Dark
Light
Dark
Light

Manfaat Jahe dalam Literatur Islam: Antara Hikmah Nabawi dan Khazanah Pengobatan Tradisional

Manfaat Jahe dalam Literatur Islam: Antara Hikmah Nabawi dan Khazanah Pengobatan Tradisional

Arina.id - Jahe (Zingiber officinale) telah dikenal luas dalam berbagai kebudayaan sebagai tanaman obat yang kaya manfaat. Dalam literatur Islam, jahe bukan hanya dikenal sebagai tanaman herbal, namun juga disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, serta digunakan dalam tradisi pengobatan klasik para ulama.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Insan ayat 17:

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا

Artinya: "Dan mereka diberi minum di dalamnya segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe."

Ayat ini menggambarkan kenikmatan surga yang disajikan kepada para penghuni surga, di antaranya ialah minuman bercampur jahe (zanjabil). Menurut sebagian mufassir seperti Imam Al-Qurthubi, penyebutan jahe dalam ayat ini menunjukkan kemuliaan dan keharuman tanaman tersebut, serta manfaatnya yang tinggi hingga dijadikan bagian dari kenikmatan surga.

Jahe dalam Pengobatan Nabawi dan Tradisi Islam

Meskipun tidak ada hadits shahih yang secara langsung meriwayatkan Rasulullah SAW menggunakan jahe, namun dalam karya-karya pengobatan klasik Islam, seperti Thibbun Nabawi (Pengobatan Nabawi) karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, jahe disebut sebagai salah satu tanaman yang berkhasiat dalam menghangatkan tubuh, memperkuat pencernaan, dan menyembuhkan berbagai gangguan lambung dan perut.

Dalam kitab Zad al-Ma’ad, j. IV, h. 293, Ibnu Qayyim menyebutkan sebuah riwayat dari Abu Said al-Hudri RA., bahwasanya Rasulullah pernah menerima hadiah sekotak ramuan jahe dari Pejabat Romawi yang kemudian beliau bagikan untuk dimakan para sahabat:

وذكر أبو نعيم في كتاب الطب النبوي في حديث أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: أهدى ملك الروم إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم جرة زنجبيل، فأطعم كل إنسان قطعة، وأطعمني قطعة.

Artinya: “Abu Nuaim dalam kitab Pengobatan ala Nabi menyebutkan hadis riwayat Abu Said al-Hudri RA ia berkata: ‘Pejabat Romawi menghadiahi Nabi sekotak (ramuan) jahe, Nabi memberi perintah semua orang (para sahabat) untuk memakannya sepotong, beliau pun memerintahkan aku makan sepotong”. 

Ibnu Qayyim menulis bahwa jahe mengandung panas alami yang dapat menguatkan syahwat, memperbaiki sistem pencernaan, dan menjadi stimulan bagi tubuh yang lemah. Dalam pengobatan klasik Islam, jahe termasuk dalam jenis obat bersifat "panas dan kering", cocok untuk mengobati penyakit-penyakit yang disebabkan oleh "dingin dan lembab", seperti masuk angin, flu, atau gangguan pencernaan.

Beliau menyebutkan:

الزنجبيل حار في الثانية، رطب في الأولى، مسخن معين على هضم الطعام، ملين للبطن تلييناً معتدلاً، نافع من سدد الكبد العارضة عن البرد والرطوبة، ومن ظلمة البصر الحادثة عن الرطوبة أكلا واكتحالاً، معين على الجماع، وهو محلل للرياح الغليظة الحادثة في الأمعاء والمعدة.

Artinya: “Jahe bersifat panas alami pada tingkat kedua dan lembab pada tingkat pertama. Jahe merupakan zat penghangat yang membantu pencernaan makanan, pencahar sedang untuk lambung, bermanfaat untuk penyumbatan di hati yang disebabkan oleh dingin dan lembab, dan untuk penglihatan kabur yang disebabkan oleh lembab, baik dimakan atau dioleskan ke mata. Jahe membantu hubungan seksual, dan melarutkan cairan mengental dalam perut yang membuat kembung yang terjadi di usus dan lambung.”

Dengan demikian bisa kita pahami bersama bahwa dalam literatur Islam, jahe merupakan salah satu tanaman yang mendapatkan pengakuan dalam Al-Qur’an dan lumrah menjadi media pengobatan Islam klasik. Meskipun bukan bagian dari sunah langsung Nabi SAW dalam riwayat hadits, namun penggunaannya telah dikenal luas di dunia Islam, termasuk oleh para tabib dan ulama. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai ilmu dan hikmah dalam pengobatan, termasuk yang berasal dari alam.

Dalam semangat menjaga kesehatan sebagai bagian dari amanah tubuh, memanfaatkan tanaman seperti jahe bisa menjadi bentuk ikhtiar yang berpadu antara ilmu, iman, dan pengalaman. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo