Arina.id - Akhir-akhir ini kekerasan rumah tangga sering menjadi sorotan yang di antaranya disebabkan oleh tidak harmonisnya hubungan di atas ranjang. Ketidak harmonisan ini terjadi karena adanya penolakan dari pasangan untuk berhubungan badan. Inilah yang kemudian memunculkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual.
Dalam masalah ini, istri yang sering menjadi korban karena dipaksa. Sementara pemaksaan seksual tidak sejalan dengan norma agama dan tidak sesuai dengan hati nurani manusia. Bahkan secara khusus terdapat peraturan yang dibuat untuk menghapus perilaku KDRT.
Adanya Undang-undang No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT) adalah salah satu bentuk usaha pemerintah untuk menghilangkan kekerasan dalam keluarga yang sebagian besar korbannya adalah wanita.
Parahnya lagi, suami berpegangan pada teks dalil kebolehan suami menjimak istri dengan paksa, dan istri tidak boleh menolaknya. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah yakni:
إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إلى فِرَاشِهِ، فَلَمْ تَأْتِهِ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا المَلَائِكَةُ حتَّى تُصْبِحَ
Artinya: "Apabila seorang suami mengajak istri ke ranjangnya, lalu istri tidak melayani biologisnya, hingga suami begadang tengah malam dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknat istri hingga subuh tiba." (HR. Muslim. 4/157)
Hadits ini juga diriwayatkan oleh lima dari sembilan imam hadits yang oleh kelompok Islam-Sunni dalam kitab-kitab yang dijadikan hadits induk.
Mengapa laknat malaikat terletak pada kemarahan seorang suami?
Dalam Fathul Mun'im Syarah Sahih Muslim 5/583 dijelaskan:
تسيطر الشهوة الجنسية على الإنسان سيطرة كبرى، حتى تكاد تغطي عقله، وتشل تفكيره، وتجمح به وقد جعل الله للزوج القوامة على الزوجة، وأوجب عليها طاعته في غير معصية الله، ومقتضى هذه القوامة أن يكون أمر شهوته بيده
Artinya: "Hasrat seksual mempunyai kendali yang besar terhadap seseorang, hingga hampir menutupi akal, melumpuhkan pikirannya dan sulit diatur. Allah menjadikan seorang suami bertanggungjawab atas istri dan mewajibkannya untuk patuh tanpa mendurhakai Allah, dan tanggungjawab ini juga mencakup urusan hasrat seksual."
وفي وقت رغبته، فلا يكون للزوجة حق القبول والرفض، والعطاء والمنع، والإعزاز والإذلال، فكانت هذه الإشارات السامية، إذا دعا الرجل امرأته لقضاء شهوته لزمها إجابته ولو كانت تعجن العجين، أو مشغولة اليدين، أو غير راغبة، فإن لم تفعل لعنتها الملائكة، وغضب عليها ربها حتى ترجع وترضي زوجه
Artinya: "Dan pada saat suami ingin menjimak istri, maka istri tidak mempunyai hak untuk menerima atau menolak, memberi atau menahan, menghormati atau merendahkan. Ini menunjukkan ciri seorang istri yang mulia. Jika seorang suami memanggil istrinya untuk memenuhi syahwatnya, maka istri wajib melayaninya, meskipun istrinya sedang mengaduk adonan, atau tangannya sedang sibuk, atau tidak bersedia. Jika dia tidak melakukannya, maka para malaikat akan melaknatnya, dan Tuhannya akan marah padanya sampai dia kembali dan menyenangkan suaminya."
Secara eksplisit, keterangan kitab Fathul Mun'im ini menjelaskan betapa besar dan mulianya tanggungjawab seorang suami sebagai kepala rumah tangga, sehingga wajar bila ketika suami marah kepada istrinya, maka malaikat ikut marah. Kedudukan mulia seorang suami disebutkan oleh Rasulullah:
لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
Artinya: "Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya." (HR Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan al-Baihaqi)
Akan tetapi keterangan ini masih cenderung memaksakan istri sebagai obyek pemuas nafsu suami belaka dengan dalih dilaknat malaikat. Salah seorang cendekiawan kontemporer bernama Zakaria Ouzon bahkan menolak redaksi hadits yang secara tekstual mendudukkan perempuan di bawah dominasi laki-laki.
Lantas bagaimana memahami hadits tersebut sesuai konteks kekinian?
Seperti yang telah disebutkan, penyebab malaikat melaknat istri adalah kemarahan suami terhadap istrinya yang menolak disetubuhi. Kata laknat dalam Fathul Mun'im syarah Muslim 5/584 dikemukakan:
والمقصود باللعن هنا الدعاء بالطرد، والمراد من الملائكة الحفظة،
Artinya: "Maksud laknat di sini adalah tertolaknya doa (jauh dari rahmat), sedangkan maksud malaikat yang mengutuk adalah malaikat hafadzah. "
Dengan kata lain, istri yang menolak berhubungan badan dengan suaminya, maka doanya tertolak dan jauh dari rahmat. Persoalan ini semakin serius dalam disiplin ilmu fiqih karena disamakan dengan membangkang perintah suami (nusyuz).
Padahal seperti yang diketahui, tidak semua istri yang menolak berhubungan badan dengan suaminya itu otomatis dikategorikan pembangkang dan dilaknat malaikat. Mengapa demikian? Karena istri yang menolak disetubuhi bisa jadi sedang berhalangan (udzur) seperti menstruasi, sakit, sehingga pemaksaan suami kepada istri yang sedang sakit tidak dapat dibenarkan.
Sebaiknya ketika istri sedang udzur atau berhalangan melayani suaminya, sebisa mungkin ia menjelaskan kondisinya agar suaminya tidak langsung marah, dan ia tidak dilaknat malaikat. Hal ini sesuai keterangan syarah Sunan Abi Dawud 5/246:
أما إذا لم يغضب عليها وإنما عذرها وتركها على ما هي عليه وما وجد منه غضب فإنها لا تستحق اللعن
Artinya: "Adapun jika suaminya tidak marah kepada istrinya, melainkan memaafkannya dan membiarkan dia apa adanya, dan tidak marah atas apa pun pada istrinya, maka istrinya itu tidak pantas dilaknat."
Dengan demikian, untuk memahami hadits tentang malaikat melaknat istri sebab menolak berhubungan badan dengan suami adalah sebagai berikut:
- Hadits ini mengandung makna kuasa penuh seorang suami atas istri dan kewajiban patuh bagi istri.
- Dalam ajaran Islam, suami memiliki pangkat mulia sebagai kepala rumah tangga yang menafkahi istri, mendidik anak, sehingga malaikat ikut mendoakannya.
- Istri harus patuh pada suami dalam hal apapun, termasuk urusan bersetubuh, dengan catatan selama tidak mengarah perbuatan buruk, menjerumus pada kemaksiatan dan marabahaya.
- Tidak semua istri yang menolak berhubungan badan dengan suami adalah pembangkang (nusyuz) dan dilaknat malaikat. Karena bisa jadi ada udzur, misalnya sedang sakit atau menstruasi.
- Istri yang dilaknat malaikat adalah istri yang mengacuhkan suaminya, menolak dijimak suaminya, padahal dia tidak ada udzur syar'i. Istri secepatnya meminta maaf pada suami.
- Hubungan seksual yang baik itu berdasarkan rasa saling menyayangi yang melibatkan kerelaan dua pihak, suami-istri.
- Hubungan seksual yang sehat adalah dengan cara-cara yang baik, sesuai dalam surat annisa' ayat 19. Bukan dengan cara kekerasan dan pemaksaan.
- Bersetubuh itu ada aturan dan etikanya alias tidak sembarangan. Misal membaca doa, wudhu terlebih dahulu, pintu kamar dikunci, pakai parfum, dan seterusnya.
- Saat muncul nafsu ingin bersetubuh, sebaiknya komunikasikan dengan istri secara baik. Jangan langsung terbawa nafsu sehingga melakukan kekerasan seksual kepada istri secara paksa.
Wallahu a'lam bis shawab.
Editor: Muhammad Faizin


