Dark
Light
Dark
Light

8 Hal yang Perlu Dilakukan saat I'tikaf

8 Hal yang Perlu Dilakukan saat I'tikaf

Arina.id - I'tikaf merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan, terutama di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam sejarahnya, i’tikaf tidak hanya disyariatkan untuk umat Nabi Muhammad saja, namun telah disyariatkan sejak lampau. Hal ini bisa kita simak dalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 125 yang menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail membersihkan rumah Allah (masjid) untuk digunakan umat manusia ber-i'tikaf dan ibadah lainnya:

وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ 

Artinya: “Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Isma’il, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang i’tikaf, orang yang ruku’ dan orang yang sujud.”

Pada prinsipnya ibadah i'tikaf ini boleh dilakukan kapan saja, namun sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan adalah waktu terbaik karena Nabi Muhammad SAW telah memberikan contohnya. Dalam salah satu riwayat disebutkan:

كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ 

Artinya: “Rasulullah melaksanakan i’tikaf pada sepuluh (malam) terakhir dari bulan Ramadan sampai beliau wafat, lalu (dilanjutkan) istri-istrinya yang i’tikaf sepeninggalnya” (HR. Bukhari)

Berikutnya, agar i'tikaf menjadi lebih bermakna, berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan selama i'tikaf:

1. Melaksanakan Sholat Fardu Berjamaah

Sholat fardu merupakan ibadah sholat paling utama dalam Islam, terutama apabila dilaksanakan secara berjamaah di masjid. Saat seseorang sedang beri'tikaf dan telah datang panggilan sholat fardu berjamaah, maka ada pahala yang sangat besar baginya, yakni pahala i'tikaf dan pahala sholat fardu berjamaah. 

2. Memperbanyak Sholat Sunah

Selain sholat wajib, perbanyaklah sholat sunah seperti tahajud, witir, dhuha, dan rawatib. Ini adalah momen yang tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui sholat sunah. Dijelaskan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, j. VI, h. 528:

قال الشافعي والأصحاب فالأولى للمعتكف الاشتغال بالطاعات من صلاة وتسبيح وذكر وقراءة واشتغال بعلم تعلما وتعليما ومطالعة وكتابة ونحو ذلك ولا كراهة في شئ من ذلك ولا يقال هو خلاف الأولى هذا مذهبنا وبه قال جماعة منهم عطاء والأوزاعي وسعيد بن عبد العزيز 

Artinya: “Imam Syafi’i dan ashab (para pengikutnya) berkata, ‘Hal yang utama bagi orang yang beri’tikaf adalah menyibukkan diri dengan ketaatan dengan melaksanakan sholat, bertasbih, berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan menyibukkan diri dengan ilmu dengan cara belajar, mengajar, membaca, dan menulis serta hal-hal sesamanya. Tidak dihukumi makruh dalam melaksanakan satu pun dari hal-hal di atas, dan tidak bisa disebut sebagai menyalahi hal yang utama (khilaf al-aula). Ketentuan ini merupakan pijakan mazhab kita (mazhab Syafi’i), dan pendapat ini diikuti oleh golongan ulama, seperti Imam ‘Atha, al-Auza’i, Sa’id bin Abdul Aziz”

3. Membaca dan Merenungkan Al-Qur'an

Salah satu tujuan utama i'tikaf adalah meningkatkan hubungan dengan Al-Qur'an. Bacalah Al-Qur'an sebanyak mungkin, serta renungkan maknanya agar semakin menambah keimanan dan pemahaman terhadap ajaran Islam.

4. Berdoa dan Berdzikir

Manfaatkan waktu i'tikaf untuk memperbanyak doa dan dzikir. Mohonlah ampunan, keberkahan, serta petunjuk dari Allah. Dzikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar dapat membantu menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam kitab Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syafi’i, j. II, h. 108 dijelaskan:

يستحب للمعتكف الاشتغال بطاعة الله تعالى، كذكر الله تعالى، وقراءة القرآن، ومذاكرة العلم، لأنه أدعى لحصول المقصود من الاعتكاف. الصيام، فإن الاعتكاف مع الصيام أفضل. وأقوى على كسر شهوة النفس وجمع الخاطر وصفاء النفس. أن يكون الاعتكاف في المسجد الجامع، وهو الذي تقام فيه الجمعة. أن لا يتكلم إلا لخير، فلا يشتم، ولا ينطق بغيبة، ونميمة، أو لغو من الكلام

Artinya: “Disunnahkan bagi orang yang melaksanakan i’tikaf untuk melakukan beberapa hal. Pertama, menyibukkan diri dengan melaksanakan ketaatan pada Allah, seperti berdzikir, membaca Al-Qur’an dan diskusi keilmuan. Sebab melaksanakan hal-hal ini akan menuntun terhadap maksud dari pelaksanaan i’tikaf. Kedua, berpuasa. Sesungguhnya i’tikaf dalam keadaan berpuasa itu lebih utama dan, kuat dalam memecah syahwat hawa nafsu, dapat memfokuskan pikiran dan menyucikan hati. Ketiga, melaksanakan i’tikaf di masjid jami’, yakni masjid yang didirikan sholat Jumat. Keempat, tidak berbicara kecuali perkataan yang baik. Ia tidak diperkenankan untuk mengumpat, menggunjing, adu domba, dan perkataan yang tidak ada gunanya”

5. Menuntut Ilmu

Gunakan waktu i'tikaf untuk menambah ilmu agama, baik dengan membaca buku-buku Islam, mendengarkan kajian, maupun berdiskusi dengan sesama jamaah yang juga sedang beri'tikaf.

6. Menjaga Keikhlasan dan Menghindari Hal yang Tidak Bermanfaat

Pastikan niat i'tikaf benar-benar karena Allah dan bukan sekadar ikut-ikutan. Hindari perbincangan yang tidak bermanfaat, bermain ponsel secara berlebihan, atau hal lain yang dapat mengurangi nilai ibadah i'tikaf.

7. Muhasabah Diri (Introspeksi Diri)

I'tikaf adalah kesempatan untuk merenungkan perjalanan hidup dan melakukan muhasabah. Evaluasi diri terhadap amal perbuatan yang telah dilakukan serta rencanakan perbaikan untuk masa depan.

8. Memohon Ampunan dan Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah waktu terbaik untuk mencari Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Perbanyak ibadah dan doa, terutama doa yang diajarkan oleh Rasulullah:

اللهم إنك عفو كريم  تحب العفو فاعف عني

"Allahumma innaka ‘afuwwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni."

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, mencintai ampunan, maka ampunilah aku."

Itulah 8 hal yang sebaiknya dilakukan saat kita melaksanakan ibadah i'tikaf. Saat kita melaksanakan i'tikaf, ini adalah waktu yang sangat berharga untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki hubungan dengan Allah. Dengan menjalankan ibadah-ibadah yang dianjurkan, insyaAllah i'tikaf akan menjadi pengalaman spiritual yang penuh berkah dan manfaat. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo