Di era modern, definisi lelaki sukses sering kali dikaitkan dengan tampilan fisik, status sosial, atau kemapanan finansial. Namun dalam perspektif Islam, ukuran kualitas seorang lelaki jauh lebih dalam dan mendasar: akhlak, takwa, dan tanggung jawab.
Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam telah menggambarkan karakter-karakter luhur yang seharusnya dimiliki oleh seorang laki-laki sejati.
Berikut adalah 7 kriteria lelaki berkualitas tinggi menurut Al-Qur’an yang bisa menjadi inspirasi dan tolok ukur:
1. Bertakwa kepada Allah
Laki-laki yang bertakwa menjadikan Allah sebagai pusat orientasi hidupnya. Ia berhati-hati dalam berkata, bertindak, dan mengambil keputusan. Takwa adalah fondasi utama dalam membentuk pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.
Surat Al-Hujurat ayat 13 menjelaskan bahwa manusia terbaik, termasuk lelaki ialah yang peling tinggi kadar ketakwaannya:
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah yang paling bertakwa."
2. Menjaga Shalat dan Taat Beribadah
Shalat adalah pilar utama dalam Islam. Lelaki yang menjaga shalatnya menandakan kedisiplinan, komitmen spiritual, dan hubungan yang kuat dengan Allah. Ini adalah tanda seseorang yang memiliki kontrol diri dan tujuan hidup.
Surat Ali Imran ayat 191 menyebutkan bahwa lelaki yang senantiasa berzikir kepada Allah SWT dalam segala kondisi. Terlebih ketika melaksanakan shalat:
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ
"Orang-orang yang senantiasa berzikir kepada Allah, baik berdiri, duduk, maupun dalam keadaan berbaring..."
3. Pemimpin yang Bertanggung Jawab
Surat An-Nisa ayat 34 menyebutkan bahwa secara kodrati, tugas lelaki adalah sebagai pemimpin yang baik bagi perempuan:
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita..."
Ayat ini bukan menunjuk dominasi, tetapi menekankan bahwa lelaki adalah pelindung, pemberi nafkah, dan penanggung jawab dalam keluarga. Lelaki berkualitas mampu memimpin dengan keadilan, kasih sayang, dan kesungguhan.
4. Soft Spoken
Lelaki yang lembut tutur katanya mencerminkan kedewasaan emosional. Ia tidak membentak, tidak kasar, dan mampu menciptakan suasana yang nyaman dengan lisannya. Soft spoken bukan berarti lemah, tapi kuat dalam kendali diri.
Surat Al-Isra ayat 53 menjelaskan bahwa berkata baik dan menjaga lisan merupakan kriteria lelaki yang baik:
وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ
"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik..."
5. Menundukkan Pandangan
Sikap ini menunjukkan kontrol diri dan penghormatan terhadap perempuan. Lelaki yang mampu menjaga pandangan tidak hanya menjaga kehormatan dirinya, tetapi juga menunjukkan kedalaman iman dan akhlaknya.
Surat An-Nur ayat 30 menegaskan bahwa lelaki yang kualitas keimanannya baik ialah yang menjaga pandangan dan kehormatannya:
قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya..."
6. Tidak Sombong dan Rendah Hati
Kesombongan adalah lawan dari kualitas. Lelaki sejati justru rendah hati, mudah menerima nasihat, dan tidak merasa lebih baik dari orang lain. Ia tidak hanya dihormati karena wibawanya, tetapi juga karena
kerendahan hatinya.
Terdapat banyak sekali ayat yang menjelaskan keharaman bersikap sombong. Diantaranya ialah ayat ke 18 surat Luqman:
وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ
"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong..."
7. Tegas dalam Prinsip, Lembut dalam Sikap
Memegang teguh prinsip namun lembut dalam bersikap merupakan salah sattu kriteria lelaki baik sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Fath ayat 29 yang memberikan ciri nabi Muhammad SAW dan Sahabat beliau:
مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِۗ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ
"Muhammad itu utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang kafir, tetapi penuh kasih sayang terhadap sesama mereka..."
Lelaki berkualitas tinggi punya prinsip dan tidak mudah goyah oleh tekanan dunia. Namun dalam bersosialisasi, ia penuh kasih, sabar, dan pengertian. Tegas bukan berarti keras hati, dan lembut bukan berarti lemah.
Menjadi lelaki berkualitas tinggi atau high quality dalam pandangan Al-Qur'an bukan tentang pencitraan, tetapi tentang integritas, tanggung jawab, dan keimanan. Lelaki seperti ini tidak hanya membawa kebaikan dalam dirinya, tetapi juga menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, dan umat.
Editor: Muhammad Zunus


