Arina.id - Para nabi dan rasul merupakan manusia pilihan Allah yang tidak lepas dari berbagai ujian dan kesulitan hidup. Dalam menghadapi aneka cobaan tersebut, mereka senantiasa menghadapinya dengan penuh kesabaran dan memperbanyak doa agar selalu diberi keselamatan oleh Allah.
Demikian pula yang dilakukan oleh Nabi Isa AS. Dalam sejumlah riwayat disebutkan, Nabi Isa senantiasa memanjatkan doa kepada Allah ketika menghadapi kesulitan agar diberi bimbingan, perlindungan, dan keselamatan.
Berikut ini adalah doa yang dibaca Nabi Isa ketika menghadapi kesulitan, sebagaimana disebutkan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin (Surabaya, Imaratulah: t.t), juz I, h. 318:
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ لَا أَسْتَطِيْعُ دَفْعَ مَا أَكْرَهُ وَلَا أَمْلِكُ نَفْعَ مَا أَرْجُو وَأَصْبَحَ الْأَمْرُ بِيَدِ غَيْرِي، وَأَصْبَحْتُ مُرْتَهَنًا بِعَمَلِي فَلَا فَقِيرَ أَفْقَرُ مِنِّي. اللَّهُمَّ لَا تُشْمِتْ بِي عَدُوِّي وَلَا تُسُؤْ بِي صَدِيقِي، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتِي فِي دِينِي وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّي وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ مَنْ لَا يَرْحَمُنِي، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ
Allahumma inni ashbahtu la astathi‘u daf‘a ma akrahu wa la amliku naf‘a ma arju wa ashbaha al-amru biyadi ghayri wa ashbahtu murtahanan bi‘amali fa-la faqira afqara minni. Allahumma la tushmit bi ‘aduwwi wa la tusu’ bi shadiqi wa la taj‘al mushibati fi dini wa la taj‘alid-dunya akbara hammi wa la tusallith ‘alayya man la yarhamuni. Ya Hayyu Ya Qayyumu.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku di pagi ini tidak mampu menolak sesuatu yang aku benci, dan tidak memiliki sesuatu yang aku harapkan. Segala urusan telah berada di tangan selain diriku, dan aku telah terikat dengan amal perbuatanku. Maka tidak ada orang fakir yang lebih fakir dariku. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan musuhku bergembira atas diriku, jangan pula Engkau jadikan sahabatku bersedih karena diriku. Janganlah Engkau jadikan musibahku menimpa agamaku, jangan Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar dalam hidupku, dan jangan Engkau kuasakan atas diriku orang yang tidak memiliki kasih sayang kepadaku. Wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Maha Berdiri sendiri.”
Demikian doa yang dibaca Nabi Isa ketika menghadapi kesulitan. Doa ini menggambarkan sikap seorang hamba yang menyadari segala keterbatasan diri dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Selain itu, doa ini juga bisa diamalkan ketika kita berada dalam kondisi yang sulit dan berharap Allah segera memberikan jalan keluar. Wallahu a’lam.
Editor: Muhammad Faizin


