Di antara masalah kulit yang sering dialami oleh banyak orang adalah tumbuhnya jerawat dan bisul di bagian tertentu. Meski terkesan sepele, namun penyakit kulit ini cukup mengganggu bahkan bisa menurunkan kepercayaan diri seseorang, apalagi ketika berhadapan dengan orang lain.
Selain mengobatinya dengan cara lahir, upaya lain yang bisa dilakukan oleh umat Islam ketika kulit terserang oleh jerawat, bisul, dan sejenisnya adalah dengan cara batin yaitu berdoa kepada Allah memohon agar permasalahan kulit yang sedang dialami bisa segera disembuhkan oleh-Nya.
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 246-247 meriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni, suatu hari Rasulullah menemui salah seorang istrinya. Saat sampai rumah, Rasulullah mendapati di salah satu jemari istrinya tumbuh bisul.
Dengan sigap Rasulullah pun menanyakan “Dzarirah”, sejenis tumbuhan atau rerumputan yang mempunyai khasiat dalam menyembuhkan permasalahan kulit, termasuk bisul. Dalam bahasa latin, dzarirah dinamakan Acorus Calamus dan jika di Indonesia dikenal dengan nama Jelingau atau Dlingo.
Setelah dzarirah ini berhasil didapatkan, Rasulullah kemudian meletakkannya di bagian jemari istrinya yang terkena bisul. Rasulullah kemudian meminta istrinya untuk membaca doa berikut ini:
اللَّهُمَّ مُصَغِّرَ الْكَبِيْرِ وَمُكَبِّرَ الصَّغِيْرِ صَغِّرْ مَا بِيْ
Allâhumma mushaghghiral kabîri wa mukabbiras shaghiri shaghghir mâ bî.
Artinya: “Ya Allah, Dzat Yang mampu mengecilkan sesuatu yang besar dan membesarkan sesuatu yang kecil, kecilkanlah apa yang menimpa padaku.”
Beberapa saat kemudian, masih menurut riwayat Imam Nawawi, masalah bisul yang menimpa istri Rasulullah ini pun akhirnya bisa sembuh dengan izin Allah.
Demikian doa untuk mengatasi permasalahan kulit seperti jerawat, bisul, dan sejenisnya. Dari keterangan yang disampaikan Imam Nawawi tersebut diketahui bahwa cara yang dilakukan oleh Rasulullah dalam mengatasi malasah kulit ini adalah dengan lahir dan batin.
Cara lahir yaitu dengan membalur tanaman dzarirah pada bagian kulit yang sedang diderita. Sementara cara lahir adalah dengan berdoa memohon kesembuhan kepada Allah karena sejatinya Dia-lah pemilik kesehatan dan kekuasaan atas segala makhluk-Nya. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


