Dark
Light
Dark
Light

Khutbah Jumat: Iman dan Takwa Bukan Hanya di Lisan Saja

Khutbah Jumat: Iman dan Takwa Bukan Hanya di Lisan Saja

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ, وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ 

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Ta'ala

Menjadi sebuah keniscayaan bagi kita untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dua hal ini menjadi bekal yang paling penting dalam kehidupan agar senantiasa tetap di jalan Allah SWT. Iman adalah membenarkan atau mempercayai pada 6 hal yang termuat dalam rukun Iman dengan 3 tiga komponen yang harus dilakukan. Yakni meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan merealisasikan keimanan dalam segala aktivitas dan perbuatan.

Sementara takwa memiliki arti memelihara, menghindari, atau takut. Para ulama banyak yang mendefisinikan takwa sebagai:

امْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيْهِ سِرًّا وَعَلَانِيَّةً ظَاهِرًا وَبَاطِنًا    

Yakni melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya baik dalam keadaan sepi maupun ramai, lahir dan juga batin.

Pentingnya takwa ini, wasiat atau pesan untuk meningkatkan ketakwaan menjadi salah satu kewajiban yang harus dilakukan seorang khatib dalam khutbah Jumatnya setiap pekan. Wasiat takwa ini merupakan salah satu rukun khutbah Jumat yang apabila ditinggalkan oleh khatib, maka tidak sah khutbah Jumat yang disampaikannya.   

Wasiat takwa ini juga banyak termaktub dalam Al-Qur’an yang berwujud perintah untuk bertakwa, baik kepada manusia melalui perintah “Ya ayyuhan nas”, maupun kepada orang-orang yang beriman melalui perintah “Ya ayyuhalladzina amanu”. Ayat-ayat ini sering disampaikan oleh para khatib dalam mengawali khutbahnya.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Ta'ala

Iman dan takwa bisa kita ibaratkan sebagai kendaraan yang kita kendarai saat melakukan perjalanan menuju suatu tempat dan rambu-rambu yang harus kita perhatikan dan patuhi selama dalam perjalanan. Iman adalah kendaraan yang kita yakin dan percaya bisa membawa kita ke arah dan tujuan yang benar. Jika kita tidak tahu dan tidak yakin kendaraan apa yang harus kita pakai, atau kita salah dalam memilih kendaraan, maka kemungkinan besar kita akan tidak sampai pada tujuan.

Sementara takwa adalah rambu-rambu yang akan mengarahkan kita ke tujuan yang benar. Mematuhi rambu-rambu menjadi kunci kita selamat dalam perjalanan. Saat ada perintah untuk mengurangi kesecapatan misalnya, kita harus mematuhinya. Ketika kita tidak boleh menyalip kendaraan, maka kita pun harus menahan diri dari menyalip kendaraan di depan kita. 

Inilah gambaran dalam hidup kita, di mana kita percaya pada rukun iman sebagai kendaraannya dan takwa sebagai rambu-rambunya. Dengan dua hal ini, maka insayaAllah kita akan sampai pada tujuan kehidupan dengan selamat.

Namun Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Ta'ala

Perlu kita sadari bahwa iman dan takwa yang kita miliki ini tidak boleh hanya sebatas lisan dan narasi saja. Takwa dan iman harus benar-benar tertancap dalam hati, terucap di lisan, dan terwujud dalam tindakan. Mari tanyakan pada diri kita sendiri, apakah kita sudah benar-benar percaya pada rukun iman yang jumlahnya ada 6? Apakah kita hanya hafal rukun Iman saja namun pada praktiknya kita meniadakan Allah dalam setiap langkah kehidupan kita, misalnya? Jika itu yang terjadi maka iman kita hanya di mulut saja dan bisa jadi kita masuk dalam golongan orang-orang yang sesat.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat An-Nisa 136:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا 

Arinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh.”

Mari tanyakan juga pada diri kita, apakah takwa masih ada dalam diri kita? Apakah kita benar-benar sudah menjalankan perintah Allah semisal senantiasa menjalankan shalat lima waktu, puasa, zakat, dan ibadah lain yang menjadi kewajiban kita? Apakah kita juga sudah menjauhi segala laranganNya seperti menjauhi tindakan menyakiti dan mengambil hak orang lain? Jika kita masih bisa mengatakan bertakwa namun kita masih saja melakukan tindakan negatif yang dilarang Allah, maka bisa jadi takwa kita hanya di lisan saja dan kita termasuk orang-orang yang tertipu.

Firman Allah dalam Surat Luqman 33:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ شَيْـًٔاۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ

Artinya: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah akan hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat membela anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) membela bapaknya sedikit pun! Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kamu diperdaya oleh kehidupan dunia dan jangan sampai karena (kebaikan-kebaikan) Allah kamu diperdaya oleh penipu.”

Oleh karena itu, Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Ta'ala

Mari kita kuatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah dengan tidak hanya dalam lisan saja. Kita harus terus menguatkan iman dan takwa dalam hati dan dalam tindakan kita. Kita juga harus menguatkannya dalam keadaan ramai maupun sepi, bahagia ataupun duka, dan di mana saja kita berada. Rasulullah sudah mengingatkan kita dalam haditsnya:

اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Artinya: ”Bertakwalah kepada Allah  di manapun engkau berada. Iringilah kejelekan itu dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya (kejelekan). Dan pergaulilah manusia dengan pergaulan yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayahNya kepada kita semua, dan semoga kita selalu dalam bimbingan dan pertolonganNya. Amin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا 

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

H. Muhammad Faizin, Sekretaris MUI Provinsi Lampung


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo