Dark
Light
Dark
Light

Tantangan Pendidikan Anak di Kanada: Memilih Sekolah Publik, Sekolah Katolik atau Sekolah Muslim?

Tantangan Pendidikan Anak di Kanada: Memilih Sekolah Publik, Sekolah Katolik atau Sekolah Muslim?

Salah satu tantangan di negara multikulturalisme adalah kebebasan ruang publik bagi siapa pun, termasuk bagi kaum sesama jenis. Jika Anda datang ke negara-negara seperti Australia, dan Amerika Serikat, jangan heran jika anak-anak elementary school (SD) sejak kecil sudah berani declare orientasi seksualnya. 

Demikian juga terjadi di negara Kanada.

"Di sekolah publik, anak-anak dibebaskan untuk mencari orientasi seksualnya. Termasuk declare dengan orientasi seksual, meskipun itu sesama jenis," kata Pak Rezal di Ottawa Kanada pada saya.

Pak Rezal ikut membantu mendampingi saya selama Safari Ramadhan di Kanada. Saya sendiri bertugas sebagai Dai Internasional di Kanada sejak 16 Februari hingga 3 Maret 2026. Senang dan bahagia sekali dapat bersilaturahmi dengan para diaspora Indonesia dan Muslim berbagai negara di Kanada.    

Sejak elementary school hingga senior high school, anak-anak sudah terbiasa dengan lingkungan ini. Tidak hanya declare, sebelumnya sekolah juga memberikan guidance terhadap bagaimana menyalurkan orientasi seksual manusia dengan baik. 

"Ini tantangan kami sebagai Muslim di Kanada. Namun tantangan ini lebih mudah ditangani kalau anak-anak belajar di sekolah publik daripada masuk sekolah Katolik. Sebab, di sekolah Katolik ada doktrinasi agama Katolik yang berjalan setiap semester dan berlangsung tahunan," cerita seorang jemaah pengajian yang tidak mau disebutkan namanya pada saya.

Nah, lanjut soal tantangan orientasi seksual. Jika di 'sekolah publik' yang free dari pemerintah tantangannya adalah kebebasan orientasi seksual, maka tantangan di sekolah Katolik adalah doktrinasi agama Kristen Katolik. Dan dokstrinasi ini berjalan  setiap semester selama bertahun-tahun. 

"Jadi akhirnya kami memilih anak-anak belajar di sekolah publik. Hanya satu semester diajarkan pendidikan seksual. Kalau di sekolah Katoilik, pembelajaran agama Katolik berlangsung tahunan," kata jemaah ini lebih lanjut pada saya. 

Tentu, yang paling aman adalah di sekolah Muslim, meskipun di sekolah Muslim ini harus berbayar, tidak seperti sekolah publik dan sekolah Katolik yang gratis.

"Anak saya di sekolah Muslim Ottawa. Kami memang harus bayar. Tapi menurut kami, hal ini lebih baik," kata Bani, Ketua Pengajian Muslim Ottawa dalam bincang ringan dengan saya di KBRI Ottawa.

Umur Mas Bani–saya menyebutnya demikian—baru tiga puluhan. Saya berkali-kali bertemu dengannya karena Mas Bani sering mengkoordinir jamaah pengajian Muslim Ottawa khususnya ketika jadwal pengajian weekend di KBRI Ottawa Kanada. 

Saat ini sekolah Islam di Kanada berkembang pesat. Sekolah Islam menawarkan pendidikan akademik umum yang dipadukan dengan nilai-nilai agama Islam.  

Banyak sekolah swasta Islam tersedia di kota-kota besar seperti Toronto, Mississauga, Scarborough, dan Ottawa. Jika kita prosentase, sekolah Islam berpusat di beberapa provinsi dengan populasi Muslim terbesar, yaitu Ontario (6,7%), Quebec (5,1%), dan Alberta (4,8%).

Kalau sekolah publik, kekhawatiran hanya satu semester orientasi pendidikan seksual. Selebihnya, siswa mengikuti pelajaran pada umumnya.

Selain itu, meski tidak diajarkan agama, anak-anak dapat belajar agama Islam melalui berbagai forum pengajian. Pengajian Ottawa misalnya mengadakan sekolah–sejenis Taman Pendidikan Al-Qur’an di Indonesia--setiap weekend di Ottawa. Anak-anak belajar agama dan Al-Qur’an di pengajian Ottawa Kanada pada Hari Sabtu dan Minggu. Sekaligus, acara ini memenuhi rasa kangen ketemu dengan orang Indonesia.   

Namun demikian, ada juga satu dua sekolah publik yang lebih ramah terhadap Islam. Edmonton Public Schools di Kanada misalnya menerbitkan kebijakan dukungan bagi siswa Muslim menjelang bulan Ramadhan. Kebijakan ini mencakup penyesuaian aktivitas dan pemberian ruang yang mendukung siswa dalam menjalankan ibadah puasa. Langkah tersebut diapresiasi sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan inklusivitas di lingkungan pendidikan. Kendati jumlah sekolah ini yang punya kebijakan ini sedikit. 

Tentu, keluarga Muslim membutuhkan lingkungan yang baik untuk perkembangan anak-anaknya. Ini sejalan dengan perkataan Ibnu Athailah al-Iskandari dalam Kitab Hikam: La tashab man la yunhiduka haluhu wala yadulluka ‘allahi maqaaluhu. Jangan berteman dengan orang yang tingkah laku dan perkataannya tidak bisa mendekatkan diri pada Allah Swt. 

Senada dengan Ibnu Athailah, Pierre Bordieu menyebut ini dengan teori habitus. Dalam teori, orang itu tergantung pada habitus atau lingkungannya. Seseorang menjadi baik karena lingkungan. Sebaliknya, seseorang menjadi buruk juga karena lingkungan habitusnya. 

Karena itu, menyediakan lingkungan yang baik untuk anak-anak adalah harga mati. Dan keluarga menjadi lingkungan baik pertama dan utama di Negara Kanada. Tentu, pilihan sekolah Muslim, sekolah publik ataupun sekolah Katolik bergantung pada pertimbangan tiap-tiap individu Muslim di Kanada.  

Wallahu’alam. 

M. Noor Harisudin, Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dan Direktur Womester


$data['detail']->authorKontri->kontri

M Noor Harisudin
Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Sidiq Jember, Direktur World Moslem Studies Center


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Khazanah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo