Dark
Light
Dark
Light

3 Hikmah Hajar Aswad Tidak Kembali Putih oleh Amal Saleh

3 Hikmah Hajar Aswad Tidak Kembali Putih oleh Amal Saleh

Hajar Aswad yang secara bahasa artinya batu hitam, merupakan bagian penting dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji atau umrah. Pasalnya, posisi atau letak Hajar Aswad yang ada sudut tenggara Kabah itu menjadi patokan dimulai dan diakhirinya pelaksanaan tawaf.

Dalam sejarahnya, Hajar Aswad berasal dari surga yang diturunkan Allah ke muka bumi. Awalnya batu ini berwarna putih namun kemudian berubah menjadi hitam karena dosa-dosa yang dilakukan oleh umat manusia. Rasulullah bersabda:

نَزَلَ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مِنْ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ

Artinya: “Hajar Aswad turun dari surga dengan warna lebih putih dari susu kemudian berubah menjadi hitam karena dosa anak Adam". (HR Tirmidzi)

Bagi sebagian orang, mungkin ada yang merasa penasaran dengan Hajar Aswad yang hitam karena dosa. Namun tidak kembali putih oleh keimanan dan amal saleh yang dilakukan oleh umat Islam.

Mengenai hal ini, Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Qutul Mughtadzi ‘ala Jami‘it Tirmidzi menjelaskan, ada 3 hikmah Hajar Aswad tidak kembali memutih meskipun banyak umat Islam yang beriman dan beramal saleh. (Imam Jalaluddin As-Suyuthi, Qûtul Mughtadzi ‘ala Jami‘it Tirmidzi [KSA, Universitas Ummul Qura: 1424 H], Juz I, halaman 289-290)

Adapun 3 hikmah tersebut adalah sebagaimana berikut:

1. Keindahan Surga yang Eksklusif

Hajar Aswad merupakan kepingan batu yang berasal dari surga. Hal ini menjadi gambaran bahwa surga tidak akan dimasuki oleh para pendosa. Jangankan untuk masuk, melihat bagian kecilnya saja dinilai tidak layak, apalagi bagi mereka yang zalim dan berbuat dosa. Surga sangat eksklusif, hanya mereka yang beriman dan beramal saleh yang berhak menikmati aneka fasilitasnya.

Maka, Hajar Aswad yang awalnya berwarna putih berubah menjadi hitam agar keindahan yang melekat padanya menjadi tidak terlihat. Sebagaimana perempuan cantik yang ditutup hijab, meski jasadnya terlihat namun kecantikannya tidak bisa dilihat oleh laki-laki sembarangan.

2. Allah Menetapkan Karakter Warna

Pada hakikatnya Allah punya kekuasaan untuk mengembalikan warna Hajar Aswad menjadi putih, namun Allah tidak menghendakinya. Hal ini menunjukkan bahwa Allah telah menetapkan karakter pada warna putih yang bisa diberi warna oleh hitam dan hitam tidak bisa diberi warna oleh putih.

3. Bahaya Dosa

Hajar Aswad bisa menjadi gambaran bahwa perbuatan dosa dan maksiat bisa membawa dosa dan malapetaka pada manusia. Dosa-dosa manusia yang mengalir pada batu putih dari surga saja berubah menjadi hitam, apalagi pada hati manusia, tentu hitam dan gelapnya bisa lebih dari itu.

Rasulullah bersabda:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ فَإِنْ زَادَ زَادَتْ

Artinya: “Sesungguhnya apabila seorang mukmin berbuat dosa, maka akan ada titik hitam di dalam hatinya. Jika ia bertaubat, meninggalkan dosa, dan memohon ampunan maka hatinya dibersihkan, namun jika ia menambah (dosanya) maka akan bertambah pula (titik hitam)” (HR. Tirmidzi)

Dengan demikian, kehadiran Hajar Aswad tidak hanya menjadi patokan dalam pelaksanaan ibadah tawaf. Lebih dari itu, Hajar Aswad juga mengandung hikmah yang bisa dipetik pelajarannya bagi umat Islam. Wallahu a‘lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo