Dark
Light
Dark
Light

Inayah Wahid: Memainkan Banyak Peran, Memuarakan Humanisme Gus Dur

Inayah Wahid: Memainkan Banyak Peran, Memuarakan Humanisme Gus Dur

Inayah Wahid hadir di mana-mana. Satu waktu dia “open mic” untuk menyampaikan materi stand up yang mengocok perut penonton. Di lain waktu dia sempat muncul di sebuah serial sinetron di televisi, juga dengan kelucuannya.

Inayah juga tampil berkostum panggung membawakan peran dalam sebuah pementasan teater. Perempuan kelahiran 31 Desember 1982 ini bahkan tampil bersama seniman senior kenamaan, seperti halnya Butet Kertaredjasa.

Namun di satu forum resmi, dia berbicara lantang tentang lingkungan bersama organisasi internasional, Green Peace Indonesia. Di sana Inayah membuat gerakan pemberdayaan kaum petani sekaligus advokasi.  

Jauh sebelum itu, dengan gerakan Positive Movement yang ia dirikan pada 2006, Inayah mengajak kaum muda yang menyebarkan nilai-nilai kebahagiaan dan semangat positif dalam kehidupan. Menurut dia, semua orang jelas ingin bahagia.

Hadir di mana-mana dengan berbagai sosok yang diperankannya namun semua bermuara pada satu hal yang teramat dijunjung tinggi, yakni humanisme atau kemanusiaan, persis seperti yang selalu dilakukan oleh sang idola, panutan, dan orang yang teramat dicintainya, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. 

Meruntut kembali pada pemikiran sang bapak, Inayah merasa bahwa sesungguhnya, apa yang diperjuangkan Gus Dur telah melampaui pemahaman pluralisme.  

Baginya, saat Gus Dur mati-matian membela mereka yang berbeda agama dengannya dan kaum marjinal lainnya, Inayah percaya yang beliau perjuangkan bukan identitasnya melainkan kemanusiaannya. 

Satu filosofi yang sangat digenggam erat bahwa manusia memang berbeda namun saat bicara humanisme, semua manusia memiliki kesamaan yang universal. Siapa pun tanpa kecuali bisa hidup dengan damai tanpa memedulikan agama dan keturunannya.  

Secara pribadi, Gus Dur bagi Inayah merupakan sosok yang memperjuangkan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian untuk seluruh umat manusia, tanpa terkecuali. Nilai-nilai dan langkah-langkah Gus Dur itulah yang kemudian disebarluaskan melalui jaringan Gusdurian, yang memiliki ribuan anggota.  

Semua itu tak lain merupakan upaya meneruskan perjuangan Gus Dur versi Inayah. Moderasi dan toleransi beragama menjadi sebuah keharusan untuk terus dipelihara dan dikembangkan dengan baik di negeri ini.

Kiprah Inayah pun mendapatkan apresiasi. Seperti yang didapatkan pada Agustus lalu, dia mendapatkan penghargaan Apresiasi Perempuan Berpengaruh untuk kategori Influential In Positive Movement’ yang digelar Dream.co.id dan Diadona.id.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Irfan Budiman
Mantan wartawan dan penulis lepas di sejumlah media.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Human Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo