Dark
Light
Dark
Light

Khutbah Jumat: Menguatkan Ekonomi di Tengah Keberagaman

Khutbah Jumat: Menguatkan Ekonomi di Tengah Keberagaman

Khutbah I

الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ. أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: مَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ . صَدَقَ اللهُ العَظِيمُ وَبَلَّغَ رَسُولُهُ الكَرِيمُ وَنَحْنُ عَلىٰ ذٰلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ، وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia,

Marilah kita ucapkan syukur tiada henti kepada Rabbil ‘izzati, karena bagaimanapun keadaan kita, Allah SWT tiada henti-hentinya memberikan ma’unah-Nya agar kita tetap sehat dan berpeluang mendapatkan Rahmat-Nya. Kedua kalinya, shalawat beserta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berhasil memberikan uswah hasanah kepada kita bahwa seorang muslim harus produktif; khususnya di bidang ekonomi.

Pada kesempatan kali ini, khatib berwasiat agar kita selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara mengerjakan segala apa yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan. Tema khutbah kali ini adalah: Menguatkan Ekonomi di Tengah Keberagaman. 

Hadirin yang berbahagia,

Kita perlu ingat, Islam tidak melarang umatnya untuk menjadi orang kaya. Namun Islam sangat tidak merekomendasikan seseorang yang merusak ekosistem dan sirkulasi ekonomi yang tidak adil. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam Sunan Ibnu Majah no. 4198 yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَ

Artinya: "Dari Abdullah bin Mas'ud dia berkata: "Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada kedengkian kecuali dalam dua perkara: seseorang yang dikaruniai Allah harta kekayaan kemudian ia habiskan dalam jalan kebenaran, dan seseorang yang dikaruniai Allah Al Hikmah (ilmu) lalu ia mengamalkannya."

Allah juga berfirman:

مَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ .

Artinya: "Apa saja (harta yang diperoleh tanpa peperangan) yang dianugerahkan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. (Demikian) agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya." (QS. Al Hasyr: 7).

Harta tidak boleh dimonopoli atau dikuasai oleh segelintir orang saja, karena sirkulasi ekonomi merupakan syarat mutlak agar keadaan ekonomi umat bisa berjalan. Dengan hal ini maka kesejahteraan bisa terwujud dengan baik.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Di tengah keadaan ekonomi dunia yang tidak stabil seperti yang kita rasakan saat ini, kita semuanya perlu mengedepankan prinsip ta’awun (tolong-menolong). Tidak akan ada hidayah ta’awuniyyah, kecuali Allah SWT memberikannya kepada umat terpilih. 

Dalam kondisi ekonomi saat ini, kita sebagai umat Islam di Indonesia perlu menjadi inisiator juga faktor pembeda karena populasi Muslim sangat mendominasi. 87% lebih masyarakat Indonesia beragama Islam. Oleh karenanya, jangan sampai kita sebagai Muslim masuk ke dalam peribahasa "Bagai memancing di air keruh".

Bukan saatnya perbedaan di tengah kemajemukan beragama dan bersuku-suku menjadikan sektor ekonomi tidak bisa diangkat sepenuhnya. Nabi Muhammad telah memberikan contoh agar tidak memandang pemeluk agama atau ras lain dalam bermuamalah. Dalam riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim pun disebutkan:

وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - وَأَصْحَابَهُ تَوَضَّئُوا مِنْ مَزَادَةِ امْرَأَةٍ مُشْرِكَةٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: "Dari Imran bin Hushain RA, beliau berkata: “Rasulullah SAW bersama para sahabatnya berwudhu dengan air dari bejana wanita musyrik.” ( HR Muttafaq ‘alaih) . 

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia,

Dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, maka kita semua tidak boleh membeda-bedakan agama dan ras serta suku dalam berbangsa. Karena seluruh manusia pastinya membutuhkan manusia lain dalam menjalankan aktivitas keseharian seperti di bidang ekonomi.

Konsep ta’awuniyah (tolong-menolong) dalam ekonomi perlu digalakkan lebih jauh. Melalui toleransi berekonomi, Indonesia dengan ratusan juta penduduk serta kemajemukannya akan dapat membangun ekonomi yang semakin adil dan berkelanjutan serta merata.

Jika ketangguhan ekonomi bisa kita capai maka amanat Pancasila ke-5 yakni Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan dapat terwujud. Semua ini bisa dimulai dari toleransi dalam ekonomi. 

   بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ  ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Afif
Direktur Lembaga Amil Zakat Investa Amanah (LAZIA)


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo