Arina.id - Sudah mafhum bahwa hari Jumat adalah hari istimewa bagi umat Islam. Selain dikenal sebagai rajanya para hari (sayyidul ayyam), hari Jumat juga menjadi waktu yang penuh keberkahan untuk melaksanakan berbagai amalan sunnah. Salah satunya adalah memotong kuku.
Meskipun terlihat sederhana, amalan ini memiliki nilai ibadah yang tinggi jika dilakukan dengan niat mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: الْخِتَانُ، وَالاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبْط
Artinya: “Lima hal yang termasuk fitrah: khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, memotong kuku juga selaras dengan perintah Allah dalam Al-Qur'an untuk menjaga kebersihan diri. Allah Swt berfirman:
إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Anjuran Memotong Kuku di Hari Jumat
Dalam kitab I’anah At Thalibin, ada banyak hadits bahkan pendapat ulama yang menjelaskan terkait anjuran memotong kuku di hari Jumat. Salah satu hadits yang menganjurkan adalah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah berikut:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَلِّمُ أَظْفَارَهُ، وَيَقُصُّ شَارِبَهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ قَبْلَ أَنْ يَخْرُجَ إِلَى الصَّلَاةِ
Artinya: “Bahwa Rasulullah SAW biasa memotong kukunya dan memangkas kumisnya pada hari Jumat sebelum keluar untuk sholat.”( HR. Al-Bazzar dan At-Thabrani)
Manfaat Memotong Kuku
Dr. Musa Syahin, dalam kitabnya Fathul Mun’im Syarah Sahih Muslim juz 2 halaman 175 menjelaskan bahwa hadis terkait kesunnahan memotong kuku memiliki beberapa manfaat, baik dari segi kesehatan maupun pelaksanaan ibadah.
1. Menjaga Kebersihan Tubuh
Kuku yang panjang sering menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan najis. Dengan memotongnya, kita menjaga kebersihan tubuh dari segala hal yang dapat menimbulkan bau tidak sedap atau bahkan mengganggu wudhu.
2. Mempermudah Pelaksanaan Ibadah
Kuku panjang dapat menghalangi air wudhu mencapai kulit yang harus dibasuh. Dengan memotong kuku, kita memastikan wudhu dan istinja dilakukan dengan benar, sehingga ibadah kita lebih sempurna.
3. Menghindari Kotoran dan Bau Tidak Sedap
Kuku panjang dapat membawa kotoran dari bagian tubuh seperti ketiak atau lipatan tubuh lainnya. Ini bukan hanya menjijikkan tetapi juga bisa menjadi penyebab bau tidak sedap.
4. Mengikuti Sunnah Nabi
Dengan memotong kuku, kita menunaikan sunnah Rasulullah SAW yang selalu menjaga kebersihan tubuhnya dan menganjurkan umatnya untuk melakukan hal yang sama.
5. Mencegah Penyakit
Kuku yang kotor dan panjang berisiko menjadi sarang bakteri atau mikroorganisme penyebab penyakit. Dengan memotong kuku secara rutin, kita dapat menjaga kesehatan tubuh.
Cara Memotong Kuku yang Disunnahkan
Imam Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan secara rinci tentang cara memotong kuku yang disunahkan dalam Islam. Beliau menyebutkan bahwa memotong kuku yang disunnahkan adalah dengan memulai tangan terlebih dahulu kemudian kaki:
وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَبْدَأَ بِالْيَدَيْنِ قَبْلَ الرِّجْلَيْنِ فَيَبْدَأُ بِمُسَبِّحَةِ يَدِهِ الْيُمْنَى ثُمَّ الْوُسْطَى ثُمَّ الْبِنْصَرِ ثُمَّ الْخِنْصَرِ ثُمَّ الْإِبْهَامِ ثُمَّ يَعُودُ إِلَى الْيُسْرَى فَيَبْدَأُ بِخِنْصَرِهَا ثُمَّ بِبِنْصَرِهَا إِلَى آخِرِهَا ثُمَّ يَعُودُ إِلَى الرِّجْلَيْنِ الْيُمْنَى فَيَبْدَأُ بِخِنْصَرِهَا وَيَخْتِمُ بِخِنْصَرِ الْيُسْرَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Dari teks ini, tata cara memotong kuku yang disunahkan menurut Imam Nawawi adalah sebagai berikut:
Pertama, memulai dari tangan sebelum kaki. Imam Nawawi menyarankan untuk memulai memotong kuku dari tangan terlebih dahulu sebelum kaki. Hal ini mencerminkan urutan yang tertib dalam menjaga kebersihan dan melaksanakan ibadah.
Kedua, urutan memotong kuku di tangan adalah tangan kanan terlebih dahulu. Dimulai dari jari telunjuk, dilanjutkan ke jari tengah, jari manis, kelingking, dan terakhir ibu jari. kemusian dilanjutkan ke tangan kiri dimulai dari kelingking, diikuti jari manis, jari tengah, telunjuk, dan terakhir ibu jari.
Ketiga, urutan memotong kuku di kaki dimulai dari kaki kanan. Dimulai dari kelingking hingga ibu jari. Kemudian dilanjutkan ke kaki kiri, dimulai dari ibu jari hingga kelingking.
Demikianlah tata cara memotong kuku yang dianjurkan. Dari amalan sunnah memotong kuku ini membuktikan bahwa agama Islam sangat menjaga keteraturan dan kebersihan dalam setiap aspek kehidupan. Mari jadikan memotong kuku secara rutin sebagai kebiasaan baik yang membawa keberkahan. Wallahu a’lam bis shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Muhammad Faizin


