Dark
Light
Dark
Light

Al-Qur’an: Kitab Petunjuk bagi Seluruh Umat Manusia

Al-Qur’an: Kitab Petunjuk bagi Seluruh Umat Manusia

Al-Qur’an adalah kitab samawi terakhir yang diturunkan oleh Allah dan diterima oleh Nabi terakhir, Muhammad SAW. Ayat-ayat yang termuat dalam Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama masa kenabian Muhammad SAW. Ia begitu istimewa, dan tak terbantahkan. 

Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk laku hidup umat manusia hingga ditiupnya trompet sangkakala, tanda berakhirnya alam ini. Al-Qur’an bisa dikatakan sebagai The Most Valuable Book in Universe, kitab paling berharga sejagat raya.

Sebagai kitab samawi pamungkas, Al-Qur’an mengandung nilai-nilai dan ajaran yang tidak hanya relevan untuk pengikutnya saja, melainkan juga untuk semua orang tanpa terkecuali. Syaikh Usamah al-Azhari, dalam kitab al-Madkhal ila Ushul at-Tafsir, menjelaskan bahwa hidayah atau petunjuk yang dibawa Al-Qur’an setidaknya dapat dikategorikan menjadi dua: hidayah masya’ir al-iman (hidayah keimanan) dan hidayah al-bayan (hidayah berupa penjelasan).

Hidayah masya’ir al-iman adalah sebuah perasaan dan kesadaran pada hati seseorang untuk percaya dan iman kepada Allah, menjalankan ajaran-Nya serta taat kepada Rasul-Nya. Hidayah jenis ini tidak dimiliki siapa pun kecuali Allah. Sebab, hidayah ini merupakan hak prerogatif yang hanya dimiliki Allah. Bahkan, Allah menegaskan hak hidayah jenis ini dari sosok Nabi Muhammad Saw., sebagaimana firman Allah dalam Surat al-Qashash:

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ ۝٥

Artinya: “Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) tidak (akan dapat) memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia paling tahu tentang orang-orang yang (mau) menerima petunjuk.” (Al-Qashash: 5).

Sementara itu, hidayah al-bayan adalah petunjuk yang berupa penjelasan, ajakan, dan hal-hal logis agar manusia dapat mengetahui kebenaran melalui akalnya. Jika hidayah keimanan merupakan bentuk kesadaran melalui hati, maka hidayah kedua ini lebih menekankan kesadaran akan kebenaran melalui akal dan pancaindra. Hidayah jenis inilah yang diperintahkan Allah untuk disampaikan oleh para Nabi kepada para umatnya. Hal ini seperti yang diisyaratkan al-Qur’an dalam surat asy-Syura, yang isinya ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw.:

 وَاِنَّكَ لَتَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۙ ۝٥٢

Artinya: “Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar membimbing (manusia) ke jalan yang lurus.” (Asy-Syura: 52).

Selanjutnya, hidayah al-bayan juga terbagi menjadi dua: hidayah al-ammah (hidayah yang bersifat umum) dan hidayah al-khassah (hidayah yang bersifat khusus). Hidayah al-ammahberisi petunjuk, aturan, dan nilai-nilai kebenaran yang ditujukan untuk seluruh manusia, tanpa ada perbedaan antara yang beriman dan tidak. Hidayah ini umumnya berisi nilai-nilai tentang tujuan hidup di dunia ini, hubungan antar satu manusia dengan yang lain, anjuran untuk merenungi alam raya, dan semua norma-norma kebaikan yang bersifat universal. Hidayah al-ammah ini tergambar jelas dalam salah satu potongan ayat dalam surat al-Baqarah sebagai berikut:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185).

Ayat di atas menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia, tanpa membedakan antara yang beriman dan tidak. Hal tersebut diperkuat dengan masuknya alif danlam pada lafaz “nas”. Dalam kaidah tafsir dijelaskan bahwa setiap lafaz mufrad (tunggal) yang kemasukan alif dan lam adalah bermakna umum. Dengan begitu, lafaz “an-nas” pada ayat di atas menunjukkan makna umum yang mencakup semua manusia tanpa memandang perbedaan agama.

Ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung hidayah al-ammah biasanya diawali dengan kalimat “ya ayyuha an-nas” dan “ya bani adam”. Kalimat-kalimat ini disebut dalam al-Qur’an sebanyak 20-an kali. Keterangan yang disampaikan setelah dua kalimat ini merupakan norma-norma universal yang ditujukan untuk seluruh manusia. Contoh dari hidayah al-ammah dalam al-Qur’an adalah apa yang ada dalam surat al-Hujurat ayat 13:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ۝١٣

Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.” (al-Hujurat: 13).

Ayat di atas berisi penjelasan bahwa hikmah dari perbedaan jenis kelamin, suku, dan bangsa antar manusia adalah agar mereka saling mengenal, bukan untuk bermusuhan. Apabila dipahami, pesan moral tersebut jelas tidak hanya berlaku untuk umat Islam saja, melainkan juga berlaku untuk seluruh manusia di muka bumi ini. Sebab, apabila mampu dijalankan, nilai moral di atas akan membawa kebaikan universal bagi semua orang tanpa terkecuali. Kiranya, ayat ini dapat menjadi bukti bahwa al-Qur’an membawa pesan-pesan universal untuk kebaikan semua orang.

Sementara itu, hidayah al-khassah merupakan petunjuk al-Qur’an yang hanya ditujukan kepada orang-orang yang beriman. Hidayah ini berisi tentang ritual keagamaan, hukum-hukum syariat, petunjuk-petunjuk bagaimana agar bisa dekat dengan Allah, dan hal-hal yang berkaitan dengan laku hidup keseharian seorang muslim. Hidayah jenis inilah yang dimaksud oleh Allah dalam surat al-Baqarah ayat 2:

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ ۝٢

Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (al-Baqarah: 2).

Contoh dari ayat-ayat yang mengandung hidayah al-khassah adalah semua ayat yang diawali dengan kalimat “ya ayyuha alladzina amanu”. Kalimat ini disebut sebanyak kurang lebih 80 kali dalam al-Qur’an. Keterangan yang ada setelah kalimat ini merupakan hukum-hukum syariat yang memang hanya berlaku untuk umat Islam, seperti hukum larangan minum arak, berjudi, berburuk sangka, dan lain sebagainya.

Perlu dipahami bahwa hidayah al-ammah dan al-khassah tidaklah berdiri sendiri-sendiri, melainkan keduanya mempunyai keterkaitan yang erat. Sebab, hidayah al-ammah merupakan semacam pintu masuk bagi seseorang agar ia bisa mendapatkan hidayah al-khassah. Seperti yang sudah dijelaskan, hidayah al-ammah berisi tentang nilai-nilai universal tentang kemanusiaan dan penghayatan alam semesta. Nah, setelah mendapat hidayah al-ammah ini, seseorang diharapkan dapat naik ke tahap selanjutnya, yaitu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mulai menjalankan hidayah al-khassah yang berupa syariat dan ajaran Islam.

Akhir kata, dari semua keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa al-Qur’an merupakan kitab petunjuk bagi seluruh umat manusia. Ini sekaligus bisa menjadi bukti bahwa Al-Qur’an bukanlah buatan manusia. Al-Qur’an merupakan kalam-kalam Allah yang diturunkan melalui utusan-Nya sebagai bentuk rahmatan lil alamin (kasih sayang kepada seluruh alam semesta). Sebab, hidayahnya yang bersifat universal dapat dirasakan oleh semua orang, meskipun tidak beriman. Apa lagi ini namanya kalau bukan kasih sayang? Semoga kita selalu mendapat hidayah dari Allah, Tuhan semesta alam. Sekian.

 

*Tulisan ini disarikan dari kitab al-Madkhal ila Ushul al-Tafsir, karya Syaikh Usamah As-Sayyid al-Azhari.


$data['detail']->authorKontri->kontri

M. Jauharil Ma'arif Annur
M Jauharil Ma'arif Annur Alumni Ponpes Lirboyo Kediri, Darul Huda Mayak, dan Minhajuth Thullab Lampung. Sedang mengenyam pendidikan S1 di Al-Azhar University jurusan Syari'ah Islamiyyah. Berdomisili di Kairo, Mesir.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo