Arina.id - Umat Islam sangat bergembira dengan datangnya bulan Ramadan. pasalnya, limpahan berkah dan ampunan mengucur deras kepada mereka yang bersungguh-sungguh melakukan amal kebaikan dan beribadah ikhlas karena Allah.
Pada Ramadan, umat Islam bersemangat melaksanakan ibadah; tadarus, sholat sunah, i’tikaf, sedekah, dan lain sebagainya. Hampir seluruh hari digunakan untuk ibadah, karena memang kesempatan berjumpa bulan Ramadan hanya satu kali dalam setahun.
Beberapa amal ibadah yang sangat terlihat peningkatannya adalah sholat Tarawih dan sholat Witir berjamaah yang sering dilaksanakan di masjid, mushala, pesantren selama Ramadan. Meski demikian, kebiasaan meningkatkan ibadah sholat sunah selain di bulan Ramadan juga dilaksanakan dengan baik, misalnya sholat Tahajud, sholat Hajat dan sholat Witir.
Sholat Tarawih (qiyam Ramadan) dan sholat Tahajud adalah dua sholat sunnah yang pernah dilakukan Rasulullah, sehingga melaksanakan kedua sholat sunnah ini sangatlah dianjurkan. Kemudian diakhiri dengan sholat sunah Witir.
Keutamaan sholat Tarawih berdasarkan hadits:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah bersabda: Siapa yang beribadah di bulan Ramadan disertai keimanan dan mengharap pahala melimpah, maka dia akan diampuni dosa-dosa terdahulu." (HR. Annasai: 3/201)
Sedangkan keutamaan sholat Tahajud bersumber dari QS. Al-Isra:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَحْمُوداً
Artinya: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra’: 79).
Perbedaan sholat Tahajud dan Tarawih
Seperti yang telah dipahami, sholat Tahajud merupakan sholat yang memiliki ketentuan khusus, yakni harus dilakukan pada malam hari, tepatnya setelah melaksanakan sholat Isya dan setelah bangun tidur.
Imam Ramli dalam kitab Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj (Beirut, Darul Fikr: 1404 H) juz 2, halaman 131, menyebutkan :
وَيُسَنُّ (التَّهَجُّدُ) بِالْإِجْمَاعِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ [الإسراء: ٧٩] وَلِمُوَاظَبَتِهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَهُوَ التَّنَفُّلُ لَيْلًا بَعْدَ نَوْمٍ
Artinya: "Sholat Tahajud disunnahkan sesuai kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah: Dan pada sebagian malam hari sholat Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu (QS. Al-Isra’: 79) dan juga berdasarkan ketekunan Nabi Muhammad dalam melaksanakannya. sholat Tahajud adalah sholat sunah di malam hari yang dilakukan setelah tidur."
Dengan pendapat yang sama Syekh Sulaiman Ibn Muhamad ibn Umar Al-Bujairami menyebutkan :
وَتَهَجُّدٌ - أَيْ: تَنَفُّلٌ بِلَيْلٍ بَعْدَ نَوْمٍ
Artinya: "Dan sunah melaksanakan sholat Tahajud, yaitu sholat sunah setelah tidur."
عنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَتَهَجَّدُ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ
Artinya: "Diriwayatkan dari Hudzaifah, ia berkata, Rasulullah ketika bangun malam, beliau sholat Tahajud dan membersihkan mulut dengan siwak" (HR. Ibnu Majah)
Sedangkan pelaksanaan sholat sunah Tarawih (qiyam Ramadan) hanya tertentu di bulan Ramadan, dilakukan setelah sholat Isya dan tidak didahului tidur.
وهذا القيام يتحقق بصلاة التراويح التي اختص بها شهر رمضان، ومعنى قيام رمضان إيمانًا: أي تصديقًا بما وعد اللَّهُ الصائمَ من الأجر، واحتسابًا: أي محتسبًا ومدخرًا أجره عند الله تعالى لا عند غيره، وذلك بإخلاص العمل لله.
Artinya: "Qiyam Ramadan di sini menegaskan sebagai sholat Tarawih yang dikhususkan ketika bulan Ramadan. Makna qiyam Ramadan disertai keimananan adalah percaya penuh atau membenarkan dalam hati atas janji Allah terhadap pahala melimpah bagi orang yang berpuasa."
Adapun maksud ihtisaban adalah berusaha memperbanyak pahala di bulan Ramadan dan akan menjadi bekal di sisi Allah. Ini semua dilakukan penuh ikhlas, murni ibadah kepada Allah.
Dari penjelasan ini, perbedaan sholat Tarawih dan sholat Tahajud terletak pada waktu pelaksanaannya. Sholat Tarawih dilakukan khusus pada bulan Ramadan, sedangkanTahajud dilakukan khusus setelah tidur malam.
Meski demikian, sholat Tahajud dan sholat Tarawih adalah ibadah sunah yang bisa digabungkan, yakni dengan cara mempertemukan waktu pelaksanakan di malam Ramadan. Tepatnya, sholat Tarawih dilakukan malam hari setelah bangun tidur. Misalnya setelah sholat Isya tidur terlebih dahulu, kemudian bangun malam untuk melaksanakan sholat Tarawih plus tahajud. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor: Muhammad Faizin


