Dark
Light
Dark
Light

Serba Makna Sayuran

Serba Makna Sayuran

Di tatapan mata, dalam sepiring makanan biasanya sayuran selalu menempati posisi kedua atau ketiga, setelah nasi dan lauk. Perannya hanya dianggap sebagai pelengkap, kadang-kadang tertolak. Anak-anak hingga pemerintah akrab melakukan hal demikian. Barangkali hanya ibu-ibu dan para petani yang konsisten merindukan sayur.

Sayur memasuki beragam waktu, tempat dan suasana. Mula-mula dahulu manusia mengumpulkan sayuran dari alam liar oleh pemburu-pengumpul, sebelum munculnya budaya pertanian. Pada masa sekarang, dengan kecanggihan teknologi dan manajemen yang baik, Tiongkok menjadi negara penghasil sayuran terbesar di dunia. Lebih dari setengah produksinya tersebar di berbagai negara. Indonesia, negara subur yang terletak di daerah tropis dan dilewati rangkaian gunung api justru memproduksi sayur di bawah India, Amerika Serikat, Turki, dan Vietnam.

Sayuran tidak hanya menempati lahan pertanian, pasar dan dapur. Seiring berjalannya waktu, sayur bertempat di halaman rumah, atap, pabrik, sekolah, dan gedung pemerintahan. 

Dahulu, sayur selalu identik dengan lahan yang luas. Namun kini, sayur beradaptasi dalam banyak tempat karena kondisi tanah yang kian menyempit. Sayuran banyak dibudidayakan di halaman, balkon, hingga atap rumah. Salah satu transformasi itu terjadi di kalangan keluarga muda atau kaum muda. Mereka yang ingin mendapatkan sayur melalui usaha, bukan hanya membelinya di pasar atau supermarket. Yang lebih lanjut, sayur tidak lagi hanya bertemu dengan tanah. Ia bisa tetap tumbuh hanya dalam balutan tembok dan air. Barangkali beberapa tahun ke depan sayur akan tetap mampu hidup hanya dengan udara, yakni bertumbuh di luar bumi.

Bagaimana jadinya jika bumi menjadi serupa planet yang tidak memiliki oksigen, gravitasi, dan air? Mungkinkah sayuran tetap bisa bertumbuh Jika boleh diperkirakan, sayur apa yang pertama kali akan ditanam? Kita menjadi teringat sebuah film yang diproduksi tahun 2015 garapan Ridley Scott berjudul The Martian. Film mengisahkan seorang astronot bernama Mark Watney yang diperankan Matt Damon terdampar di planet Mars, selepas ditinggalkan teman-temannya akibat badai. Ketegangan dalam film berpuncak ketika Watney berhasil menanam sayuran berupa kentang untuk mempertahankan nyawanya. Sayur menjadi kunci kehidupan Mark Watney. 

Dalam sebuah novel pendidikan berjudul Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela (1981) gubahan Tetsuko Kuroyanagi, sayuran memasuki sekolah. Mr. Kobayashi, kepada sekolah Tomoe Gakuen, memasukkan kebijakan membawa makanan berupa sayuran dalam kurikulum sekolah. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya sayur bagi perkembangan anak. Weedy Koshino dalam bukunya Amazing Japan (2020) juga mengungkapkan hal serupa. Jepang menjadi negara paling bersemangat mengakrabkan sayuran pada diri anak. 

 

Buku dapat menjadi media untuk mengajak anak memasuki dunia sayur. Melalui buku, anak-anak bisa belajar mengenai hal-hal yang selama ini belum akrab dikenalnya dalam dunia nyata atau pelajaran di sekolah. Aku Suka Sayur (2015) gubahan Li Ya Chen menampilkan sayuran memiliki mata, tangan, dan mulut. Buku mewah dengan warna yang apik. Teks tersaji sangat minim tetapi kaya gambar-gambar. Buku tidak memuat berjuta petuah agar anak makan sayur. Anak dipersilahkan berimajinasi dan lekas akrab dengan sayuran. 

Dalam kesejarahan Indonesia, sayur ikut memeriahkan pesta kemerdakaan. Imajinasi soal sayur dibentuk dalam gagasan Indonesia, dua tahun setelah dikumandangkan proklamasi, 1945. Buku Sajoer-Sajoeran Negeri Kita (1947) yang disadur N. St. Iskandar mengabarkan beragam sayuran yang tumbuh di Indonesia. Obrolan soal sayuran menduduki posisi sama pentingnya dengan gagasan kemerdekaan. 

Bicara soal sayur berarti juga mengulik persoalan tubuh, rakyat, dan negara: “Sajoer-sajoeran serta tomboeh-toemboehan jan didjadikan sajoer itoe amat penting bagi makanan nra’jat….. semangkin banjak serta tjermat diadakan sajoer-majoer, semakin baik poela peri keadaan makanan anak negeri….. sajoer-sajoeran itoelah sebagain besar memenoehi keperloean zat-zat makanan jang bergoena bagi badan kita.”

Sayur juga hadir dalam pengeramatan budaya, politik, dan agama. Beberapa masyarakat di Indonesia masih melakukan tradisi larung sesaji. Tradisi ini dilaksanakan setiap setahun sekali di bulan Ruwah. Tradisi larung dimaknai sebagai rasa syukur dengan menyerahkan sesaji, biasanya terdiri atas tumpeng, buah-buahan, dan sayuran. Tersebut beberapa nama sayur seperti kacang panjang, sawi, terong, kol, kubis, kentang, dan lain-lain. Sayuran ikut  dijadikan media untuk terhubung dengan yang Adi Kodrati.

Pada peristiwa yang berbeda, yang ada hubungannya dengan politik, Rabu, 10 Januari 2023 lalu, KH Ma’ruf Amin, kala itu Wakil Presiden, menerima potongan tumpeng pertama dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam HUT ke-51 PDIP. Tumpeng berhias sayuran. Sayur hadir dalam acara politikan. 

Sayur akan terus menemani peristiwa dan keputusan penting di Indonesia. Ingatan akan sayur tidak hanya menarik kita pada soal masakan tetapi justru memberikan suguhan wacana multiperspektif mengenai sejarah, pendidikan, kebudayaan, dan politik
 


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Khazanah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo