Dark
Light
Dark
Light

Artis Senior Kiki Fatmala Meninggal karena Kanker Paru-paru, Yuk Cari Tahu Penyebab, Gejala hingga Metode Penyembuhannya!

Artis Senior Kiki Fatmala Meninggal karena Kanker Paru-paru, Yuk Cari Tahu Penyebab, Gejala hingga Metode Penyembuhannya!

Arina.id ~ Artis senior Kiki Fatmala meninggal dunia pada Jumat (1/12/2023). Pemeran film “Si Manis Jembatan Ancol” ini menghembuskan nafas terakhir usai dirawat karena komplikasi kanker yang dideritanya sejak 2021 silam.

"Dengan kesedihan mendalam dan hati yang berat, kami ingin mengumumkan berpulangnya yang tercinta Kiki Fatmala, yang bukan hanya orang terkasih keluarga kami, tetapi juga sahabat yang dikenal oleh banyak orang," tulis pihak keluarga Kiki Fatmala melalui akun Instagram @qq_fatmala dilihat arina.id pada Sabtu, (2/12/2023).

"Kiki Fatmala meninggal dunia pada 1 Desember 2023 pada usia 56 tahun, karena komplikasi akibat kanker," lanjut keterangan dalam unggahan tersebut.

Menurut informasi yang beredar, mendiang Kiki Fatmala mengindap kanker paru-paru stadium V. Aktris kelahiran 14 Agustus 1967 tersebut pernah mengisahkan kondisi kesehatannya kepada publik setelah divonis kanker paru-paru stadium 4 sejak 2021.

"19 November 2021 hari di mana semuanya berubah. Itu adalah hari di mana saya didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium IV," tulis Kiki Fatmala di media sosial pada April 2022.

Lantas seperti apa sebenarnya penyakit kanker paru-paru ini?

Mengenal kanker 

Kanker adalah istilah lain untuk menyebut tumor ganas. Kanker dalam bahasa Latin yakni carcinamon. Carci berarti kepiting dan oma berarti pembesaran. Menurut Ranasasmita (2008), penamaan ini dimungkinkan karena jaringan yang mengandung sel kanker secara fisik memiliki penampakan melintang dengan bagian tengah padat membulat yang pinggirannya membentuk juluran keluar sehingga mirip seperti kepiting.

Istilah lain yang digunakan untuk menyebut kanker di dunia medis adalah neoplasma dan tumor. Neoplasma berasal dari bahasa Yunani, neos berarti baru dan plasma berarti pembengkakan. Kanker, neoplasma, dan tumor sering dipakai untuk menggambarkan hal yang sama, walaupun kenyataannya berbeda. Tumor merupakan penamaan bagi setiap bentuk abnormal dari massa sel yang tidak mengalami inflasi dan tidak mempunyai fungsi fisiologis. Neoplasma diartikan lebih sempit, yaitu sebagai pertumbuhan sel baru yang tidak memiliki fungsi fisiologis.

Apa itu kanker paru?

Kanker paru-paru (Lung cancer) adalah jenis kanker yang tumbuh pada organ paru-paru, yaitu di mana terdapat sel-sel kanker yang berkembang secara tidak terkendali di dalamnya. 

Kanker paru-paru salah satu jenis atau tipe kanker yang bermula di paru-paru. Kondisi ini bahkan menjadi salah satu penyebab utama dari kematian akibat kanker di seluruh dunia. Biasanya, orang yang merokok memiliki faktor risiko yang lebih besar untuk mengalami jenis kanker yang satu ini, jika dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.

Menurut American Cancer Society, kanker ini terbagi ke dalam dua jenis yang dibedakan berdasarkan ukuran sel dalam tumor kanker.

1. Kanker paru-paru karsinoma sel kecil (KPKSK)

Jenis kanker paru yang satu ini biasanya dialami oleh perokok berat. Bahkan, jenis kanker ini lebih sedikit dialami dibandingkan jenis lainnya. Namun, jenis ini lebih cepat menyebar ke seluruh tubuh. Kira-kira 70% dari pasien yang mengalami kanker ini sudah berada pada stadium kanker paru yang cukup parah saat menjalani diagnosis.

2. Kanker paru-paru karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK)

Istilah kanker ini meliputi beberapa jenis dari kanker paru. Kondisi ini berarti sel-sel kanker lebih besar daripada KPKSK. Lebih banyak pula orang memiliki jenis kanker ini.

Kondisi ini tidak berkembang secepat KPKSK, sehingga pengobatan untuk jenis kanker ini berbeda. Biasanya, jenis kanker paru yang termasuk ke dalam jenis ini adalah adenocarcinoma, squamous cell carcinoma, dan large cell carcinoma.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker ini adalah salah satu penyebab utama kematian yang menyebabkan 1,59 juta kematian pada tahun 2012. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat selama dekade berikutnya.

Sebagian besar gejala kanker paru terjadi di paru-paru, tetapi Anda juga mungkin mengalami gejala lain pada tubuh. Hal ini biasanya terjadi karena kanker telah menyebar (dalam istilah medis disebut dengan metastasis) ke bagian tubuh lainnya.Tingkat keparahan gejala juga berbeda. Beberapa bahkan mungkin tidak merasakan gejala atau hanya merasa lelah secara umum. Tak jarang, pada tahapan stadium awal, kanker ini tidak menunjukkan gejala.

Beberapa Gejala Kanker Paru-paru

  1. Ketidaknyamanan atau nyeri pada dada.
  2. Batuk yang tidak hilang atau semakin memburuk dari waktu ke waktu.
  3. Masalah pernapasan.
  4. Darah dalam dahak (lendir batuk dari paru-paru).
  5. Suara serak.
  6. Masalah dalam menelan.
  7. Kehilangan selera makan.
  8. Kehilangan berat badan tanpa alasan.
  9. Merasa sangat lelah.
  10. Peradangan atau sumbatan di paru-paru.
  11. Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening dalam dada di daerah paru-paru.

Kanker ini adalah kondisi yang serius yang dapat menyebabkan komplikasi fatal. Kanker paru bisa menyebabkan komplikasi, seperti:

  1. Sesak napas.
  2. Batuk darah.
  3. Nyeri, umumnya timbul pada stadium lanjut.
  4. Cairan di dada (efusi pleura).
  5. Kanker yang menyebar ke bagian lain dari tubuh (metastasis).

Penyebab Kanker Paru-paru

Dikutip dari hellosehat, berikut ini adalah beberapa kondisi yang diduga menjadi penyebab utama dari kanker paru-paru.

1. Kebiasaan merokok

Menurut Mayo Clinic, salah satu penyebab terjadinya kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok. Hal ini berpotensi merusak sel-sel yang melindungi paru-paru. Saat Anda menghirup asap rokok yang mengandung karsinogen, perubahan yang terjadi pada jaringan paru-paru dapat terjadi seketika.

Artinya, tidak hanya pada perokok aktif, kondisi ini bisa menyebabkan masalah kesehatan pada perokok pasif. Awalnya, tubuh Anda masih mampu memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh rokok.

Namun, seiring berjalannya waktu, apalagi dalam kondisi jantung terus-menerus terpapar oleh zat karsinogen, perlahan-lahan, sel yang melindungi paru-paru akan mengalami kerusakan yang lebih parah. Hal tersebut dapat menyebabkan sel-sel tidak berfungsi secara normal sehingga menjadi penyebab terbentuknya kanker paru-paru.

2. Paparan radon

Penyebab lain dari kanker paru-paru yang mungkin Anda alami adalah paparan radon, yaitu gas radioaktif yang tidak berwarna dan tidak berbau yang secara alami berada di dalam tanah. Zat ini bisa keluar dari tanah dan memasuki bagunan melalui retakan serta celah-celah kecil.

3. Zat kimia berbahaya

Selain asap rokok dan radon, ada pula penyebab dari kanker paru-paru, yaitu paparan zat kimia berbahaya. Biasanya, hal ini dialami oleh orang yang memiliki pekerjaan yang berhubungan langsung dengan zat-zat kimia tertentu.

Zat kimia berbahaya yang dapat meningkatkan potensi Anda mengalami kondisi ini adalah asbestos, uranium, arsenik, kadmium, kromium, nikel, dan beberapa produk petroleum yang sangat berbahaya.

Bahan kimia di atas dapat tercampur dengan udara yang Anda hirup. Mengingat bahan-bahan tersebut tidak berbau dan berasa, zat kimia menjadi sulit terdeteksi. Jika Anda mulai merasakan gejala dari kanker paru, segera periksakan diri ke dokter. 

Anda pun disarankan untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan Anda jika sering terpapar dengan zat-zat tersebut sebagai bentuk pencegahan terhadap kanker paru-paru. 

Faktor risiko lain yang berkontribusi terhadap kanker paru

Selain beberapa hal yang dapat menjadi penyebab kanker paru-paru, ada pula beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi Anda mengalami kondisi tersebut, di antaranya: 

1. Riwayat kesehatan keluarga

Sayangnya, kanker paru-paru merupakan salah satu penyakit yang dapat diturunkan. Jika ada anggota keluarga, seperti orangtua atau saudara yang memiliki kanker paru, maka risiko Anda mengalami kondisi tersebut juga semakin tinggi.

2. Riwayat kesehatan pribadi

Bukan hanya riwayat kesehatan keluarga saja yang bisa meningkatkan potensi Anda mengalami kanker paru-paru. Riwayat kesehatan pribadi juga bisa menjadi penyebab dari kanker paru-paru yang Anda alami.

Anda tentu akan lebih berisiko terkena kanker paru-paru apabila memiliki penyakit paru-paru kronis seperti TBC, bronkitis kronis, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Penyakit paru ini menyebabkan peradangan dan jaringan parut di paru-paru.

Jika Anda mengalami salah satu kondisi kesehatan tersebut, segera periksakan ke dokter untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker paru. Apabila hasilnya positif atau Anda didiagnosis mengalami kondisi ini, segera jalani pengobatan kanker paru dan lakukan berbagai aktivitas yang dapat digunakan sebagai pengobatan alami terhadap kanker paru.

3. Terapi radiasi ke bagian dada

Rupanya, bukan hanya gaya hidup yang tak sehat yang dapat meningkatkan faktor risiko yang berpotensi menjadi penyebab kanker paru-paru. Pengobatan seperti terapi radiasi juga mampu meningkatkan potensi Anda mengalami kondisi ini.

Padahal, terapi radiasi umumnya digunakan sebagai salah satu jenis pengobatan kanker. Sayangnya, terapi ini dapat memicu terjadinya kanker paru-paru, khususnya jika Anda adalah seorang perokok aktif.

4. Pola makan

Jika Anda tidak ingin mengalami kanker paru-paru, Anda perlu mengurangi faktor risiko yang dapat menjadi penyebab dari kondisi tersebut. Salah satunya adalah pola makan yang tak sehat.

Nutrisi yang tepat tentu sangat diperlukan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Jika Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi oleh tubuh, risiko Anda mengalami kanker paru-paru akan semakin meningkat.

Tak hanya itu, mengonsumsi vitamin dan suplemen tertentu juga meningkatkan peluang Anda mengalami kondisi ini. Diduga, mengonsumsi beta karotene untuk perokok aktif justru meningkatkan risiko mengalami kanker yang satu ini.

5. Paparan asap rokok

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tidak hanya perokok aktif saja yang memiliki risiko mengalami kanker paru-paru dari kebiasaan merokok. Jika Anda hidup dengan seorang perokok aktif, atau dapat disebut sebagai perokok pasif, asap rokok yang Anda hirup sehari-hari dapat menyebabkan Anda mengalami kanker paru.

Oleh sebab itu, jika Anda seorang perokok aktif, berhentilah merokok demi kebaikan Anda dan orang-orang di sekitar. Begitu pula dengan Anda perokok pasif, sebisa mungkin hindari paparan asap rokok di mana pun Anda berada. Jika perlu, ingatkan orang terdekat Anda untuk berhenti merokok demi kesehatan bersama.

Penting bagi Anda untuk memahami apa saja penyebab dari kanker paru-paru agar lebih waspada. Selain itu, cobalah untuk mengelola berbagai faktor risiko yang Anda miliki jika tidak ingin mengalami kondisi ini.

Jika Anda sudah mengalami kanker paru-paru, hentikan segala kebiasaan hidup yang tak sehat, salah satunya adalah dengan berhenti merokok. Selain itu, cobalah untuk menerapkan gaya hidup sehat agar tahapan stadium kanker paru yang Anda alami tidak semakin parah. Hal ini juga penting dilakukan agar Anda tidak mengalami komplikasi dari kanker paru-paru.

Pengobatan Kanker Paru-paru

Pengobatan kanker paru-paru untuk setiap pasien bisa saja berbeda, tergantung dari jenis kanker dan seberapa parah penyebarannya.

Beberapa cara pengobatan kanker paru-paru adalah sebagai berikut:
 
1. Operasi

2. Kemoterapi
3. Radioterapi
4. Terapi target
5. Imunoterapi 

Pencegahan Kanker Paru-paru

Mengingat risiko kanker paru-paru cukup berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Maka, ada baiknya Anda memulai hidup sehat dari sekarang.

Pencegahan kanker paru-paru bisa dilakukan dengan beberapa upaya berikut ini:

  1. Menghentikan kebiasaan merokok
  2. Mengonsumsi nutrisi yang baik bagi kesehatan paru-paru
  3. Melakukan pemeriksaan secara rutin
  4. Rajin melakukan olahraga
  5. Menggunakan healthy kit atau alat pelindung diri dari paparan bahan kimia

Demikian penjelasan mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan kanker paru-paru yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat.  
 

 


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Khazanah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo