Dark
Light
Dark
Light

Profil Arif, Eks Polisi Pernah Bantu KPK sebagai Penyidik, Kini Terjaring OTT BPN Bogor

Profil Arif, Eks Polisi Pernah Bantu KPK sebagai Penyidik, Kini Terjaring OTT BPN Bogor

Jakarta, Arina.id—Nama Arif Sugiyanto alias Gus Arif menjadi perhatian setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankannya dalam operasi tangkap tangan (OTT) korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Senin (14/9/2026).

Arif merupakan salah satu dari 17 orang yang diamankan KPK dalam OTT yang diduga berkaitan dengan proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor dan dugaan penerimaan lainnya.

Namun, KPK belum menjelaskan apa kaitan orang dekat Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang juga mantan Bupati ini dalam perkara yang tengah diusut.

Arif lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 10 Juni 1977 (49 tahun). Ia memulai pendidikannya di SD Negeri 6 Panjer. Lulus tahun 1989, Arif melanjutkan ke SMP Negeri 3 Kebumen.

Dari SMP Negeri 3 Kebumen ia masuk SMA Negeri Prembun. Masa putih abu-abu ia jalani selama 3 tahun, dari tahun 1992 s/d 1995.

Tak berhenti di jenjang sekolah menengah atas, Arif mengambil jurusan Hukum di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jakarta. Ia menuntaskan studi S1 ​​dalam waktu 4 tahun, dari 2005 hingga 2009. Arif mendapatkan gelar Magister Hukum (MH) dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada 14 Juni 2023. Ia diketahui mengambil program studi Hukum Ketatanegaraan.

Sebelum masuk dunia politik, Arif Sugiyanto berkarier sebagai polisi, tepatnya tahun 1997 hingga 2017. Kemudian, ia pensiun dengan pangkat komisaris polisi terakhir.

Dari polisi, Arif banting setir menjadi Komisaris PT Bumi Indonesia Properties. Pada tahun 2018, Arif sempat mengisi jabatan bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen dan Wakil Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Jawa Tengah.

Masuk tahun 2019, Arif didapuk sebagai wakil bupati Kebumen untuk mengisi kekosongan. Sebab, wakil bupati Kebumen sebelumnya, Yazid Mahfudz diangkat menjadi bupati menggantikan Yahya Fuad yang terlibat kasus suap.

Pada Pilkada Kebumen 2020, Arif kemudian maju sebagai calon bupati bersama Ristawati Purwaningsih. Pasangan tersebut menjadi pasangan calon tunggal dan menghadapi kotak kosong.

Arif-Ristawati akhirnya memenangkan Pilkada Kebumen 2020 dengan perolehan sekitar 60,8% suara berdasarkan hasil penghitungan yang tercantum dalam profil publiknya.

Arif kemudian menjabat sebagai Bupati Kebumen mulai 26 Februari 2021. Pada masa pemerintahannya, ia juga mendapat penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Koperasi tingkat Madya dari Dewan Koperasi Indonesia pada tahun 2022.

Arif-Rista mendaftarkan diri sebagai bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Kebumen pada 28 Agustus 2024 namun tidak berhasil mempertahankan kursi kepala daerah setelah kalah dari pasangan Lilis Nuryani-Zaeni Miftah. 

Saat kasus korupsi berjamaah melanda Kebumen pada tahun 2016 yang ikut menyeret sejumlah elemen penting dari kedinasan, seperti Dinas Pendidikan (Disdik), DPRD, Sekretaris Daerah (Sekda), hingga Bupati, Arif masuk ke dalam tim yang ditugaskan untuk melakukan proses penyelidikan di lapangan.

"Bener. Dalam kapasitas sebagai anggota Polri yang diperbantukan ke KPK. Saat kasus korupsi berjamaah Kebumen 2016 (yg melibatkan Disdik – DPRD – Sekda – Bupati), beliau termasuk yg ditugaskan menyelidik," kata Ma'rufin Sudibyo.

Dalam laman e-LHKPN KPK pada Rabu (16/9/2026), Arif Sugiyanto terakhir melaporkan kekayaannya pada 27 Maret 2024 periodik 2023. Dalam laporan itu, ia tercatat memiliki kekayaan bersih Rp 16.612.062.322 (16 miliar).

Porsi kekayaan terbesarnya adalah harta lainnya sebesar Rp 7.250.000.000. Kemudian, diusulkan kekayaan tanah dan bangunan yang tersebar di Bekasi dan Kebumen.

Dua tanah dan dua tanah plus bangunan yang dimilikinya memiliki nilai Rp 6.505.714.285. Selain kekayaan tanah dan bangunan, kekayaan kekayaan Arif tersusun atas:

Alat transportasi dan mesin: Rp 1.535.000.000

Harta bergerak: Rp 541.000.000

Kas dan setara kas: Rp 1.235.043.839

Harta lainnya: Rp 7.250.000.000

Utang: Rp 454.695.802


Editor: Suci
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo