Arina.id - Stres bisa dialami oleh setiap orang, dalam kondisi atau keadaan tertentu. Stres merupakan suatu reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional jika terdapat perubahan dari lingkungan yang kemudian mengharuskan seseorang tersebut untuk menyesuaikan diri.
Selain itu, stres juga menjadi bagian alami serta penting dari kehidupan, namun jika berlangsung secara terus menerus dalam waktu yang lama hal ini kemudian dapat merusak kesehatan seseorang.
Ketika stres, tubuh kita akan melepaskan hormon kortisol dan adrenalin yang akan membuat jantung bekerja lebih cepat. Selain itu hormon-hormon ini kemudian juga akan membuat seseorang menjadi lebih mudah merasa lelah.
Pikiran yang stres yang akan membuat tubuh menjadi lebih sulit dalam melawan virus atau bakteri serta kamu pun menjadi lebih mudah terkena penyakit. Terdapat beberapa penyakit yang bisa menjangkiti orang saat stres, diantaranya:
- Gangguan mental, seperti diantaranya kecemasan, depresi, juga gangguan kepribadian
- Gangguan menstruasi atau memperparah gejala PMS
- Disfungsi seksual, seperti ejakulasi dini, impotensi, serta hilangnya hasrat seksual
- Sakit kepala serta gangguan tidur
- Obesitas karena pola makan yang tidak teratur
- Penyakit kardiovaskular, seperti diantaranya stroke, serangan jantung serta tekanan darah tinggi
Cara Mengatasi Stres menurut Islam
Sebagai orang yang beragama terutama muslim, ada beberapa langkah untuk mengatasi stres agar tidak berkepanjangan. Berikut ini beberapa langkah untuk mengatasi stres menurut pandangan Islam.
1. Mendekatkan diri pada Allah
Saat stres melanda, ingatlah bahwa kita tak hidup sendirian di dunia ini. Allah juga demikian dekat dengan hamba-Nya serta akan mengabulkan doa-doa yang kita panjatkan. Namun seringkali kita lupa dan membuat diri menjadi lebih sibuk pada perasaan stres yang ada. Oleh sebab itu, kita dapat melepaskan kecemasan dan membiarkan Allah SWT bekerja. Bahkan, sekalipun belum dapat melihat hikmah di balik segala sesuatu.
Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Ahqaf ayat 33:
اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِىَ الْمَوْتٰىۗ بَلٰٓى اِنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Artinya: “Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi serta tidak merasa lelah karena menciptakannya, Dia kuasa untuk menghidupkan yang mati? Tentu demikian. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS: Al-Ahqaf:33)
2. Menjalankan Shalat
Shalat dapat menjadi solusi bagi kita untuk menghilangkan stres dan berbagai kecemasan yang kita miliki. Kita dapat menyerahkan diri kepada Allah SWT, karena Ia lah yang kemudian mengendalikan semua hal.
Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 45 yang berbunyi:
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ
Artinya: “Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (QS: Al-Baqarah:45)
3. Berkumpul dengan Orang Shalih
Berkumpul atau bergaul dengan orang shalih dan orang-orang baik, maka emosi akan terkondisikan dan diingatkan mengenai hal-hal yang baik. Meskipun kita berada dalam keadaan stres, teman-teman yang shalih kemudian akan mengajak kita untuk kembali mengingat Allah dan bersabar dengan apapun yang tengah kita cemaskan, khawatirkan, serta berbagai hal berat yang tengah kita alami.
وَالْعَصْرِۙ
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ
Artinya: “Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS: Al-‘Ashr:1-3)
4. Gunakan Akal Pikiran untuk Mencerna Masalah
اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِࣖ
Artinya: “(Apakah orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud, berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.” (QS: Az-Zumar:9)
Di dalam surat Az-Zumar ayat 9 tersebut dijelaskan bahwa kita diperintahkan untuk menggunakan akal dibandingkan dengan hawa nafsu. Sebab, seringkali saat menghadapi tekanan, perasaan kita cenderung mendominasi dibandingkan dengan akal pikiran yang bersifat rasional.
Padahal pemecahan masalah hanya akan didapat saat kita mampu berpikir dengan menggunakan akal yang jernih, bukan dibalut dengan perasaan-perasaan berkecamuk apalagi hawa nafsu. Untuk itu, gunakanlah akal pikiran agar kemudian masalah-masalah yang tengah kita hadapi dapat diselesaikan dengan baik karena Islam sudah memerintahkannya sebagaimana yang ada di dalam Al-Quran.
5. Berbagi dengan Orang Lain yang Membutuhkan
Melakukan sesuatu yang berarti semisal dengan membantu orang yang sedang mengalami kesulitan atau membantu meringankan penderitaan orang lain, juga bisa mereda stres. Karena dengan begitu kita bisa berpikir bahwa masih banyak orang lain yang dalam keadaan lebih sulit dari kita.
Mungkin dengan melihat hal ini serta berbagi dengannya, kita akan menjadi orang yang lebih bersyukur, lebih bahagia dan berbagai depresi yang ada di pikiran dapat terkikis pelan-pelan.
Demikian pembahasan tentang cara mengatasi stres menurut pandangan Islam. Semoga semua pembahasan di atas bermanfaat untuk kamu dan memudahkan kamu dalam mengatasi stres.
Editor: Choirul Anam


