Dark
Light
Dark
Light

Kisah di Balik Syair Viral Tob Tobi Tob: antara Al-Asma'i dengan Khalifah Al-Manshur

Kisah di Balik Syair Viral Tob Tobi Tob: antara Al-Asma'i dengan Khalifah Al-Manshur

Arina.id - Viral di TikTok, warganet menggunakan penggalan syair berbahasa Arab yang dinyanyikan oleh Ahmed el-Qatane untuk latar suara video dan syair itu mereka sebut dengan Tob Tobi Tob. Setelah penulis teliti, ternyata syair itu adalah penggalan dai karya monumental Syekh Abdul Malik bin Quraib al-Ashma’i yang berjudul Shautus Safhiril bulbuli. 

Terdapat suatu kisah menarik di balik munculnya syair itu antara al-Ashma’i dengan Khalifah Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas atau yang terkenal dengan nama Abu Ja’far al-Manshur, khalifah ke-2 Imperium Abbasid dan ke-21 dari urutan Khalifah Rasulullah yang berkuasa selama 22 tahun.

Kisah itu tertulis dalam kitab Nawadirul Khulafa atau dengan nama lain I’lamun Naas bi ma Waqa’a lil Baramikah Ma’a Bani Abbas karya Syek Muhammad Diyab al-Atlidi [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 2004. Hal. 85]. Berikut kisahnya:

إنه كان يحفظ الشعر من مرة، وله مملوك يحفظه من مرتين، وكان له جارية تحفظه من ثلاث مرات، وكان بخيلاً جداً حتى إنه كان يلقب بالدوانيقي لأنه كان يحاسب على الدوانيق، فكان إذا جاء شاعر بقصيدة قال له: إن كانت مطوقة بأن يكون أحد يحفظها أو احد أنشأها: أي بأن كان أتى بها أحد قبلك، فلا نعطيك لها جائزة، وإن لم يكن أحد يحفظها نعطيك زنة ما هي مكتوبة فيه

"Khalifah al-Manshur mampu menghafal syair hanya sekali dengar. Dia mempunyai budak laki-laki yang mampu menghafal dengan mendengarkan dua kali, dan perempuan yang mampu dengan tiga kali. al-Manshur terkenal sangat pelit hingga dia dijuluki dengan al-Dawaniq karena dia menghargai sesuatu dengan dawaniq (seper enam dirham). Ketika ada seorang penyair menyanyikan syairnya, al-Manshur mengatakan “jika syair itu bisa ditaklukkan dengan bisa dihafalkan oleh seseorang, atau telah diciptakan oleh orang lain sebelummu, maka aku tidak akan memberimu hadiah. Jika tidak ada yang bisa menghafalkannya maka aku memberimu seberat media tulis syair itu."

فيقرأ الشاعر القصيدة فيحفظها الخليفة من أول مرة، ولو كانت ألف بيت، ويقول للشاعر اسمعها مني وينشدها بكمالها، ثم يقول له: هذا المملوك يحفظها، وقد سمعها المملوك مرتين، مرة من الشاعر ومرة من الخليفة فيقرؤها، ثم يقول الخليفة: وهذه الجارية التي خلف الستارة تحفظها أيضاً وقد سمعتها الجارية ثلاث مرات فتقرؤها بحروفها فيذهب الشاعر بغير شيء.

"Penyair membacakan syairnya, kemudian al-Manshur langsung menghafanya dari awal meskipun seribu bait. Dia berkata kepada penyair “dengarkan aku membacakan syair itu” dan al-Manshur menyanyikan dengan sempurna. Kemudian dia berkata “budak ini menghafalnya” dan budak itu telah mendengar 2 kali, satu dari penyair dan satunya dari al-Manshur, kemudian dia membacanya. Kemudian al-Manshur berkata “budak perempuan di belakang tirai ini juga menghafalnya juga” budak itu telah mendengarkannya 3 kali kemudian membacanya dengan sempurna dan penyair pulang tidak membawa apapun sama sekali."

قال الراوي: وكان الأصمعي من جلسائه وندمائه فنظم أبياتاً صعبة وكتبها على قطعة عمود من رخام ولفها في عباءة وجعلها على ظهر بعير, وغير حليته في صفة أعرابي غريب وضرب له لثاماً ولم يبين منه غير عينيه، وجاء إلى الخليفة وقال: إني امتدحت أمير المؤمنين بقصيدة. فقال: يا أخا العرب إن كانت لغيرك لا نعطيك عليها جائزة وإلا نعطيك زنة ما هي مكتوبة عليه. فأنشد الأصمعي هذه القصيدة.

"Perawi mengatakan: al-Ashma’i adalah salah satu teman baik al-Manshur, dia menyusun bait-bait syair dan ditulis di pilar marmer dan membungkusnya dengan mantel dan meletakkanya di atas onta. Al-Ashma’i merubah penampilannya seperti orang plosok desa yang tidak dikenal, dia menggunakan tudung yang menutupi wajahnya dan hanya menampakkan kedua matanya. Dia mendatangi al-Manshur dan berkata “sungguh aku telah memujimu dengan kasidah wahai amirul mukminin”. Al-Manshur bekata “hai saudaraku,  jika kasidah itu milik orang lain, maka aku tidak akan memberimu apapun, jika itu milikmu, maka aku akan memberimu seberat media tulis kiasidah itu. Kemudian al-Ashma’i mendendangkan kasidahnya."

قال الراوي: فلم يحفظها الملك لصعوبتها، ونظر إلى المملوك وإلى الجارية فلم يحفظها أحد منهما فقال: يا أخا العرب هات الذي هي مكتوبة فيه نعطك زنته. فقال: يا مولاي إني لم أجد ورقاً أكتب فيه وكان عندي قطعة عمود رخام من عهد أبي، وهي ملقاةٌ ليس لي بها حاجة، فنقشتها فيها.

"Perawi berkata: Khalifah al-Manshur tidak mampu menhafalnya karena sangat sulit. Dia melihat kedua budaknya dan keduanya tidak mampu menghafalnya juga. Al-Manshur berkata “hai saudaraku, bawalah kemari media tulisnya aku akan memberimu seberat timbangannya. Al-Ashma’i berkata “hai tuanku, aku tidak mempunyai kertas, aku mempunyai potongan pilar dari marmer yang sudah ada sejak ayahku masih hidup dan terbengkalai dan juga tidak tepakai, maka aku jadikan sebagai media tulis kasidahku itu."

فلم يسع الخليفة إلا أنه أعطاه وزنها ذهباً فنفد ما في خزينته من المال، فأخذه وانصرف، فلما ولى قال الخليفة: يغلب على ظني أن هذا الأصمعي، فأحضره وكشف عن وجهه. فإذا هو الأصمعي فتعجب منه ومن صنيعه وأجازه على عادته، قال: يا أمير المؤمنين، إن الشعراء فقراء وأصحاب عيال وأنت تمنعهم العطاء بشدة حفظك وحفظ هذا المملوك وهذه الجارية. فإذا أعطيتهم ما تيسر ليستعينوا به على عيالهم لم يضرك، انتهى.

"Khalifah al-Manshur terpaksa memberinya emas seberat potongan pilar marmer itu dan hingga persediaan emasnya habis, kemudian al-Ashma’i menerimanya dan pergi. Ketika dia pergi, al-Manshur menduga bahwa orang itu adalah al-Ashma’i, memanggilnya kembali dan membuka tudung wajahnya, dan benar dia adalah al-Ashma’i, dan al-Manshur terheran dengan perbuatan al-Ashma’i ini yang sebagaimana biasanya. Al-Ashma’i berkata “wahai Amirul Mukminin, para penyair itu adalah orang-orang fakir, dan orang-orang yang sudah berkeluarga sedangkan engkau tidak memberi hadiah sebab kuatnya hafalanmu dan hafalan kedua budakmu ini, jika engkau memberi sedikit saja untuk membantu mereka menafkahi keluarganya maka pemberian itu tidak memengaruhi banyaknya hartamu”. 


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo