Arina.id - Manusia diberi karunia oleh Allah untuk beraktivitas sesuai batasannya. Jika sudah terasa lelah, maka dipersilakan untuk istirahat, agar stamina tubuh kembali bugar. Bukan malah memaksakan diri sehingga berakibat sakit.
Begitu pula dalam persoalan beribadah sunah, sebaiknya kita juga tidak boleh berlebihan. Jika dilakukan berlebihan tentu mudah memunculkan rasa bosan. Dalam salah satu hadits disebutkan:
عَنْ عائِشَةَ، قالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وعِنْدِي امْرَأةٌ فَقالَ: مَن هَذِهِ؟ قُلْتُ: فُلانَةُ لا تَنامُ اللَّيْلَ، فَقالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: عَلَيْكُمْ مِنَ الأعْمالِ ما تُطِيقُونَ، فَواللَّهِ لا يَمَلُّ اللَّهُ حَتّى تَمَلُّوا
Artinya: "Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah masuk rumah dan di sampingku seorang perempuan, lalu Rasulullah bertanya: siapakah perempuan ini?, saya menjawab: ini adalah fulanah yang ahli ibadah hingga tidak istirahat malam hari, Rasulullah berkata: Lakukan ibadah sesuai kemampuan kalian, demi Allah, Allah tidak akan bosan hingga kalian sendiri yang akan bosan (melakukan ibadah)." (HR. Tirmidzi)
Dalam Syamail Muhammadiyah (1/254) karya Tirmidzi dijelaskan:
وَكَانَ أَحَبَّ ذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ الَّذِي يَدُومُ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ
Artinya: "Dan yang paling dicintai oleh Rasulullah adalah amal yang selalu (istiqamah) dikerjakan oleh para pemiliknya."
Redaksi lain bersumber dari Aisyah, dalam Sunan Ibnu Majah:
قَالَتْ: كَانَتْ عِنْدِي امْرَأَةٌ، فَدَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ ﷺ، فَقَالَ: «مَنْ هَذِهِ؟» قُلْتُ: فُلَانَةُ، لَا تَنَامُ تَذْكُرُ مِنْ صَلَاتِهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَهْ، عَلَيْكُمْ بِمَا تُطِيقُونَ، فَوَاللَّهِ لَا يَمَلُّ اللَّهُ حَتَّى تَمَلُّوا»، قَالَتْ: وَكَانَ أَحَبَّ الدِّينَ إِلَيْهِ الَّذِي يَدُومُ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ
Artinya: "Aisyah berkata: Aku bersama seorang wanita, lalu Nabi masuk rumah, mendatangiku dan bertanya: “Siapa ini?” Aku menjawab: “ Fulanah yang tidak tidur dan selalu tekun ibadah sholat sunah.” Nabi berkata: “Tenang saja, kerjakanlah apa yang mampu kau kerjakan, demi Allah, Allah tidak akan lelah hingga kau lelah.” Ia berkata: Agama yang paling dicintainya adalah agama yang dianut oleh para penganutnya secara konsisten."
Muhammad Fuad Abdul Baqi menjelaskan sebagai berikut:
مه: أي اسكتى عن مدحها. (بما تطيقون) أي ما تطيقونه على الدوام والثبات لاما تفعلونه أحيانا وتتركونه أحيانا. (لا يمل الله) أي لا يقطع الإقبال بالإحسان عنكم. (حتى تملوا) في عبادته
Artinya: "Mah maksudnya jangan memujinya dan lakukan amal sesuai kemampuan secara istiqomah, bukan melakukan amal satu waktu dan meninggalkannya satu waktu. Allah tidak pernah bosan maksudnya Allah tidak memutuskan kasih karunia-Nya kepadamu karena kelalaianmu dalam beribadah."
Redaksi ini memberi pemahaman bahwa beribadah sunah yang ideal adalah sesuai kemampuan masing-masing dan konsisten. Bukan beribadah secara berlebihan yang dapat menimbulkan rasa bosan.
Misalnya, sekarang beribadah secara maksimal, keesokannya malah bermalasan sebab dihinggapi rasa bosan. Memang, secara psikologis, akan mudah dihinggapi penyakit malas dan bosan.
Poin penting yang bisa dipetik dari penjelasan ini adalah: 1. Beribadah sunah itu sesuai kemampuan, 2. Istiqomah adalah yang terbaik meskipun sedikit, 3. Manusia memiliki potensi mudah bosan dan malas, 4. Allah tidak pernah bosan memberi pahala, karunia kepada umat-Nya, hingga mereka sendiri yang merasa bosan untuk berbuat baik. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin


