Dark
Light
Dark
Light

Dikenal Sejak Era Kolonial, Ternyata Ini Manfaat Minum Teh bagi Kesehatan Tubuh

Dikenal Sejak Era Kolonial, Ternyata Ini Manfaat Minum Teh bagi Kesehatan Tubuh

Minuman teh telah menjadi bagian dari budaya masyakarat Indonesia sejak lama, dengan sejarah yang dapat ditelusuri kembali ke abad ke-17.

Catatan harian Kompas menyebutkan bahwa teh pertama kali diperkenalkan ke Indonesia oleh para pedagang Tiongkok dan Belanda. Pada awalnya, teh lebih banyak dikonsumsi oleh kalangan elit dan digunakan dalam konteks sosial dan budaya.

Pada abad ke-18, produksi teh mulai berkembang di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Perkebunan teh didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda, dan Indonesia mulai dikenal sebagai salah satu penghasil teh terbesar di dunia.

Sejak saat itu, teh menjadi semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, baik sebagai minuman sehari-hari maupun dalam berbagai acara sosial.

Seiring berjalannya waktu, teh menjadi bagian integral dari kebiasaan masyarakat Indonesia, dengan berbagai jenis teh yang disajikan, seperti teh hitam, teh hijau, dan teh herbal. Teh manis, khususnya, menjadi salah satu minuman yang sangat disukai, baik dalam bentuk panas maupun dingin.

Hingga saat ini minuman teh, selain juga kopi, sering disiapkan dan disajikan oleh keluarga di Indonesia. Dari sisi kesehatan, teh ternyata juga mengandung beberapa manfaat.

Dikutip dari situs resmi Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, diungkapkan daun teh mengandung 30-40 persen polifenol yang sebagian besar dikenal sebagai katekin. Katekin (polifenol) adalah antioksidan yang kuat, lebih kuat daripada vitamin E,vitaminC, dan β-karoten.

Khasiat utama teh berasal dari senyawa polifenol yang dikandungnya. Di dalam tubuh, senyawa ini membantu kinerja enzim superoxide dismutase (SOD) yang berfungsi menyingkirkan radikal bebas.

Radikal bebas didefinisikan sebagai atom/molekul/senyawa yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Secara kimia, molekulnya tidak berpasangan, sehingga radikal bebas cenderung bereaksi dengan molekul sel tubuh yang kemudian menimbulkan senyawa tidak normal (radikal bebas baru yang lebih reaktif) dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak sel-sel penting.

Beberapa komponen tubuh yang rentan terhadap serangan radikal bebas antara lain kerusakan DNA, membran sel, protein, lipid peroksida, proses penuaan dan autoimun manusia. Radikal bebas merupakan biang keladi berbagai keadaan patologis seperti penyakit liver, jantung koroner, kanker, diabetes, katarak, penyakit hati, dan berbagai proses penuaan dini.

Secara medis senyawa katekin teh hijau memiliki banyak manfaat seperti mampu mengurangi resiko kanker, tumor, menurunkan kolesterol darah, mencegah tekanan darah tinggi, membunuh bakteri dan jamur. Kemampuan katekin teh hijau menangkap radikal bebas 100 kali lebih efektif daripada vitamin C dan 25 kali lebih efektif daripada vitamin E.

Di samping polifenol, teh juga mengandung alkaloid dan mineral yang berkhasiat bagi kesehatan. Mineral penting di dalam teh adalah flour yang bagus untuk kesehatan gigi. Sementara itu, kandungan kafein dalam teh membantu memperlancar keluarnya air seni.

Nah berikut ini adalah manfaat teh bagi kesehatan

1. Melawan radikal bebas

Teh mengandung antioksidan sehingga bermanfaat bagi tubuh untuk melawan radikal bebas. Di dalam tubuh, radikal bebas muncul dari proses pembakaran. Radikal bebas inilah yang dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Antioksidan dalam teh inilah yang dinilai memiliki kemampuan melawan radikal bebas yang bisa membahayakan kesehatan.

2. Membantu menurunkan berat badan

Teh merupakan minuman yang hampir tidak memiliki kalori. Kandungan di dalam teh dapat menghambat penyerapan lemak. Teh juga membantu membakar lemak lebih banyak saat Anda berolahraga. Namun, untuk dapat menurunkan berat badan, jangan menambahkan banyak gula dan susu ke dalam teh Anda.

3. Membuat kulit lebih sehat

Minum teh hitam secara teratur dinilai dapat secara signifikan mengurangi risiko kanker kulit. Meski demikian, minum teh hitam panas (hangat) dinilai lebih bermanfaat bagi kesehatan ketimbang menikmatinya sebagai es teh.

4. Menurunkan risiko penyakit Alzheimer

Teh hijau dapat membantu Anda mengembangkan resistansi terhadap stres, dan berpotensi menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Kandungan polifenol dalam teh bisa melindungi sel dari kerusakan.

5. Menurunkan risiko diabetes

Minum teh hitam setiap hari juga disebut dapat menurunkan risiko diabetes tipe-2 dengan membantu mengendalikan gula darah setelah makan.

6. Menurunkan kadar kolesterol

Penelitian yang dipublikasikan di "Journal of Nutrition" melaporkan, mereka yang minum teh hitam tanpa gula secara rutin mengalami penurunan kadar kolesterol total dan kolesterol low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat, dibandingkan individu yang tidak mengonsumsi teh hitam.

Selain itu, hasil dari beberapa uji klinis lainnya juga menunjukkan bahwa konsumsi teh dapat membantu menurunkan faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk kolesterol LDL, trigliserida, serta tekanan darah sistolik dan diastolik.

7, Meningkatkan kesehatan jantung

Teh punya khasiat antiinflamasi lewat kandungan katekin, yang dapat membuat pembuluh darah relaks dan jernih sehingga mengurangi tekanan pada jantung.

8. Membuat gigi lebih kuat

Menurut sebuah penelitian di jurnal "Journal of Oral and Maxillofacial Pathology", konsumsi teh hijau secara rutin memberikan manfaat sebagai antibakteri pembentuk lubang di gigi, bagi peminumnya. Selain itu, minum teh hijau secara rutin bisa mencegah gigi berlubang makin parah.

9. Memperbaiki kualitas tidur

Menurut sebuah penelitian di jurnal "Integrative Medicine Research", minum teh dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan kualitas hidup pada mereka yang mengalami insomnia ringan hingga sedang.

10. Meningkatkan metabolisme tubuh

Kafein dalam teh diketahui dapat membantu meningkatkan ketajaman mental serta meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak hingga 100 kalori per hari.

Dengan demikian mengkonsumsi teh dengan kadar yang sesuai akan membuat tubuh menjadi sehat dan tercegah dari beberapa penyakit.

 


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Edukasi Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo