Apakah akhir-akhir ini anda merasakan cuaca yang sangat panas di sekitar anda? Banyak pakar yang menilai bahwa musim kemarau kali ini di Indonesia diperparah dengan adanya efek pemenasan global.
Pemanasan global sendiri adalah fenomena peningkatan suhu rata-rata atmosfer, lautan, dan daratan Bumi yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O).
Proses ini terutama diakibatkan oleh aktivitas manusia, termasuk pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industrialisasi. Pemanasan global memiliki dampak signifikan terhadap iklim dan ekosistem di seluruh dunia.
Dikutip dari laman un.org, yang merupakan laman resmi dari lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setidaknya ada tiga faktor utama yang mengakibatkan terjadinya pemanasan global, yakni penciptaan energi listrik yang menggunakan bahan bakar fosil, industri manufaktur, dan penebangan hutan untuk lahan pertanian, peternakan, hunian, atau tujuan lainnya.
Pemanasan global terjadi akibat adanya emisi gas rumah kaca yang menyelubungi bumi sehingga membuat panas matahari terperangkap. Hal ini menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Dunia sekarang memanas lebih cepat dari pada kapan pun sepanjang sejarah yang tercatat.
Bayangkan jika hal ini tidak segera bisa teratasi dengan baik maka bumi akan menjadi semakin panas hingga tidak lagi menjadi hunian yang layak untuk manusia. Beragam aktivitas akan menjadi tidak lagi nyaman untuk dilakukan, seperti berbelanja, sekolah, bahkan beribadah.
Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT telah mewanti-wanti agar manusia jangan berbuat kerusakan di muka bumi sehingga tidak lagi nyaman dijadikan sebagai tempat hunian. Padahal sebelumnya Allah sudah menjadikan bumi sebagai tempat yang nyaman. Hal ini sebagaimana tertera dalam QS. Al-A’raf ayat 56:
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga pernah memberikan larangan kepada kita agar jangan sampai mencemari lingkungan. Sebaliknya Rasulullah mengingatkan setiap insan untuk senantiasa menjadikan lingkungan kita sebagai lingkungan yang bersih dan sehat. Contoh yang diberikan Nabi ialah dengan tidak mengotori saluran air:
Dari Mu'adz bin Jabal dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Takutilah tiga perkara yang menimbulkan laknat; buang air besar di saluran air (sumber air), di tengah jalan dan di tempat teduh". (H.R. Abu Daud No. 24)
Selain itu, Nabi juga memberikan anjuran kepada kita untuk menghemat air, yang notabenenya adalah kebutuhan mendasar dalam kehidupan kita di dunia. Namun karena air adalah sesuatu yang tidak bisa manusia ciptakan atau perbaharui sendiri, maka Nabi menyuruh untuk menghematnya:
"Dari Abdullah bin 'Amru berkata, "Rasulullah melewati Sa'd yang sedang berwudhu, lalu beliau bersabda, "Kenapa berlebih-lebihan!" Sa'd berkata, "Apakah dalam wudhu juga ada berlebih-lebihan?" Beliau menjawab, "Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir."
Jika kita tarik dalam konteks saat ini, maka salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi atau setidaknya menegndalikan fenomena pemanasan global ini ialah dengan menghemat listrik. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa penciptaan energi listrik adalah salah satu faktor yang menimbulkan efek rumah kaca. Maka sudah selayaknya kita berhemat listrik karena jika berlebihan dalam penggunaannya, maka bisa masuk dalam kategori orang yang melanggar larangan Allah dan merusak bumi.
Hemat listrik juga bisa diartikan sebagai upaya untuk tidak mencemari lingkungan dan berhemat sebagaimana yang telah Nabi ajarkan kepada kita. Ada beberapa cara praktis yang bisa kita lakukan dalam rangka penghematan listrik. Misalnya, dengan mematikan lampu-lampu bertenaga listrik yang sudah tidak dipakai. Bisa juga dengan cara menggunakan listrik se efisien mungkin. Jangan sampai dalam waktu yang bersamaan, kita menyalakan lampu sekaligus TV, komputer atau laptop, dan HP, karena ujung-ujungnya pasti ada yang tidak digunakan.
Semoga upaya kecil namun penting yang kita lakukan ini akan bisa memberikan efek yang signifikan terhadap keselamatan bumi yang kita tinggali. Wallahu a’lam bis shawab.
Editor: Muhammad Faizin


