Arina.id ~ Bulan Rajab adalah bulan ketujuh dalam hitungan kalender hijriah. Bulan Rajab sendiri memiliki banyak kelebihan dan kemuliaan yang terkandung di dalamnya sehingga Rajab dikenal sebagai bulan Allah. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Saw menyampaikan:
عن الحسن مرسلًا أنه قال - صلى الله عليه وسلم -: رجب شهر الله، وشعبان شهري، ورمضان شهر أمتي
“Diriwayatkan dari hasan (hadist mursal) Rasulullah bersabda: bulan rajab merupakan bulannya Allah dan bulan sya’ban merupakan bulanku (Rasulullah), sedangkan bulan ramadhan merupakan bulannya umatku (Nabi Muhammad)”. (Badrut tamam syarah bulughul marom, hal. 132, juz 5).
Dinukil dari buku Doa dan Amalan di Bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan: Nabi Muhammad Saw dan Keluarganya, salah satu keutamaan bulan Rajab yang diriwayatkan oleh Imam Ja’far al-Sadiq bawasannya, “Rasulullah Saw bersabda, Rajab adalah bulan pengampunan bagi umatku, maka perbanyaklah beristigfar di bulan ini, karena Ia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Bulan Rajab dijuluki dengan al-Ashab (pelimpahan) karena pada bulan ini rahmat Allah dilimpahkan kepada umat Nabi Muhammad, karena itu perbanyaklah mengucapkan Astagfirullah wa as’ aluhu al -taubah yang artinya “Aku memohon ampun kepada Allah dan aku meminta kepada-Nya agar diterima taubatku”.
Penjelasan ini juga diperkuat ahli Tafsir dan Al-Quran asal Rembang, KH Bahauddin Nursalim. Menurutnya, pada bulan Rajab pintu-pintu rahmat Allah terbuka lebar. Hal ini, kata Gus Baha, sebagaimana terdapat dalam surat At-Taubah.
“Saya bersaksi di Bulan Rajab itu banyak pintu rahmat dibuka, ada pintu-pintu gelombang yang membuat kalian mudah sampai ke Allah. Kalian harus ada di gelombang itu,” kata Gus Baha dilansir dari Youtube Kalam Kajian Islam.
Allah mengkhususkan penyebutan bulan-bulan haram (dimuliakan) ini, serta melarang berbuat dzalim di dalamnya. Hal ini kata Gus Baha juga berlaku bagi bulan-bulan yang lain dalam Islam.
Gus Baha juga menjelaskan orang yang berada dalam bulan Rajab kesehariannya berperilaku baik Insyaallah tergolong orang baik.
“Jadi lakukan persiapan mulai Dzulqo'dah sebelum masuk Ramadhan. Itu kesempatanmu mendekat kepada Allah SWT,” jelas Gus Baha.
Gus Baha menegaskan keutamaan Bulan Rajab yang paling jelas adalah karena bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan haram-disamping Dzulqo'dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Di bulan-bulan haram, Allah SWT akan melipatgandakan pahala orang yang menjalankan amal soleh. Tapi sekaligus juga akan melipatgandakan balasan yang lebih besar bagi yang maksiat atau berbuat dosa.
Gus Baha juga menjelaskan bahwa di bulan Rajab ini merupakan waktu puasa sunah yang paling baik.
“Dhawuhe mbah Moen, puasa sing paling apik iku mulai tanggal 1 sampai 10 Rajab lan iki ono ilmune. (Menurut KH. Maimoen Zubair, puasa yang paling baik itu dimulai tanggal 1 sampai 10 Rajab, dan ini ada ilmunya/dalilnya))” ujar beliau.
Tetapi, lanjut Gus Baha, apabila tidak sanggup melaksanakan puasa sunnah Rajab selama sepuluh hari (dari tanggal 1-10 Rajab), cukup dengan melaksanakan dua hari puasa di tanggal 1 dan 10 Rajab saja, seperti halnya yang dilakukan oleh Mbah Moen.
Karena ditanggal 10 tersebut merupakan peristiwa berkumpulnya Abdullah dan Aminah serta merupakan cikal bakal turunnya Nur Baginda Nabi Muhammad hingga beliau lahir (jelas Mbah Moen). Selain itu, di dalam Bulan Rajab peristiwa yang sangat istimewa lainnya yakni Isra’ Mi’raj.
“Ini mempertimbangkan dua peristiwa istimewa yaitu Isra’ Mi’raj dan berkumpulnya Abdullah dan Aminah orang tua Rasulullah Muhammad SAW,” tutur beliau.
Editor: Muhammad Zunus


