Belakangan ini kita sering mendapatkan berita di sejumlah linimasa sebuah kanal media bahwa anak-anak yang hingga SMP, bahkan SMK masih belum bisa membaca lancar. Ini sejatinya alarm yang tidak membahagiakan. Sebab, membaca adalah pintu pertama untuk memahami dunia. Jika anak-anak tidak pandai membaca, akan lumpuh daya kritisnya, kemampuan menganalisisnya, dan kapasitasnya memberikan sebuah makna pada kehidupan.
Perlu diketahui bahwa tanggung jawab agar anak bisa membaca bukan saja kewajiban guru di sekolah, namun juga menjadi keharusan bagi orang tua untuk mendorong agar anak-anak memiliki kapasitas membaca baik membaca teknis maupun fungsional.
Pernah suatu kali saya mengajar siswa kelas 10 SMA. Diskusi hari itu adalah menceritakan kembali artikel berita yang mereka baca di koran cetak yang sudah disediakan. Dari 15 siswa, nyaris tidak ada yang mampu menceritakan kembali dengan baik. Mereka bahkan, tak menguasai sejumlah diksi yang sebenarnya sudah umum muncul dalam artikel-artikel esai dan berita.
Rasa-rasanya benar adanya, kesimpulan para pengamat pendidikan yang mengatakan bahwa anak-anak kita mampu membaca namun tak mengerti substansi yang mereka baca.
Hasil studi Program International for Students Assessment (PISA) menguatkan hal itu. Menurut kajian ini, anak-anak Indonesia lemah pada tiga kapasitas yang diukur melalui tes PISA, yakni, membaca, matematika, dan sains. Kabar tak enaknya, hampir 20 tahun tes PISA ini diselenggarakan, prestasi membaca, matematika, dan sains anak-anak Indonesia masih saja ada di papan bawah, yaitu menempati rangking 10 besar dari bawah.
Demikian pentingnya kapasitas membaca, sehingga menjadi acuan negara-negara peserta OECD yang mengikuti tes PISA.
Berikut ini 10 alasan utama, mengapa orang tua harus menumbuhkan cinta baca buku kepada anak-anak di rumah. Diambil dari buku 99 Cara Menjadikan Anak Anda Keranjingan Membaca, karangan Mary Leonhardt:
1. Anak-anak harus gemar membaca agar dapat membaca dengan baik. Mereka hanya akan bersedia menggunakan sebagian besar waktunya untuk membaca jika mereka memang gemar membaca. Berlatih adalah segalanya.
2. Anak-anak yang gemar membaca akan mempunyai rasa kebahasaan yang lebih tinggi. Mereka akan berbicara, menulis, dan memahami gagasan-gagasan rumit secara lebih baik.
3. Membaca akan memberikan wawasan yang lebih luas keberagamannya, yang membuat belajar dalam segala hal lebih mudah. Anak-anak yang hanya membaca buku-buku fiksi pun akan mengerti tentang fakta-fakta yang ada dalam sejarah, geografi, politik, dan ilmu pengetahuan.
4. Di SMA, hanya anak-anak yang gemar membacalah yang mempunyai keterampilan bahasa untuk menjadi unggul dalam setiap bidang yang memerlukan banyak membaca, seperti dalam tingkatan kemampuan memahami bahasa yang sulit, bahasa asing, sejarah, atau sains. Mereka adalah anak-anak yang senantiasa unggul di dalam ujian. Mereka adalah anak-anak yang bisa diterima di pelbagai perguruan tinggi terkenal.
5. Kemampuan istimewa membaca kemungkinan dapat mengatasi rasa tidak percaya diri anak terhadap kemampuan akademik mereka karena mereka akan mampu menyelesaikan pekerjaan sekolahnya hanya dengan menyediakan sedikit waktu dan energi emosionalnya. Sebaliknya, anak-anak yang tidak suka membaca akan mudah mengalami krisis kepribadian.
6. Kegemaran membaca akan memberikan beragam perspektif kepada anak. Setelah melihat kehidupan digambarkan melalui pandangan bermacam-macam penulis, mereka memahami ada berbagai cara untuk memandang berbagai situasi. Ada banyak sisi untuk melihat beragam masalah.
7. Membaca dapat membantu anak-anak untuk memiliki rasa kasih sayang. Hakikat kasih sayang adalah kemampuan untuk memahami pandangan orang lain. Membaca menjadi sarana untuk membawa anak-anak ke dalam ribuan pola kehidupan yang berbeda, membuat mereka memahami kehidupan ini dengan segala kompleksitasnya.
8. Anak-anak yang gemar membaca dihadapkan pada suatu dunia yang penuh dengan kemungkinan dan kesempatan. Mungkin mereka akan membaca ketegangan dalam novel Michael Crichton dan bercita-cita untuk menjadi seorang ilmuwan. Cerita-cerita tentang Angkatan Udara yang ditulis oleh Mark Berent mungkin akan menimbulkan minat terhadap penerbangan jet. Betapapun dunia tempa anak-anak tinggal luasnya terbatas, dengan membaca mereka dapat pergi ke mana pun dan mereka dapat memimpikan apa pun.
9. Anak-anak yang gemar membaca akan mampu mengembangkan pola berpikir kreatif dalam diri mereka. Mereka tidak hanya mendengar informasi, tetapi juga belajar untuk mengikuti argumen-argumen yang kaya dan mengingat alur pemikiran yang beragam.
10. Kecintaan membaca adalah salah satu kebahagiaan utama dalam hidup. Bersantai di kursi yang empuk, di teras yang hangat, sambil membaca cerita menyeramkan; berbaring di tepi pantai seraya tertawa membaca buku komik yang lucu; tertidur pulas ketika sedang membaca novel percintaan yang romantis, adalah sekadar contoh kebahagiaan itu. Tanpa kesenangan-kesenangan ini, hidup akan terasa lebih gelap dan membosankan.
Sepuluh alasan tersebut bisa menjadi motivasi agar kita sekuat upaya mendorong anak-anak untuk memilih buku sebagai pengisi waktunya setiap hari. Tantangan kita tak mudah.
Kendati begitu, kita perlu memulai langkah awal dengan menjadi teladan bagi anak-anak. Setelah mengetahui alasan-alasan ini, saya akan berbagi cara, bagaimana supaya anak-anak kita mencintai buku sebagai basis ilmu pengetahuan.
Editor: Kendi Setiawan


