Dark
Light
Dark
Light

Tuntunan Shalat Lengkap dari Niat Sampai Salam: Arab, Latin dan Terjemah

Tuntunan Shalat Lengkap dari Niat Sampai Salam: Arab, Latin dan Terjemah

Dalam Islam, shalat merupakan Rukun Islam yang kedua setelah syahadat. Adapun perintah melaksanakan shalat ini telah disebutkan berkali-kali dalam Al-Quran.

Salah satunya perintah untuk mendirikan shalat dalam Quran Surat AL-Baqarah ayat 43: 

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ

wa aqîmush-shalâta wa âtuz-zakâta warka‘û ma‘ar-râki‘în

Artinya: “Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”.

Shalat 5 waktu merupakan ibadah yang paling utama bagi umat islam. Untuk itu setiap muslim haruslah paham mengenai bacaan shalat dari niat hingga salam.

Berikut tuntunan lengkap shalat lima waktu lengkap dengan bacaannya: 

1. Niat

Niat Shalat Subuh

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Usholli fardhol subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an Lillaahi Ta'aalaa

Artinya: "Saya berniat shalat fardlu subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala".

Niat Shalat Dzuhur

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Usholli fardhol dhuhri arba'a roka'aati mustaqbilal qiblati adaa-an Lillaahi Ta'aalaa

Artinya: "Saya berniat shalat fardlu zuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala".

Niat Shalat Ashar

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Usholli fardhol ashri arba'a roka'aati mustaqbilal qiblati adaa-an Lillaahi Ta'ala

Artinya: "Saya berniat shalat fardlu asar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala".

Niat Shalat Maghrib

أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَ

Usholli fardhol maghribi tsalasa rok'aati mustaqbilal qiblati adaa-an Lillaahi Ta'ala

Artinya: "Saya berniat shalat fardlu magrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala".

Niat Shalat Isya

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Usholli fardhol 'Isya i arba'a roka'aati mustaqbilal qiblati adaa-an Lillaahi Ta'ala

Artinya: "Saya berniat shalat fardlu isya’ tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala".
 

2. Takbiratul ihram 

Setelah membaca niat, dalam keadaan berdidi tegak menghadap kiblat. Lalu mengangkat kedua tangan untuk takbir.

أَللهُ أَكْبَر 

Allâhu Akbar 

Artinya: “Allah Maha Besar”
 

3. Membaca doa iftitah

Setelah mengucapkan takbir pertama, selanjutnya membaca doa iftitah berikut.

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin

Artinya: "Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim."
 

4. Membaca surat Al-Fatihah

Dalam shalat wajib hukumnya untuk membaca surah Al-fatihah. Sebab Al-Fatihah menjadi salah satu rukun shalat yang harus dipenuhi.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillahi rabbil 'aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na'budu waiyyaaka nasta'iin. Ihdinash shirraathal musthaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim. Ghairil maghduubi 'alaihim waladl-dlaalliin.

Artinya : "Dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang maha pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mu lah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertologan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat. Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat."
 

5. Membaca surat-surat pendek

Setelah membaca surat Al-fatihah, maka selanjutnya disunatkan untuk membaca salah satu surah pendek yang ada dalam Al-Quran.
 

6. Ruku’

Setelah membaca surat pendek, maka selanjutnya mengangkat kedua tangan untuk takbir. Kemudian membungkukkan badan untuk ruku’, sembari kedua tangan memegang lutut.

Dalam ruku’ pastikan punggung ditekan agar rata dengan kepala secara sempurna. Selanjutnya membaca, bacaan tasbih berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal 'adhimi wa bihamdihi. (3 kali)

Artinya: “Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji.”
 

7. I’tidal (berdiri setelah ruku’)

Setelah ruku', lalu bangkit dengan tegak, dan mengangkat kedua belah tangan seperti saat takbir. Seraya membaca;

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami'allaahu liman hamidah

Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."

Pada waktu berdiri tegak (i'tidal) terus membaca:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du.

Artinya: “Ya Allah Tuhan Kami, Bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.”
 

8. Sujud 

Setelah i'tidal terus sujud (tersungkur ke bumi) dengan meletakkan dahi ke tempat sujud. Dan ketika turun seraya membaca "Allahu Akbar" dan saat sujud membaca tasbih berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal a’laa wa bi hamdih. (3 kali)

Artinya: “Mahasuci Rabbku Yang Maha Tinggi dan pujian untuk-Nya”.
 

9. Duduk di antara dua sujud

Setelah sujud, kemudian duduk serta membaca "Allahu Akbar" dan saat duduk membaca bacaan berikut.

رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

Rabighfirlii, Warhamnii, Wajburnii, Warfa’ni, Warzuqnii, Wahdini, Wa’aafinii, Wa’fuannii

Artinya,"Ya Allah, ampunilah dosaku, rahmatilah aku, perbaikilah aku, berikanlah aku rezeki dan angkatlah derajatku."
 

10. Sujud kedua

Selanjutnya melakukan sujud yang kedua seperti pada sujud pertama. Adapun bacaan yang dibaca sama dengan bacaan pada sujud yang pertama.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal a’laa wa bi hamdih. (3 kali)

Artinya: “Mahasuci Rabbku Yang Maha Tinggi dan pujian untuk-Nya”.
 

11. Bangkit untuk rakaat berikutnya

Setelah selesai dengan sujud kedua, maka selesailah satu rakaat sholat. Selanjutnya bangkit kembali untuk melakukan rakaat kedua, ketiga dan keempat. Adapun bacaan dan tata caranya sama dengan rakaat pertama.
 

12. Membaca tasyahud/tahiyat awal

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ،

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullaah. Allahumma shalli 'alaa Muhammad. 

Artinya: "Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad”.
 

13. Membaca tasyahud/tahiyat akhir

Setelah tahiyat awal, selanjutnya berdiri untuk melakukan raka'at ketiga dan keempat. Pada rakaat terakhir kemudian kita kembali melakukan tahiyat akhir, dengan bacaan sama dengan tahiyat awal ditambah shalawat nabi.

Duduk tahiyat akhir ini, hampir sama dengan tahiyat awal. Hanya saja, bedanya pada tahiyat kedua ini, pantat tidak menduduki kaki kiri, melainkan langsung ke lantai. Adapun posisi kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan.

Berikut bacaan tasyahud atau tahiyat akhir yang dibaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، وَ بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ  وَعَلَى آلِ  سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلٰى آلِ  سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ،  فِى الْعَا لَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullaah. Allahumma shalli 'alaa sayyidina  Muhammad. Wa alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa shallaita 'alaa sayyidinaa Ibraahim wa'alaa aali sayyidinaa Ibraahim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidina Muhammad. Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa Ibraahiim wa 'alaa aali sayyidina Ibraahiim fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya: "Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah. Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia".
 

14. Salam

Selesai tahiyat akhir, selanjutnya sholat pun ditutup dengan salam. Yakni menengok ke kanan dan ke kiri, sambil membaca:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Assalaamu alaikum wa rahmatullah

Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.

Secara umum, shalat fardhu lima waktu ini memiliki cara pelaksanaan yang sama satu dengan lainnya. Hanya saja, perbedaannya terletak pada niat, jumlah rakaat, dan waktunya. 


Editor: Choirul Anam
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo