Dark
Light
Dark
Light

Mencari Warisan Rasulullah di Balik Hiruk Pikuk Pasar

Mencari Warisan Rasulullah di Balik Hiruk Pikuk Pasar

Arina.id - Pasar merupakan tempat transaksi yang tak pernah sepi dari hiruk pikuk kehidupan manusia. Berbagai macam kebutuhan dasar mulai dari sandang, pangan, hingga papan dapat ditemukan di sana. Kesibukan jasmani yang tergambar dalam aktivitas di pasar terkadang melupakan umat Islam pada kebutuhan dasar rohani dan spiritual yang diwariskan oleh Rasulullah.

Ratusan tahun yang lampau, Abu Hurairah telah mengingatkan mereka yang hanya sibuk dalam memenuhi kebutuhan jasmani sampai lupa pada kebutuhan rohani. Hal ini sebagaimana dikisahkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin (Beirut, Daru Ibn Hazm: 2005) halaman 351.

Suatu hari, di tengah denyut nadi ekonomi pasar yang tak pernah berhenti berdetak, Abu Hurairah tiba-tiba berseru kepada orang-orang yang ada di sana. 

“Mengapa kalian masih di sini, padahal warisan Rasulullah sedang dibagikan di masjid?” seru Abu Hurairah.

Ucapan Abu Hurairah itu berhasil membuat penduduk pasar bangkit meninggalkan aktivitas jual beli dan berhamburan menuju masjid. Mungkin mereka membayangkan sejumlah harta benda berharga yang akan dibagi-bagikan. 

Saat mencari warisan Rasulullah, alih-alih menemukan emas atau harta duniawi, mereka justru melihat sekelompok orang yang sedang berdzikir dan membaca Al-Qur’an. Kecewa karena tidak menemukan sesuatu yang sebelumnya dibayangkan, mereka pun beranjak pergi dari masjid dan kembali menemui Abu Hurairah untuk menyampaikan protes.

"Di mana harta peninggalan Rasulullah?" tanya mereka kepada Abu Hurairah dengan nada kecewa.

“Memangnya kalian melihat apa di sana?” jawab Abu Hurairah.

“Kami melihat sekelompok orang yang sedang berdzikir dan membaca Al-Qur’an” jawab mereka.

“Itulah warisan Rasulullah!” tegas Abu Hurairah dan mereka pun akhirnya terdiam.

***

Kisah Abu Hurairah yang disampaikan Al-Ghazali ini memberikan peringatan sekaligus pelajaran kepada umat Islam yang masih sibuk dengan urusan duniawi dan jasmani. Ada kebutuhan yang tidak kalah penting dan sering dilupakan, yaitu kebutuhan rohani dan spiritual. Rasulullah tidak mewariskan harta benda atau kekayaan duniawi kepada umatnya, melainkan ilmu, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan amal ibadah lain yang bisa mendekatkan diri kepada Allah.

Di sisi lain, dalam menjalani kehidupan di dunia ini, banyak orang berburu kebahagiaan dengan mengandalkan materi. Mereka mengira bahwa kekayaan, harta, atau kemewahan adalah sumber kebahagiaan sejati. Padahal, kebahagiaan hakiki bersemayam di dalam hati dan itu bisa diraih di antaranya dengan berdzikir mengingat-Nya dan membaca Al-Qur’an.


Editor: Aiz Luthfi
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo