugerah dan kehormatan yang tak terkira. Membaca kitab gurunya para ahli hadis, di komplek pusaranya. Seolah kami menyambung rantai ilmu yang terputus oleh jarak antar bangsa,” ujar Kiai Huda dengan suara bergetar usai acara.

Kehadiran rombongan pesantren dari Jawa Timur tersebut mendapat sambutan hangat dari sejumlah pejabat dan tokoh Uzbekistan. Di antaranya Penasihat Ketua Komite Wisata Uzbekistan Feruz Dodiev, Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kabilov, serta Direktur Pusat Kajian Ilmiah Internasional Imam Bukhari Prof Shovosil Ziyodov.

Acara ini juga dihadiri Duta Besar RI untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin dan Penasihat Presiden RI bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Gus Miftah.

Prof Shovosil Ziyodov menilai kegiatan Khatmil Sahih Bukhari tersebut sebagai tonggak baru persaudaraan ilmiah antara Indonesia dan Uzbekistan.

“Kedatangan Pondok Pesantren Al Falah Ploso adalah sejarah baru. Ini menunjukkan betapa kuat dan hidupnya tradisi keilmuan Imam Bukhari di Indonesia, dan betapa erat hubungan cendekiawan dan ulama Uzbekistan-Indonesia,” papar Prof Ziyodov dalam sambutannya.

Tradisi mengkhatamkan Sahih Bukhari di Pesantren Al Falah Ploso telah berlangsung turun-temurun sejak pesantren itu berdiri pada 1925. Pembacaan kitab yang memuat 7.563 hadis sahih tersebut menjadi ruh pengabdian pesantren dalam menjaga sanad keilmuan hadits dan mewarnai pendidikan Islam di Indonesia.

Suasana pembacaan hadis terakhir berlangsung penuh kekhusyukan. Isak tangis haru mengiringi setiap bait hadis yang dibacakan, seolah menyatukan para santri dari Kediri dengan Imam Bukhari di tanah kelahirannya, Samarkand.

Feruz Dodiev menyebut, khatam bersejarah ini juga bertepatan dengan rencana peresmian kembali Kompleks Makam Imam Bukhari pada 2026, setelah lima tahun ditutup untuk renovasi.

Ia berharap, kehadiran rombongan Pesantren Al Falah Ploso dapat menjadi pemantik meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berkunjung ke Uzbekistan dalam rangka wisata religi yang sarat nilai keilmuan.

“Berikan kesan dan saran anda tentang Uzbekistan, saran positif atau negatif kami terima, agar kami dapat melayani lebih baik untuk WNI yang berkunjung ke Uzbekistan,” tukas Dodiev.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo