Dark
Light
Dark
Light

Keistimewaan Silaturahmi dan Ziarah Kubur Jelang Ramadhan

Keistimewaan Silaturahmi dan Ziarah Kubur Jelang Ramadhan

Arina.id - Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Islam di berbagai penjuru dunia memiliki tradisi yang kaya dengan nilai spiritual. Salah satunya adalah mempererat silaturahmi dan melakukan ziarah kubur. Dua amalan ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam kehidupan beragama dan sosial.  

Silaturahmi dan ziarah kubur adalah salah satu tradisi baik yang dianjurkan bagi umat Islam. Kedua tradisi tersebut merupakan cermin hubungan kasih sayang antara yang masih hidup dan yang telah meninggal dunia.

Tradisi silaturahmi dan ziarah kubur meskipun sebatas anjuran akan tetapi memiliki sejumlah keistimewaan. Hal ini terbukti dengan ramainya sejumlah umat Islam silaturahmi dan ziarah ke kampung halaman, baik berziarah ke makam orang tua, saudara, kerabat, hingga makam beberapa wali dan ulama yang tersebar di beberapa daerah.

Keistimewaan silaturahmi dapat ditemukan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Muslim dan lainnya bahwa Rasulullah bersabda:

 مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim." 

Perihal hadits ini, Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dilapangkan rezekinya adalah diluaskan dan dijadikan banyak hartanya, dan menurut pendapat yang lain, artinya adalah diberi keberkahan harta (meskipun secara lahiriah, harta tidak bertambah banyak).

Sedangkan keistimewaan ziarah kubur, khususnya menziarahi makam orang tua disebutkan dalam salah satu riwayat:

وَقَدْ رَوَى الْحَكِيمُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَفَعَهُ مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً غَفَرَ اللَّهُ لَهُ وَكَانَ بَارًّا بِوَالِدِيهِ 

Artinya: "Al-Hakim meriwayatkan dari Abu Hurairah dengan keadaan marfu’: Siapa saja yang menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya pada setiap Jumat sekali saja, niscaya Allah mengampuninya dan ia tercatat sebagai anak yang berbakti kepada keduanya," (Lihat Al-Bujairimi, Tuhfatul Habib alal Khatib, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 1996 M/1417 H], cetakan pertama, juz II, halaman 573). 

Begitu pula dalam kitab al-Mu’jam al-Kabir lit Tabhrani juz 19 disebutkan:

  عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من زار قبر أبويه أو احدهما فى كل جمعة غفر له وكتب برا

Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari jum’at maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang ta’at dan berbakti kepada kedua orang tuanya."

Ketiga riwayat hadits ini menegaskan betapa pentingnya bersilaturahmi dan menziarahi makam orang tua, sehingga mendapatkan beberapa keistimewaan, yaitu berkat rajin silaturahmi akan dikaruniai panjang usia, rezeki yang melimpah dan berkat ziarah ke makam orang tua, akan diampuni dosanya dan tercatat sebagai anak yang berbakti.

Oleh karena itu, menjelang bulan Ramadhan sangat dianjurkan untuk meningkatkan silaturahmi yang akan dapat memupuk kasih sayang di antara keluarga. Dengan menziarahi makam kedua orang tua atau salah satunya, disertai membacakan surat Al-Qur'an dan mendoakannya, akan mempererat jalinan ruh (silaturruh) antara anak dan orang tua yang telah meninggal. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo