Nabi Muhammad adalah sosok suci dan mulia namun tetap memiliki dimensi kemanusiaan atau disebut 'aradh basyariyah yang menjadi sifat jaiz bagi para utusan Allah. Di antara sisi kemanusiaan dalam diri Nabi Muhammad itu adalah menikah dan mempunyai keturunan.
Nabi Muhammad pertama kali menikah dengan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid. Pernikahannya tersebut tentu dihiasi dengan berbagai kebahagiaan, di antaranya adalah dengan hadirnya 6 putra-putri yang menjadi keturunannya. Setelah Khadijah Wafat, Nabi Muhammad menikah dan mempunyai beberapa istri, salah satunya adalah Mariyah Al-Qibthiyah yang melahirkan seorang putra sehingga secara keseluruhan Nabi Muhammad mempunyai 7 orang putra-putri.
Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari dalam kitab Nurul Mubin Fi Mahabbati Sayyidil Mursalin (Jombang, Pesantren Tebu Ireng: t.t), halaman 37-39 memberikan ulasan terkait keturunan Rasulullah dalam satu bab khusus, yaitu Fashlun: Fi Auladihi ‘Alaihis Shalatu was Salam. Adapun putra-putri Rasulullah, sebagaimana dibahas dalam kitab tersebut adalah sebagai berikut:
1. Al-Qasim
Putra pertama hasil pernikahan Nabi Muhammad dengan Khadijah adalah Al-Qasim. Atas dasar inilah Nabi Muhammad punya gelar Abul Qasim yang dinisbatkan pada putra pertamanya itu. Al-Qasim lahir sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul dan wafat ketika berusia 2 tahun.
2. Zainab
Zainab adalah putri Nabi Muhammad yang lahir beberapa tahun setelah Al-Qasim. Ia lahir ketika Nabi Muhammad berusia 30 tahun dan pernah terlibat dalam perjuangan Rasulullah di awal dakwahnya dalam menyebarkan Islam.
Zainab juga ikut berhijrah ke Madinah dan wafat pada tahun ke-8 hijriyah di samping suaminya yang juga putra bibinya, yaitu Abul ‘Ash Laqith bin Rabi‘. Sebelumnya, Zainab hijrah terlebih dahulu karena suaminya saat itu masih menjadi seorang musyrik. Baru ketika Laqith bin Rabi‘ masuk Islam, Rasulullah mengembalikan Zainab kepadanya.
Pendapat lain mengatakan, Zainab menjalani rumah tangga kembali dengan Laqith bin Rabi’ dengan akad nikah baru. Dari pernikahan Zainab ini Rasulullah diberikan seorang cucu yang bernama Ali namun meninggal saat masih kecil. Beberapa waktu kemudian Zainab juga melahirkan Umamah yang ketika sudah dewasa dinikahi oleh Ali bin Abi Thalib setelah wafatnya Fatimah.
3. Ruqayah
Ruqayah lahir saat Rasulullah berusia 33 tahun. Ia tumbuh dengan cantik dan menarik hingga setelah dewasa kemudian dinikahi oleh Utsman bin Affan. Ia juga menjadi wanita yang melakukan hijrah dua kali, yaitu ke Habasyah dan Madinah.
Ruqayah meninggal saat perang Badar berlangsung dan Rasulullah berada di medan pertempuran tersebut. Setelah Ruqayah wafat, Utsman bin Affan hendak meminang Hafshah binti Umar bin Khattab namun kemudian Utsman dinikahkan oleh Rasulullah dengan putrinya, Ummu Kultsum. Sementara Hafshah dinikahi oleh Rasulullah.
4. Ummu Kultsum
Ummu Kultsum adalah putri Rasulullah yang ketika telah dewasa dinikahkan dengan Utsman bin Affan, atas dasar inilah Utsman mendapat gelar Dzun Nurain (memiliki 2 cahaya) karena menikahi 2 putri Rasulullah, yaitu Ruqayah dan Ummu Kultsum.
Prosesi pernikahan Ummu Kultsum dengan Utsman berlangsung pada tahun ke-3 Hijriyah. Enam tahun kemudian, tepatnya pada tahun ke-9 Hijriyah Ummu Kultsum wafat. Saat Ummu Kultsum dimakamkan, Rasulullah merasakan kesedihan yang cukup mendalam hingga meneteskan air mata.
5. Fatimah
Fatimah lahir lima tahun sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul, pendapat lain mengatakan ia lahir setahun setelah kenabian. Nama Fatimah berasal dari kata fathama yang artinya menyapih, diberi nama demikian karena di hari kiamat nanti Allah akan ‘menyapih’ Fatimah dari api neraka.
Wanita mulia ini juga diberi nama Al-Batul karena keutamaannya, agamanya, dan derajatnya ada di atas wanita lain. Pendapat lain mengatakan, julukan itu diberikan karena Fatimah terputus dari hal-hal duniawi, semua yang ia lakukan hanya untuk Allah.
Nabi Muhammad menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib pada tahun ke-2 Hijriyah atas perintah Allah melalui wahyu-Nya. Pada malam Selasa, tanggal 3 Ramadhan 11 Hijriyah, putri kesayangan Nabi Muhammad ini melahirkan Hasan. Tidak lama kemudian ia juga melahirkan Husein dan terakhir Muhsin yang meninggal ketika masih kecil. Fatimah wafat enam bulan setelah wafatnya Rasulullah.
Nabi Muhammad tidak memiliki keturunan selain dari Fatimah melalui jalur Hasan dan Husain. Dari sinilah kemudian keturunan baginda Nabi tersebar ke berbagai belahan dunia.
6. Abdullah
Fatimah mempunyai adik bernama Abdullah yang lahir di masa Islam. Abdullah dilahirkan di Makkah dan wafat saat masih kecil. Ia juga disebut dengan nama At-Thayyib dan At-Thahir karena lahir di masa kenabian.
7. Ibrahim
Saat di Madinah Nabi Muhammad menikah dengan Mariyah Al-Qibthiyah, dari pernikahannya tersebut lahir putra terakhir Nabi Muhammad yang diberi nama Ibrahim. Ia lahir pada bulan Dzulhijjah tahun 8 Hijriyah, sekitar 17 atau 18 bulan kemudian, tepatnya di tahun ke 10 Hijriyah, Ibrahim wafat. Rasulullah pun menshalatinya dan memakamkannya di Baqi.
Itulah 7 putra-putri Nabi Muhammad yang perlu diketahui oleh umat Islam. Dari keterangan ini dapat diketahui bahwa selain Fatimah, semua putra-putri yang mulia tersebut wafat sebelum wafatnya Rasulullah. Selain itu, Fatimah juga menjadi muara silsilah semua keturunan Rasulullah yang saat ini tersebar di berbagai belahan dunia. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


