Dark
Light
Dark
Light

Kata Baru: Rizz, Gemoy, Gibran

Kata Baru: Rizz, Gemoy, Gibran

Oxford University Press baru saja menobatkan "Rizz" sebagai Word of The Year 2023. Kata yang berasal dari penyingkatan model gaul (slang) “Charisma” tersebut populer digunakan oleh generasi Z atau Gen-Z untuk menggambarkan kemampuan seseorang menarik atau merayu orang lain. 

Lema "Rizz" mengungguli "Swiftie" (penggemar antusias Taylor Swift), "Situationship" (hubungan romantis atau seksual informal), dan "Prompt" (instruksi yang diberikan kepada program kecerdasan buatan).

Di Bahasa Indonesia, sebenarnya ada dua kata yang mulai sangat populer digunakan, yakni “Gemoy” dan “Gibran”.  Kata yang pertama sebenarnya berkonotasi kurang baik karena “gemoy” adalah gabungan dari “Gembrot (gendut)” dan “Letoy (lemah)”, tetapi ia kerap digunakan dalam konteks positif dengan makna “menggemaskan” dan “lucu”. 

Sementara kata kedua, “Gibran”, bernasib sebaliknya. Sebagai nama, Gibran bermakna positif sebab ia berarti “yang terpandai”, tetapi dalam penggunaan, ia kerap digunakan untuk makna negatif.

Biasanya, lema yang berisi perubahan makna dari positif ke negatif tidak akan diterima sebagai kosakata baru, karenanya bukan hanya “menggibran” yang tidak akan diterima, lema “meng-Ganjar” pun tidak akan diterima.

ND: nambah dikit

Sampai dumelan ini dibuat, belum ada kata “meng-Anis”; yang paling dekat adalah “mengalis”, yakni aktivitas menggambar alis sampai lupa bahwa pilpres tahun depan sebenarnya diikuti oleh lima putra terbaik bangsa!

Loh, bukannya enam?

Yang satu, kan, putra presiden!


$data['detail']->authorKontri->kontri

Khoirul Anam
Pengajar dan Pegiat Tata Bahasa


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Mozaik Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo